Jember – Kabupaten Jember kembali mencatat prestasi gemilang di pentas nasional. Pada ajang detikcom Awards 2025 yang digelar di Westin Hotel, Jakarta Selatan, Selasa (25/11/2025), Bupati Muhammad Fawait mendapat penghargaan sebagai Tokoh Pendorong Pluralisme & Kesejahteraan Pendidik Agama berkat kebijakan afirmatifnya melalui Program Insentif Guru Ngaji dan Pengajar Agama Lintas Agama. Penghargaan diterima oleh Plt. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Jember, Regar Jeane Dealen, mewakili Pemkab Jember.
Muhammad Fawait adalah pionir kebijakan yang mengakui peran pendidik agama — baik guru ngaji maupun pengajar lintas agama — yang selama ini banyak berkontribusi membina moral dan kerukunan umat tanpa tunjangan layak. Dengan program ini, Jember memastikan bahwa para pendidik agama dari berbagai keyakinan mendapatkan insentif finansial.
“Penghargaan ini bukan sekadar apresiasi, melainkan penegasan bahwa Jember memiliki keberanian politik untuk menempatkan martabat dan kesejahteraan pendidik agama, dari berbagai latar belakang keyakinan, sebagai prioritas utama,” ujar Regar Jeane Dealen saat menerima penghargaan.
Program itu sendiri menjangkau sekitar 22.000 pendidik keagamaan di 31 kecamatan dan 248 desa/kelurahan. Setiap penerima mendapat insentif sebesar Rp 1.500.000 per tahun. Penyaluran dilakukan secara non‑tunai (cashless), dengan proses verifikasi berlapis dan disalurkan langsung ke rekening penerima.
Pelaksanaan penyaluran dilakukan secara bertahap sepanjang September–Oktober 2025, dengan fasilitasi di balai desa agar mudah diakses dan menjaga martabat para pendidik. Mekanisme ini juga membantu menghindari antrean panjang dan meminimalkan birokrasi rumit. Hasil survei internal menunjukkan tingkat kepuasan penerima mencapai lebih dari 90 persen.
Para penerima mengaku bahwa insentif ini sangat membantu dalam mendukung aktivitas pembelajaran agama, operasional, maupun mobilitas dalam membina umat. Lebih dari itu, kebijakan inklusif lintas agama ini dianggap memperkuat kerukunan dan keharmonisan antarumat beragama di Jember — sebuah upaya konkret meneguhkan pluralisme di level lokal.
Dari aspek tata kelola, program ini dinilai sebagai contoh praktik baik: transparan, akuntabel, dan manusiawi. Data penerima tersusun rapi, penyaluran tepat sasaran, dan administrasi dilakukan dengan tertib. Banyak pemerhati menilai Jember sekarang menjadi tolok ukur untuk pemerintahan yang inklusif dan berkeadilan.
Keberhasilan ini menggarisbawahi komitmen Pemkab Jember dalam menghadirkan kebijakan sosial berbasis keadilan dan pluralisme. Dengan penghargaan ini, Jember berharap memicu daerah lain untuk mencontoh upaya afirmatif serupa, demi memperkuat tali persaudaraan dan kesejahteraan bagi para pendidik agama lintas keyakinan.
