Tenggarong – Ketahanan pangan bukan sekadar soal makn, tetapi juga strategi bertahan hidup dan berdaulat. Hal itu tergambar jelas saat Sekretaris Daerah Kutai Kartanegara (Kukar), Sunggono, membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Ketahanan Pangan Tahun 2025 di Hotel Grand Elty Singgasana, Selasa (11/11/2025).
Acara tersebut menjadi panggung penting bagi Pemerintah Kabupaten Kukar untuk menegaskan bahwa ketahanan pangan adalah pilar pembangunan berkelanjutan. Dalam sambutan Bupati Kukar yang dibacakan Sekda Sunggono, disebutkan bahwa ketahanan pangan daerah mencerminkan kemampuan suatu wilayah dalam memenuhi kebutuhan pangannya secara mandiri dan berkelanjutan. Fokusnya mencakup empat aspek utama: ketersediaan, aksesibilitas, pemanfaatan, dan stabilitas pangan.
“Ketahanan pangan daerah adalah kondisi di mana suatu wilayah mampu secara mandiri dan berkelanjutan memenuhi kebutuhan pangannya, dengan memperhatikan ketersediaan, aksesibilitas, pemanfaatan, dan stabilitas pangan,” ucap Sunggono membacakan sambutan resmi.
Ia menjelaskan, program ketahanan pangan di Kukar akan dijalankan melalui berbagai pendekatan terpadu. Beberapa di antaranya yakni pengembangan sektor pertanian dan perikanan, penguatan cadangan serta distribusi pangan lokal, peningkatan kualitas gizi masyarakat, hingga pemanfaatan lahan pekarangan untuk diversifikasi pangan.
Sunggono menegaskan bahwa partisipasi masyarakat menjadi kunci keberhasilan program ini. Ia mengajak kelompok tani, pelaku usaha lokal, dan warga untuk mengelola potensi lahan pekarangan dan bersama-sama mendorong kemandirian pangan yang inklusif.
Langkah strategis ini juga diyakini mampu memperkuat ekonomi pedesaan, menciptakan lapangan kerja baru, dan mengurangi ketergantungan Kukar terhadap pasokan pangan dari luar daerah. Selain itu, cadangan pangan lokal akan dijaga agar tetap stabil menghadapi potensi gangguan pasokan atau inflasi pangan di masa depan.
Program diversifikasi pangan berbasis rumah tangga juga digencarkan. Potensi besar lahan pekarangan di Kukar menjadi aset yang ingin dioptimalkan pemerintah, untuk membangun ketahanan dari skala terkecil.
“Ketahanan pangan adalah tanggung jawab bersama dan investasi masa depan bagi masyarakat Kutai Kartanegara,” pungkas Sunggono.
Dengan Rakor ini, Pemerintah Kabupaten Kukar menunjukkan langkah nyata menuju kemandirian pangan, sekaligus menegaskan peran strategis daerah dalam menjaga kestabilan pangan nasional. (ADV).
