Malang – Sehat sering kali terasa mahal ketika gejala datang terlambat. Berangkat dari kesadaran bahwa pencegahan lebih baik dibanding pengobatan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya (FPIK UB) bersama Klinik Universitas Brawijaya menggelar skrining kesehatan gratis bagi civitas akademika di lingkungan kampus.
Kegiatan yang berlangsung pada Rabu (20/5/2026) di Ruang Exhibition Lantai 1 FPIK UB itu difokuskan pada pemeriksaan Diabetes Mellitus (DM) dan deteksi dini kanker serviks melalui layanan Pap smear. Program yang dimulai pukul 09.00 WIB tersebut menjadi bagian dari upaya promotif dan preventif untuk meningkatkan kesadaran sivitas akademika mengenai pentingnya pemeriksaan kesehatan berkala.
Antusiasme terlihat dari keikutsertaan dosen, tenaga kependidikan, hingga civitas akademika lainnya yang memanfaatkan layanan pemeriksaan gratis tersebut. Selain melakukan pengecekan kondisi kesehatan, peserta juga memperoleh edukasi mengenai pola hidup sehat dan langkah pencegahan penyakit tidak menular sejak dini.
“Kegiatan skrining kesehatan ini merupakan bentuk kepedulian fakultas terhadap kesehatan sivitas akademika. Melalui deteksi dini, diharapkan risiko penyakit dapat diketahui lebih awal sehingga penanganan dan pencegahan dapat dilakukan secara lebih optimal,” ujar salah satu panitia kegiatan.
Pihak penyelenggara menilai kesehatan memiliki peran penting dalam menunjang produktivitas di lingkungan akademik. Karena itu, kampus tidak hanya menitikberatkan perhatian pada penguatan pendidikan dan penelitian, tetapi juga mendorong terciptanya ruang belajar dan bekerja yang mendukung kesejahteraan fisik serta mental warga kampus.
Pemeriksaan Diabetes Mellitus dipilih sebagai salah satu fokus layanan mengingat tingginya risiko penyakit metabolik yang banyak dipengaruhi pola konsumsi, aktivitas fisik, dan gaya hidup modern. Dengan deteksi lebih awal, peserta diharapkan dapat mengetahui kondisi kesehatannya sebelum berkembang menjadi komplikasi yang lebih serius.
Di sisi lain, layanan Pap smear juga menjadi perhatian penting dalam kegiatan tersebut. Pemeriksaan ini ditujukan sebagai langkah deteksi dini kanker serviks yang hingga kini masih menjadi salah satu ancaman kesehatan perempuan di Indonesia. Edukasi mengenai pentingnya pemeriksaan rutin diberikan agar kesadaran masyarakat terhadap kesehatan reproduksi terus meningkat.
Selain layanan medis, kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran kesehatan yang mendorong budaya hidup sehat di lingkungan perguruan tinggi. Informasi mengenai pola makan seimbang, pentingnya aktivitas fisik, hingga kebiasaan melakukan pemeriksaan rutin menjadi bagian dari edukasi yang diberikan kepada peserta.
Kerja sama antara FPIK UB dan Klinik UB dalam kegiatan ini menunjukkan komitmen perguruan tinggi dalam mendukung kesehatan masyarakat kampus melalui pendekatan promotif dan preventif yang berkelanjutan. Langkah tersebut dinilai penting untuk membangun budaya sadar kesehatan di lingkungan pendidikan tinggi.
Sebagai institusi pendidikan yang terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia, FPIK UB berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkala guna menciptakan lingkungan akademik yang sehat, produktif, dan peduli terhadap kesejahteraan bersama.
Kegiatan ini juga sejalan dengan implementasi Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), dan SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui penguatan layanan kesehatan preventif dan kolaborasi antarunit di lingkungan Universitas Brawijaya.
