Mojokerto – Panggung kreativitas menjadi ruang bagi lahirnya generasi berprestasi. Semangat tersebut mewarnai kegiatan Expressive Day yang diselenggarakan Madrasah Ibtidaiyah (MI) Darul Huda Kota Mojokerto atau MISDHA pada Selasa (20/10/2026) hingga Rabu (21/10/2026). Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum peluncuran Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Pelajaran 2027/2028.
Mengusung semangat pengembangan bakat, kreativitas, dan karakter Islami, Expressive Day menghadirkan berbagai perlombaan serta penampilan peserta didik. Kegiatan tersebut menjadi sarana bagi siswa untuk menunjukkan kemampuan sekaligus melatih keberanian tampil di hadapan publik.
Sejumlah perlombaan yang digelar meliputi kaligrafi, menyanyi Islami, Pemilihan Da’i Cilik (Pildacil) menggunakan tiga bahasa, yakni Indonesia, Arab, dan Inggris, serta Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ).
Beragam kegiatan tersebut dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus menumbuhkan rasa percaya diri, kemampuan berkomunikasi, kreativitas, dan kecintaan peserta didik terhadap nilai-nilai keislaman.
Kepala MI Darul Huda Kota Mojokerto, Drs. H. Riha Mustofa, M.Pd.I., meresmikan peluncuran SPMB Tahun Pelajaran 2027/2028 dalam rangkaian kegiatan Expressive Day.
“Melalui Expressive Day, kami ingin memberikan ruang seluas-luasnya kepada anak-anak untuk menunjukkan bakat dan kemampuan mereka. Setiap peserta didik memiliki potensi yang berbeda, sehingga madrasah berkewajiban memberikan kesempatan agar potensi tersebut dapat berkembang secara optimal,” ujar H. Riha Mustofa.
Menurut konsep pendidikan yang dikembangkan MISDHA, keberhasilan peserta didik tidak hanya diukur berdasarkan nilai akademik, tetapi juga melalui kemampuan mengembangkan keterampilan, keberanian, kreativitas, serta pembentukan karakter yang baik.
“Kami ingin anak-anak tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak mulia, percaya diri, mandiri, serta mampu menunjukkan prestasi sesuai bakat dan minat masing-masing,” lanjutnya.
Selain menjadi wadah pengembangan potensi siswa, Expressive Day dimanfaatkan sebagai momentum memperkenalkan program pendidikan MI Darul Huda kepada masyarakat melalui peluncuran SPMB Tahun Pelajaran 2027/2028.
Peluncuran tersebut menandai langkah awal madrasah dalam menyambut calon peserta didik baru sekaligus memperkenalkan berbagai program unggulan yang menjadi bagian dari proses pembelajaran di MISDHA.
“Peluncuran SPMB Tahun Pelajaran 2027/2028 menjadi momentum bagi kami untuk memperkenalkan MI Darul Huda kepada masyarakat. Kami berharap semakin banyak orang tua yang memberikan kepercayaan kepada madrasah untuk mendampingi pendidikan putra-putrinya,” ungkap H. Riha Mustofa.
Dalam mendukung pengembangan potensi peserta didik, MI Darul Huda menyediakan berbagai pilihan kegiatan ekstrakurikuler yang mencakup bidang keagamaan, seni, olahraga, hingga teknologi.
Program tersebut meliputi Pramuka, Catur, MTQ atau Seni Baca Al-Qur’an (SBQ), Kaligrafi, Robotik, Melukis, Banjari, Tari, Tenis Meja, Bola Voli, Qosidah, Bela Diri, Futsal, Drumband, Bulu Tangkis, dan Habsyi.
Keberagaman ekstrakurikuler tersebut memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk menemukan minat dan mengembangkan kemampuan sesuai potensi masing-masing.
Melalui kegiatan olahraga, misalnya, siswa dapat belajar mengenai kedisiplinan, kerja sama, dan sportivitas. Sementara itu, kegiatan seni dan keagamaan menjadi sarana untuk mengasah kreativitas sekaligus memperkuat nilai spiritual.
Di bidang teknologi, keberadaan ekstrakurikuler robotik menjadi salah satu bentuk pengenalan keterampilan yang relevan dengan perkembangan zaman.
