Turpan, China, 17 September 2026 — Universitas Brawijaya (UB) melalui Wakil Rektor IV-nya, Prof. Andi Kurniawan, S.Pi., M.Eng., D.Sc., mengangkat kajian Daerah Aliran Sungai (DAS) Brantas ke forum International Hydrological Programme (IHP) UNESCO tingkat Asia dan Pasifik.
Hal ini dilakukan saat ia mengikuti The 33rd IHP Regional Steering Committee for Asia and the Pacific (RSC-AP) yang diselenggarakan di Turpan, Xinjiang, China, pada 16–18 September 2026.
Keikutsertaan ini merupakan wujud nyata kontribusi Indonesia dalam menjalin pertukaran pengetahuan serta memperkuat kerja sama regional di bidang hidrologi dan pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan.
Indonesia Perkuat Posisi di UNESCO-IHP Asia Pasifik
Sebagai anggota Komite Nasional International Hydrological Programme (IHP) UNESCO Indonesia, Prof. Andi menjabat sebagai Wakil Ketua II Bidang Pendidikan Air dan Capacity Development, dan dalam kapasitas itulah ia hadir di forum tersebut.
Pada kesempatan itu, Komite Nasional IHP Indonesia menyampaikan Country Report yang mencakup beragam kegiatan, program, serta inisiatif yang dijalankan Indonesia di bidang sumber daya air.
Forum IHP Regional Steering Committee for Asia and the Pacific merupakan ajang bagi negara-negara Asia Pasifik untuk saling berbagi pengalaman, pengetahuan, dan praktik terkait pengelolaan sumber daya air. Melalui forum tersebut, pengalaman Indonesia berpeluang dijadikan pembelajaran oleh negara lain yang memiliki kemiripan kondisi sosial maupun lingkungan.

Workshop IWRM Jadi Ajang Presentasi Kajian DAS Brantas
Di luar agenda pertemuan regional, Prof. Andi Kurniawan turut menjadi presenter dalam Workshop: Catalogue of Hydrological Analysis (CHA) Vol. 5 – Integrated Water Resources Management (IWRM).
Di forum itu, ia memaparkan pendekatan berjudul “From River Biofilms to an Eco-Hydrological Observatory” yang mengangkat DAS Brantas, Jawa Timur, sebagai studi kasusnya.
Pendekatan tersebut memadukan sudut pandang ekologi perairan dan hidrologi guna mendukung penerapan Integrated Water Resources Management (IWRM) atau pengelolaan sumber daya air terpadu.
Lewat kajian ini, pengalaman pengelolaan dan riset di DAS Brantas turut mewarnai forum pengetahuan internasional, sekaligus menegaskan pentingnya memadukan kondisi biologis ekosistem sungai dengan dinamika hidrologi guna memahami dan mengelola sumber daya air secara berkelanjutan.
Di agenda workshop tersebut, Prof. Andi menjadi satu dari beberapa presenter yang tampil bersama para pakar dan perwakilan dari berbagai negara di kawasan Asia dan Pasifik.
Langkah DAS Brantas Menuju Catalogue of Hydrological Analysis 2027
Ke depan, materi yang dipaparkan dalam workshop itu akan dikembangkan lebih jauh untuk menjadi bagian dari Catalogue of Hydrological Analysis (CHA) Volume 5 yang direncanakan rilis pada 2027.
Langkah pengembangan ini membuka jalan agar pengalaman serta pengetahuan yang tumbuh dari DAS Brantas dapat terdokumentasi dan diakses oleh komunitas hidrologi internasional.
Sebagai salah satu wilayah sungai penting di Jawa Timur, terangkatnya DAS Brantas dalam forum UNESCO-IHP membuat pendekatan yang lahir dari konteks lokal Indonesia ikut mewarnai diskusi yang lebih luas seputar pengelolaan sumber daya air terpadu di kawasan Asia dan Pasifik.
UB Perluas Jejaring Internasional di Bidang Sumber Daya Air
Keikutsertaan Prof. Andi Kurniawan dalam The 33rd IHP RSC-AP di Turpan, China, sekaligus menjadi salah satu langkah Universitas Brawijaya dalam memperluas jejaring dan kolaborasi internasional di bidang sumber daya air.
Keterlibatan ini mempertemukan unsur riset, pendidikan, capacity development, dan pengelolaan sumber daya air berkelanjutan dalam satu rangkaian, sembari memperluas jangkauan penyebaran pengetahuan asal Indonesia hingga ke level regional dan internasional.
Dengan terus aktif terlibat dalam UNESCO-IHP, pengalaman akademik dan hasil kajian dari Indonesia — termasuk yang lahir dari DAS Brantas — diharapkan kian tertaut dengan jejaring pengetahuan dan kolaborasi pengelolaan sumber daya air di kawasan Asia dan Pasifik.
