Balikpapan – Di tengah hiruk pikuk kehidupan perkotaan, solidaritas sosial sering kali diuji oleh kesenjangan. Namun, dari sudut-sudut lingkungan warga, gerakan berbagi tumbuh perlahan namun konsisten melalui program Halte Sedekah yang digagas La Ode Nasir Center (LNC). Program ini kembali ditegaskan sebagai pilar penguatan kepedulian sosial dalam pertemuan rutin kader Halte Sedekah, Jumat (30/1/2026) pekan lalu.
La Ode Nasir Center merupakan lembaga sosial yang didirikan oleh La Ode Nasir, anggota legislatif DPRD Provinsi Kalimantan Timur. Melalui Halte Sedekah, LNC berupaya menjadi penghubung antara masyarakat yang memiliki kelebihan rezeki dengan warga yang membutuhkan bantuan, tanpa sekat birokrasi dan prosedur yang rumit.
Program Halte Sedekah mengusung konsep sederhana namun sarat makna, yakni “menaruh semampunya dan mengambil secukupnya”. Bantuan yang tersedia tidak terbatas pada bahan pangan seperti beras dan sayur mayur, tetapi juga mencakup pakaian serta perlengkapan layak pakai lainnya. Skema ini memungkinkan warga saling membantu secara langsung, membangun kepercayaan, dan menumbuhkan rasa empati di tingkat lingkungan.
Ketua Halte Sedekah, Hj. Iim, menegaskan komitmennya dalam merawat gerakan kepedulian sosial tersebut. Ia menyampaikan bahwa pertemuan rutin kader tidak sekadar menjadi agenda formal organisasi, melainkan ruang strategis untuk memperkuat ikatan sosial di antara para relawan.
“Pertemuan ini menjadi penguatan bersama bahwa kita tidak berjalan sendiri. Ada banyak orang dengan kepedulian yang sama. Kita sengaja berkumpul, saling menguatkan, sarapan dan senam bersama, sebagai simbol kebersamaan,” ujar Iim dalam sambutannya.
Pertemuan tersebut turut dihadiri Wakil Wali Kota Balikpapan Bagus Susetyo, Founder LNC La Ode Nasir, serta ratusan kader Halte Sedekah yang selama ini menjadi garda terdepan menjaga keberlangsungan program. Kehadiran unsur pemerintah daerah dinilai menjadi bentuk dukungan moral terhadap gerakan sosial berbasis masyarakat.
Dalam kesempatan itu, La Ode Nasir menyampaikan bahwa pengembangan Halte Sedekah akan terus diupayakan secara berkelanjutan. Ia menilai program tersebut telah memberikan dampak nyata bagi masyarakat, khususnya dalam membantu warga memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari secara bermartabat.
Menurutnya, Halte Sedekah bukan hanya soal memberi bantuan materi, tetapi juga membangun ekosistem gotong royong yang hidup di tengah masyarakat. Gerakan ini dinilai relevan untuk menjawab tantangan sosial di perkotaan, di mana kepedulian antarwarga sering kali tergerus oleh kesibukan masing-masing.
La Ode Nasir bahkan menargetkan LNC dapat mengembangkan hingga 1.000 Halte Sedekah yang tersebar di berbagai daerah. Target tersebut diyakini dapat tercapai dengan dukungan kader, relawan, serta kolaborasi lintas elemen masyarakat dan pemerintah.
Program Halte Sedekah kini dipandang sebagai contoh praktik baik gerakan sosial berbasis lingkungan di Kalimantan Timur. Dengan pendekatan yang sederhana, inklusif, dan berkelanjutan, LNC berharap semangat berbagi tidak hanya menjadi kegiatan sesaat, melainkan budaya sosial yang mengakar kuat di tengah masyarakat.
