Kediri – Warna-warni crayon seolah menjadi bahasa sederhana untuk menanamkan pesan besar kepada anak-anak. Lebih dari seribu peserta dari taman kanak-kanak (TK) se-Kota Kediri memadati Taman Brantas dalam lomba mewarnai Crayon ECO Kids, Rabu (12/8/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari semarak Hari Jadi ke-1147 Kota Kediri sekaligus peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia.
Lomba yang diinisiasi Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan dan Pertamanan (DLHKP) Kota Kediri itu tidak sekadar menguji keterampilan peserta dalam memadukan warna. Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Kota Kediri juga menyisipkan pendidikan tentang kebersihan lingkungan, pengelolaan sampah, serta pentingnya membiasakan diri menabung sejak anak masih berusia dini. Konsep pembelajaran dikemas melalui gambar sehingga pesan yang disampaikan dapat diterima dengan cara yang ringan dan menyenangkan.
Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati memberikan apresiasi kepada panitia penyelenggara, para guru, serta orang tua yang ikut mendukung dan mendampingi anak-anak selama kegiatan. Menurutnya, kegiatan kreatif semacam ini dapat menjadi salah satu ruang bagi anak untuk mengembangkan kemampuan, keberanian, dan rasa percaya diri.
“Acara ini nantinya bisa menjadi upaya kita bersama untuk mewujudkan generasi yang kreatif, inovatif, kemudian generasi yang punya kepercayaan diri sehingga nantinya ke depan anak-anak bisa menjadi generasi yang berdaya saing,” ujar Vinanda.
Ia menilai keberanian untuk mencoba perlu terus ditanamkan kepada anak sejak kecil. Melalui lomba mewarnai, peserta diberikan keleluasaan menggunakan kreativitas masing-masing tanpa harus takut melakukan kesalahan.
“Adik-adik nanti jangan takut untuk mencoba. Saya sudah tidak sabar untuk mewarnai,” katanya.
Pemkot Kediri memilih peserta dari jenjang TK karena pendidikan mengenai kepedulian terhadap lingkungan dinilai lebih efektif apabila diperkenalkan sejak usia dini. Dalam gambar yang diwarnai peserta, anak-anak diperkenalkan dengan perilaku sederhana seperti membuang sampah pada tempatnya. Mereka sekaligus diajak mengenali bahwa sampah yang dikelola secara tepat juga dapat memiliki nilai ekonomi.
Vinanda mengatakan pesan yang dimasukkan dalam tema lomba ternyata mampu dipahami anak-anak. Hal tersebut diketahui setelah dirinya berkeliling dan berinteraksi langsung dengan sejumlah peserta di lokasi perlombaan.
“Saya keliling tanya kepada anak-anak terkait tema lomba menggambar ini. Ternyata mereka paham. Ini gambarnya apa? Gambarnya adalah orang membuang sampah,” jelasnya.
Pemahaman sederhana tersebut menjadi bagian penting dari tujuan penyelenggaraan Crayon ECO Kids. Kebiasaan menjaga kebersihan yang dikenalkan melalui aktivitas menyenangkan diharapkan dapat tumbuh menjadi perilaku sehari-hari, baik di rumah, sekolah maupun lingkungan tempat tinggal.
Selain kepedulian terhadap lingkungan, Pemkot Kediri turut membawa pesan mengenai literasi keuangan. Anak-anak diperkenalkan dengan kebiasaan menyisihkan uang dan menabung. Untuk mendukung edukasi tersebut, pemerintah daerah menggandeng sektor perbankan agar pengenalan budaya menabung bisa disampaikan secara lebih dekat kepada peserta.
“Di situ kita ingin menanamkan gerakan menabung. Kita juga ingin menanamkan pada anak-anak sejak dini untuk bisa belajar menabung. Kita kolaborasi dengan perbankan,” ungkap Vinanda.
Perpaduan antara kreativitas, edukasi lingkungan, dan literasi keuangan menjadikan lomba Crayon ECO Kids lebih dari sekadar kegiatan perayaan. Momentum Hari Jadi Kota Kediri dan HUT RI dimanfaatkan sebagai ruang pembelajaran yang dapat membentuk kebiasaan positif sekaligus menumbuhkan keberanian anak untuk berekspresi.
Melalui kegiatan tersebut, Pemkot Kediri berharap nilai kepedulian terhadap lingkungan dan kebiasaan menabung dapat tertanam sejak dini. Semarak perayaan pun tidak hanya meninggalkan kemeriahan, tetapi juga membawa bekal pengetahuan bagi anak-anak sebagai generasi penerus Kota Kediri.
