Jombang – Membentengi generasi muda dari pengaruh negatif perkembangan zaman tidak cukup hanya melalui pendidikan akademik. Penguatan akidah, pembentukan karakter, dan pemahaman terhadap bahaya perilaku berisiko menjadi perhatian Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Jombang melalui program MUI Go to School 2026 yang digelar di SMA Primaganda, Pondok Pesantren Al Urwatul Wutsqo, Senin (2/11/2026).
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 09.30 hingga 12.00 WIB tersebut mengangkat tema “Generasi Muda Cerdas: Mengokohkan Akidah, Memahami Islam Rahmatan Lil ‘Alamin, dan Menjaga Diri dari Bahaya Penyalahgunaan Vape.” Program ini menghadirkan Ketua Komisi Kerukunan Antarumat Beragama MUI Kabupaten Jombang, KH Zulfikar Damam Ikhwanto atau Zulfikar Dawam, sebagai narasumber utama untuk memberikan pembinaan keagamaan sekaligus edukasi mengenai tantangan kehidupan remaja.
Dalam pemaparannya, KH Zulfikar mengajak para pelajar memperkuat fondasi keimanan dan pemahaman ajaran Islam sebagai bekal menghadapi perubahan sosial yang semakin cepat. Menurut materi yang disampaikannya, generasi muda membutuhkan pegangan nilai yang kuat agar mampu menentukan pilihan secara bijaksana di tengah beragam pengaruh lingkungan.
Penguatan akidah menjadi salah satu pokok pembahasan karena dinilai memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan tanggung jawab pribadi. Para siswa diajak memahami bahwa pendidikan agama bukan sekadar pengetahuan, melainkan juga harus tercermin melalui sikap dan tindakan dalam kehidupan sehari-hari.
Selain membahas persoalan keimanan, KH Zulfikar memberikan perhatian terhadap berbagai perilaku berisiko yang dapat mengancam kesehatan dan masa depan remaja. Beberapa persoalan yang disoroti meliputi penyalahgunaan narkoba, pergaulan yang tidak sehat, perilaku seksual berisiko yang dapat meningkatkan kemungkinan penularan HIV, serta kebiasaan merokok dan penggunaan rokok elektrik atau vape.
Edukasi mengenai bahaya vape menjadi salah satu bagian penting dalam kegiatan tersebut. Penggunaan rokok elektrik pada remaja perlu diwaspadai karena banyak produk mengandung nikotin yang dapat menimbulkan ketergantungan dan berdampak terhadap perkembangan otak usia muda.
Melalui pembinaan ini, para pelajar didorong agar mampu mengenali risiko dari setiap perilaku yang mereka hadapi. Kemampuan memilih lingkungan pertemanan yang sehat, menjaga pergaulan, dan berani menolak ajakan yang membahayakan diri menjadi bagian dari pesan yang disampaikan kepada peserta.
KH Zulfikar juga mengajak siswa memahami makna Islam Rahmatan Lil ‘Alamin sebagai ajaran yang membawa rahmat bagi seluruh alam. Pemahaman tersebut diharapkan dapat diwujudkan melalui sikap saling menghormati, menjaga kerukunan, serta membangun hubungan yang baik dengan sesama manusia dan lingkungan.
Nilai-nilai tersebut dinilai relevan bagi kehidupan pelajar yang berada dalam lingkungan sosial dengan beragam latar belakang. Dengan pemahaman agama yang baik, generasi muda diharapkan tidak hanya memiliki keteguhan keyakinan, tetapi juga mampu menunjukkan perilaku santun dan menghargai orang lain.
Suasana kegiatan berlangsung hangat dan interaktif. Para peserta didik SMA Primaganda terlihat antusias mengikuti penyampaian materi. Interaksi antara narasumber dan siswa turut menciptakan suasana pembelajaran yang komunikatif, sehingga pesan pembinaan dapat disampaikan secara lebih dekat dengan kehidupan remaja.
Kepala SMA Primaganda, Ulfu Adah Henikningtyas, menyambut positif kehadiran MUI Kabupaten Jombang di lingkungan sekolahnya. Ia menilai program tersebut memberikan kesempatan bagi dunia pendidikan untuk mengenal lebih jauh peran MUI dalam pembinaan masyarakat, khususnya generasi muda.
“Selama ini, mungkin kami di lingkungan pendidikan belum begitu memahami secara luas apa saja peran dan sepak terjang MUI. Melalui program MUI Go to School ini, kami menjadi lebih mengenal bahwa MUI tidak hanya bergerak dalam persoalan keagamaan, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap pembinaan generasi muda. Program ini menjadi jembatan yang sangat baik bagi MUI untuk berbaur dan hadir langsung di dunia pendidikan,” ungkapnya.
Ulfu berharap program MUI Go to School dapat terus diselenggarakan secara berkelanjutan dan menjangkau lebih banyak lembaga pendidikan. Menurutnya, sinergi antara ulama dan sekolah memiliki arti penting dalam membentuk peserta didik yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki keteguhan akidah dan akhlak yang baik.
Kolaborasi tersebut juga menjadi salah satu bentuk pendekatan pendidikan karakter melalui keterlibatan berbagai unsur masyarakat. Sekolah memiliki peran dalam pembelajaran formal, sementara organisasi keagamaan dapat memberikan penguatan nilai moral dan spiritual yang mendukung perkembangan kepribadian siswa.
Melalui program MUI Go to School 2026, MUI Kabupaten Jombang berupaya menghadirkan pembinaan yang dekat dengan persoalan nyata generasi muda. Penguatan keimanan, pemahaman Islam yang membawa rahmat, serta kesadaran terhadap bahaya vape dan perilaku berisiko diharapkan menjadi bekal bagi siswa SMA Primaganda untuk tumbuh sebagai generasi yang cerdas, sehat, bertanggung jawab, dan berakhlak mulia.
