Malang – Pendidikan tinggi ibarat pelayaran panjang; semakin kuat arah kompas kolaborasi, semakin besar peluang mencapai tujuan bersama. Semangat itulah yang mewarnai kunjungan benchmarking Fakultas Pertanian Universitas Yudharta Pasuruan ke Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya (FPIK UB), Jumat (22/5/2026).
Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 09.30 WIB di lingkungan FPIK UB tersebut menjadi bagian dari langkah awal mempererat kerja sama akademik sekaligus benchmarking Program Studi Teknologi Hasil Perikanan (THP) antara kedua perguruan tinggi. Pertemuan ini dihadiri jajaran pimpinan dan dosen dari Universitas Yudharta Pasuruan yang ingin memperkuat tata kelola pendidikan, pengembangan kurikulum, hingga mutu akademik program studi.
Delegasi Universitas Yudharta Pasuruan dipimpin Dekan Fakultas Pertanian, Dr. Ir. Ernawati, M.P., didampingi Ketua Program Studi THPI Roisatul Ainiyah, M.Pd., bersama sejumlah dosen lainnya, yakni Dr. Matheus Nugroho, S.Pi., M.P., Illiyatus Sholiha, M.Pd., dan Senja Ikerismawati, S.Si., M.Pd. Kehadiran mereka disambut pihak FPIK UB dalam forum diskusi yang berlangsung interaktif dan produktif.
Dalam pertemuan tersebut, kedua institusi membahas berbagai aspek strategis pengelolaan pendidikan tinggi, mulai dari pengembangan kurikulum berbasis kebutuhan industri, penguatan laboratorium, peningkatan kualitas pembelajaran, hingga strategi memperkuat akreditasi program studi. Selain itu, penjajakan Perjanjian Kerja Sama (PKS) juga menjadi agenda penting sebagai dasar penguatan kolaborasi ke depan.
“Kegiatan benchmarking ini diharapkan dapat memberikan banyak pembelajaran bagi pengembangan Program Studi Teknologi Hasil Perikanan di Universitas Yudharta Pasuruan, terutama dalam peningkatan kualitas akademik dan tata kelola program studi,” ujar Dr. Ir. Ernawati, M.P.
FPIK UB dalam kesempatan itu turut memperkenalkan sejumlah pengembangan akademik yang telah dijalankan, termasuk inovasi riset, penguatan pembelajaran praktis, serta sistem pengelolaan pendidikan di bidang perikanan dan teknologi hasil perikanan. Pertukaran pengalaman tersebut diharapkan dapat membuka ruang adaptasi kebijakan akademik yang relevan dengan tantangan pendidikan tinggi saat ini.
Pihak FPIK UB menyebut kerja sama antarkampus menjadi langkah strategis dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang saling mendukung. Menurut mereka, penguatan mutu perguruan tinggi tidak hanya dilakukan melalui kompetisi, tetapi juga kolaborasi dan pertukaran pengetahuan.
“Kolaborasi dan pertukaran pengetahuan antar perguruan tinggi menjadi hal penting untuk mendorong peningkatan mutu pendidikan tinggi yang adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan masyarakat,” ungkap Dekan FPIK UB.
Selain menjadi sarana belajar bersama, benchmarking ini juga diharapkan menjadi fondasi kerja sama berkelanjutan dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Dengan memperluas jejaring akademik nasional, kedua institusi diyakini dapat memperkuat kapasitas sumber daya manusia di sektor perikanan dan teknologi hasil perikanan.
Melalui kegiatan ini, FPIK UB terus memperkuat perannya sebagai institusi pendidikan tinggi yang terbuka terhadap kolaborasi akademik dan pengembangan jejaring nasional. Benchmarking tersebut diharapkan menjadi awal kerja sama berkelanjutan dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengembangan sumber daya manusia di sektor perikanan dan kelautan.
Kegiatan ini juga sejalan dengan implementasi Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur), serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).
