Pasaman Barat – Dinamika pemilihan Wali Nagari di Kabupaten Pasaman Barat mulai menghadirkan sosok-sosok muda dengan latar belakang yang beragam. Di Nagari Sinuruik, Kecamatan Talamau, nama Yuheldi atau yang akrab disapa Dedi “Rang Sinuruik” menjadi salah satu figur yang mulai mendapat perhatian masyarakat. Tidak hanya dikenal aktif di organisasi sosial dan kepemudaan, Dedi juga dikenal sebagai seorang wartawan yang selama ini dekat dengan persoalan masyarakat bawah.
Kehadiran Dedi dinilai membawa warna baru dalam kontestasi politik tingkat nagari. Dengan slogan “Muda Bergerak, Daerah Melaju”, ia mencoba menghadirkan semangat kepemimpinan yang terbuka, komunikatif, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Pengalamannya sebagai jurnalis disebut membentuk karakter yang kritis, responsif, dan terbiasa turun langsung melihat kondisi masyarakat di lapangan.
Saat ditemui GOnews.id pada Jum’at (8/5/2026), Dedi menegaskan bahwa keinginannya maju dalam pemilihan Wali Nagari lahir dari kepedulian terhadap pembangunan daerah dan kebutuhan masyarakat yang harus didengar secara langsung.
“Saya ingin menjadi pemimpin yang siap mengayomi dan melayani masyarakat demi kemajuan nagari,” ujar Dedi kepada GOnews.id.
Sebagai wartawan, Dedi diketahui cukup aktif meliput berbagai persoalan sosial, pembangunan, hingga kegiatan masyarakat di Pasaman Barat. Aktivitas jurnalistik itu membuat dirinya memahami banyak persoalan yang dihadapi warga, mulai dari kebutuhan infrastruktur, pemberdayaan pemuda, hingga penguatan ekonomi masyarakat kecil.
Selain aktif di dunia jurnalistik, Dedi juga terlibat dalam kegiatan kemanusiaan sebagai relawan Palang Merah Indonesia (PMI) di Kecamatan Talamau dan Pasaman Barat. Kiprah sosial tersebut semakin memperkuat citranya sebagai figur muda yang peduli terhadap kondisi masyarakat dan cepat tanggap dalam kegiatan kemanusiaan.
Sejumlah tokoh masyarakat di Talu menilai kemunculan Dedi menjadi pertanda bahwa generasi muda mulai berani tampil mengambil tanggung jawab dalam pembangunan nagari. Latar belakangnya sebagai wartawan juga dianggap menjadi nilai tambah karena dinilai memahami cara menyerap aspirasi masyarakat secara langsung dan objektif.
“Nagari butuh energi baru dari anak muda yang mau turun langsung ke lapangan,” ujar seorang tokoh pemuda di Talu.
Dalam visi yang dibawanya, Dedi menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah nagari, tokoh adat, pemuda, dan masyarakat. Menurutnya, pembangunan tidak akan berjalan maksimal tanpa keterlibatan seluruh unsur masyarakat. Ia juga menilai nilai adat Minangkabau harus tetap menjadi dasar dalam menjalankan roda pemerintahan nagari.
“Adat dan martabat ninik mamak harus dijunjung tinggi. Pemimpin nagari wajib mendengar petuah dan musyawarah para tokoh adat,” tegasnya.
Dedi juga membawa empat nilai utama dalam narasi kepemimpinannya, yakni muda dan peduli, inovatif, kolaboratif, serta berkarya untuk daerah. Nilai tersebut dianggap relevan dengan tantangan Nagari Sinuruik saat ini yang membutuhkan pemimpin komunikatif, terbuka terhadap kritik, dan mampu membangun hubungan erat dengan masyarakat.
Dengan pengalaman sebagai wartawan, relawan PMI, dan aktivis kepemudaan, Yuheldi atau Dedi “Rang Sinuruik” kini hadir sebagai figur muda yang tidak hanya membawa semangat perubahan, tetapi juga pemahaman langsung terhadap realitas masyarakat. Perjalanan menuju pemilihan Wali Nagari memang masih panjang, namun kemunculannya menjadi simbol bahwa generasi muda mulai mengambil peran penting dalam menentukan arah pembangunan nagari ke depan.
