MALANG – Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya (FPIK UB) melalui Program Dosen Berkarya (DOKAR) 2026 skema Pengabdian Masyarakat berkolaborasi dengan Pusat Studi Pesisir dan Kelautan Universitas Brawijaya (PSPK UB) dan Yayasan Cerita Laut Nusantara (NARASEA) mengembangkan handbook edukasi perubahan iklim berbasis ekosistem pesisir bagi siswa sekolah menengah atas (SMA).
Program ini diwujudkan melalui pengembangan dan uji coba terbatas buku panduan berjudul “Bersama Laut Meredam Perubahan Iklim: Buku Panduan Edukasi Perubahan Iklim dan Ekosistem Pesisir”.
Kegiatan ini dipimpin oleh Dr. Fuad, S.Pi., M.T., selaku Ketua Tim DOKAR sekaligus Wakil Dekan III FPIK UB, bersama tim Pusat Studi Pesisir dan Kelautan (PSPK) UB serta mitra Yayasan NARASEA.
Uji coba terbatas handbook dilaksanakan di dua sekolah, yakni SMKN 2 Denpasar, Bali, pada 26 Oktober 2026 bersama mitra NARASEA dan SMAN 1 Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, pada 27 Oktober 2026 bersama tim Universitas Brawijaya.
Berangkat dari Kebutuhan Guru dan Siswa di Wilayah Pesisir
Pengembangan handbook ini diawali dengan asesmen terhadap siswa dan guru, serta kegiatan Focus Group Discussion (FGD).
Tahapan tersebut dilakukan untuk mengidentifikasi kebutuhan pembelajaran, tingkat pemahaman, serta tantangan dalam penyampaian materi perubahan iklim dan ekosistem pesisir di lingkungan sekolah.
Hasil asesmen dan diskusi menjadi landasan bagi tim dalam merancang substansi, materi, dan pendekatan pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik serta kebutuhan pengguna.
Melalui pendekatan tersebut, handbook tidak hanya disusun berdasarkan perspektif akademik, tetapi juga mempertimbangkan pengalaman dan masukan dari guru serta siswa sebagai sasaran utama penggunaannya.
Dengan demikian, materi yang dikembangkan diharapkan lebih kontekstual, mudah dipahami, dan relevan dengan kondisi lingkungan pesisir.
Libatkan Siswa dalam Uji Coba dan Evaluasi Materi
Setelah melalui proses penyusunan, handbook diuji coba secara terbatas dengan melibatkan sekitar 40 siswa dari masing-masing sekolah.
Keterlibatan siswa menjadi bagian penting dalam proses evaluasi untuk memperoleh umpan balik (feedback) secara langsung, baik terkait substansi materi, bahasa, maupun metode penyampaian.
Masukan tersebut selanjutnya menjadi bahan penyempurnaan handbook agar lebih mudah dipahami, menarik, dan relevan dengan kondisi lingkungan pesisir.
Di SMA Negeri 1 Denpasar, kegiatan dilaksanakan melalui metode pembelajaran kolaboratif.
Para siswa diajak menyampaikan gagasan, bertukar pendapat, serta menyusun ide menggunakan kertas catatan berwarna pada lembar kerja.
Aktivitas ini mendorong keterlibatan aktif siswa sekaligus mengembangkan kreativitas, komunikasi, kerja sama tim, dan kemampuan berpikir kritis dalam merumuskan gagasan secara bersama-sama.
Sementara itu, pelaksanaan uji coba di SMA Negeri 1 Sumbermanjing berlangsung secara interaktif dengan melibatkan partisipasi aktif para siswa selama penyampaian materi.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi kuis sebagai bentuk evaluasi untuk mengukur pemahaman peserta terhadap materi yang telah disampaikan.
Melalui kuis tersebut, siswa diajak mengingat kembali informasi yang diperoleh sekaligus menciptakan suasana pembelajaran yang lebih menarik dan menyenangkan.
Perkuat Literasi Iklim dan Pendidikan Lingkungan Pesisir
Pengembangan handbook ini dilatarbelakangi oleh pentingnya ketersediaan bahan ajar yang kontekstual untuk meningkatkan pemahaman siswa mengenai perubahan iklim dan keterkaitannya dengan ekosistem pesisir.
Lingkungan pesisir memiliki karakteristik dan tantangan tersendiri dalam menghadapi perubahan iklim sehingga diperlukan pendekatan edukasi yang dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat setempat.
Secara akademik, kegiatan ini menghasilkan produk ilmiah berupa handbook ber-ISBN yang diharapkan dapat memperkaya khazanah literatur pendidikan lingkungan di Indonesia.
Produk tersebut juga berpotensi menjadi landasan bagi penelitian lanjutan, khususnya dalam mengkaji efektivitas metode edukasi perubahan iklim pada tingkat pendidikan menengah.
Dari sisi praktis, handbook ini diharapkan menjadi alat bantu pembelajaran bagi guru SMA di wilayah pesisir yang membutuhkan materi ajar sesuai dengan kondisi lingkungan setempat.
Bagi siswa, buku panduan ini diharapkan dapat memperluas wawasan mengenai realitas perubahan iklim di sekitar mereka, meningkatkan kepedulian terhadap keberlanjutan ekosistem pesisir, serta menginspirasi keterlibatan dalam aksi nyata menjaga lingkungan.
Dukung Pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs)
Program DOKAR 2026 skema Pengabdian Masyarakat ini juga menjadi bagian dari kontribusi Universitas Brawijaya dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).
Secara khusus, kegiatan ini berkaitan dengan SDG 13: Climate Action (Penanganan Perubahan Iklim) melalui peningkatan literasi dan kesadaran generasi muda terhadap perubahan iklim (climate actions), serta SDG 14: Life Below Water (Ekosistem Lautan) melalui edukasi mengenai pentingnya menjaga kelestarian ekosistem pesisir dan sumber daya laut (coastal ecosystem).
Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, lembaga mitra, dan institusi pendidikan, pengembangan handbook ini diharapkan tidak berhenti sebagai produk bahan ajar, tetapi juga menjadi sarana untuk membangun kesadaran ekologis generasi muda.
Dengan demikian, siswa di wilayah pesisir dapat memahami tantangan perubahan iklim sekaligus mengambil bagian dalam upaya menjaga keberlanjutan lingkungan laut dan pesisir.
