Muara Badak – Dalam semarak suara dan harmoni, Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) IV Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) resmi dibuka di Lapangan Mutiara, Kecamatan Muara Badak, pada Senin (24/11/2025). Ribuan peserta dan tamu undangan hadir dalam acara yang mengusung tema “Bernyanyi dan Bermasmur untuk Tuhan”, sebagai wujud syukur dan penguatan nilai-nilai toleransi antarumat beragama.
Acara pembukaan ditandai dengan pernyataan resmi dari Bupati Kukar, Dr. Aulia Rahman Basri, M.Kes, yang menekankan pentingnya menjadikan Pesparawi sebagai momentum menjaga keharmonisan di tengah keberagaman masyarakat Kukar.
“Gunakan ajang ini untuk menjaga keberagaman dan menjaga toleransi yang ada di tengah masyarakat kita. Kabupaten Kutai Kartanegara merupakan miniatur Indonesia. Semua suku dan agama ada di sini. Dan fakta mencatat Kutai Kartanegara merupakan daerah teraman dan damai se-Kalimantan Timur,” ujar Bupati Aulia Rahman saat membuka acara.
Ia juga menambahkan bahwa melalui setiap lantunan pujian, masyarakat diharapkan mampu memperkuat nilai persaudaraan dan persatuan. Menurutnya, Pesparawi bukan sekadar ajang seni suara, tetapi juga media pelayanan rohani dan ruang ekspresi iman yang membawa kedamaian.
Tema tahun ini “Bernyanyi dan Bermasmur untuk Tuhan” menjadi dasar seluruh kegiatan Pesparawi IV. Setiap paduan suara yang tampil menyampaikan pesan syukur dan cinta kasih melalui lagu-lagu rohani yang menyentuh hati.
Para peserta berasal dari berbagai kecamatan di Kukar, menunjukkan kekayaan talenta lokal dan semangat bersama dalam melayani melalui seni musik. Pesparawi kali ini juga menjadi ajang pembinaan mental spiritual yang mendalam, terutama dalam memperkuat nilai-nilai religius dalam kehidupan sehari-hari.
Acara ini turut didukung penuh oleh pemerintah daerah, tokoh-tokoh agama, serta komunitas gerejawi di Kukar. Diharapkan, perhelatan ini menjadi pemantik semangat baru untuk terus menjunjung tinggi toleransi dan kerukunan, di tengah pembangunan daerah yang semakin dinamis.
Dengan semangat kebersamaan, Pesparawi IV Kukar 2025 diharapkan mampu menjadi ajang yang menyatukan semua perbedaan dalam satu pujian yang penuh kasih dan damai. (ADV).