Tidak hanya mengembangkan kemampuan akademik dan nonakademik, MI Darul Huda juga memberikan perhatian terhadap pembentukan karakter religius melalui berbagai kegiatan pembiasaan harian.
Setiap Senin, peserta didik mengikuti upacara bendera sebagai sarana menanamkan kedisiplinan, tanggung jawab, dan semangat cinta tanah air.
Pada Selasa hingga Kamis, kegiatan diawali dengan doa pagi yang dilanjutkan pembelajaran Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) serta Tahfidz Al-Qur’an.
Sementara itu, setiap Jumat dilaksanakan istighotsah sebagai bagian dari pembinaan spiritual peserta didik. Adapun Sabtu diisi dengan Senam Anak Indonesia Hebat untuk menjaga kebugaran sekaligus membangun semangat belajar.
Pembiasaan ibadah juga diterapkan melalui pelaksanaan salat Dhuha, salat Zuhur, dan salat Jumat secara berjamaah sesuai ketentuan yang berlaku.
Melalui kegiatan tersebut, madrasah berupaya menanamkan pemahaman bahwa pendidikan agama tidak hanya diperoleh melalui pembelajaran di kelas, tetapi juga perlu diwujudkan dalam kebiasaan sehari-hari.
“Pembentukan karakter merupakan bagian penting dalam pendidikan di madrasah. Karena itu, kami membiasakan anak-anak untuk disiplin beribadah, mencintai Al-Qur’an, menghormati guru dan orang tua, serta memiliki kepedulian terhadap sesama,” jelas H. Riha Mustofa.
Selain pembiasaan harian, MISDHA menetapkan sejumlah target kompetensi keagamaan yang diupayakan dapat dikuasai peserta didik sebelum menyelesaikan pendidikan.
Kompetensi tersebut meliputi hafalan doa sehari-hari, hadis pilihan, bacaan salat, doa setelah salat, zikir, serta Asmaul Husna beserta artinya.
Peserta didik juga diarahkan untuk menghafal surat-surat pendek mulai dari Surah An-Nas hingga Surah Asy-Syams, serta menguasai bacaan istighotsah dan tahlil.
Target tersebut menjadi bagian dari upaya madrasah membekali lulusan dengan pengetahuan dan keterampilan keagamaan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari maupun ketika melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.
Penguatan program Tahfidzul Qur’an juga menjadi salah satu perhatian MISDHA dalam membangun generasi yang memiliki kecintaan terhadap Al-Qur’an sejak usia dini.
“Harapan kami, lulusan MI Darul Huda memiliki bekal ilmu pengetahuan yang baik sekaligus kemampuan keagamaan yang kuat. Mereka diharapkan mampu membaca dan menghafal Al-Qur’an, melaksanakan ibadah dengan benar, serta menunjukkan akhlakul karimah dalam kehidupan sehari-hari,” tuturnya.
Berbagai program tersebut mencerminkan upaya MI Darul Huda Kota Mojokerto untuk menghadirkan pendidikan dasar Islam yang mengintegrasikan pembelajaran akademik, pengembangan bakat, keterampilan, dan pembentukan karakter.
Melalui pendekatan tersebut, madrasah berupaya menciptakan lingkungan pendidikan yang religius, ramah anak, dan memberikan kesempatan bagi setiap peserta didik untuk berkembang sesuai kemampuannya.
Pelaksanaan Expressive Day sekaligus peluncuran SPMB Tahun Pelajaran 2027/2028 menjadi bagian dari langkah MISDHA dalam memperkuat komitmen menghadirkan pendidikan berkualitas bagi masyarakat Kota Mojokerto.
“Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama membangun generasi masa depan yang berilmu, berakhlak mulia, kreatif, dan berprestasi. Dengan semangat MISDHA, Satu Janji Prestasi, kami akan terus berupaya memberikan layanan pendidikan terbaik bagi seluruh peserta didik,” pungkas Riha Mustofa.
Dengan semangat “MISDHA, Satu Janji Prestasi”, MI Darul Huda Kota Mojokerto berharap kegiatan Expressive Day dapat terus menjadi ruang tumbuhnya kreativitas dan prestasi siswa. Sementara itu, peluncuran SPMB 2027/2028 menjadi langkah awal madrasah dalam menyambut generasi baru yang diharapkan tumbuh menjadi pribadi Islami, mandiri, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
