Bondowoso – “Makanan bergizi adalah bahan bakar masa depan,” menjadi semangat yang mengiringi rapat koordinasi dan evaluasi yang digelar Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sukosari Lor, Sabtu (18/4/2026). Kegiatan ini menjadi langkah konkret dalam memperbaiki kualitas layanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi siswa di Kabupaten Bondowoso.
Rakor tersebut melibatkan pengelola dapur MBG, tenaga lapangan, serta perwakilan satuan pendidikan. Fokus utama pembahasan mencakup peningkatan kualitas distribusi makanan agar tepat sasaran, higienis, serta sesuai standar operasional. Selain itu, forum ini juga menyoroti pentingnya penyusunan menu yang mampu memenuhi kebutuhan gizi siswa guna mendukung tumbuh kembang optimal.
“Kegiatan ini kami inisiasi bersama dan disetujui oleh mitra kami, Bapak H. Lus selaku owner SPPG. Harapan kami, pelaksanaan program semakin lancar, mulai dari penyusunan menu hingga pendistribusian sesuai SOP, dan ke depan bisa lebih maksimal,” ujar Kepala SPPG Sukosari Lor, Muhammad Ferdo Syaifullah.
Ia menegaskan bahwa evaluasi rutin menjadi kunci agar program tidak hanya berjalan secara administratif, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi peserta didik. Dengan perbaikan berkelanjutan, kualitas makanan yang diterima siswa diharapkan tetap terjaga dari sisi kebersihan maupun kandungan gizinya.
“Kami sangat senang dan bersyukur kegiatan ini bisa terlaksana. Ini bentuk kepedulian besar kepada kami sebagai pengelola. Masukan dari perwakilan sekolah menjadi bahan evaluasi penting agar pelayanan ke depan semakin baik,” kata H. Lus.
Dalam diskusi tersebut, berbagai aspek teknis turut dibahas secara mendalam, mulai dari standar keamanan pangan, mekanisme distribusi, hingga inovasi menu. Variasi makanan dinilai menjadi salah satu faktor penting agar siswa tidak bosan, sekaligus memastikan asupan nutrisi tetap seimbang setiap harinya.
Perwakilan sekolah yang hadir memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan program MBG. Mereka menilai keberadaan program ini telah membawa dampak positif, terutama dalam meningkatkan konsentrasi belajar serta semangat siswa selama mengikuti kegiatan pembelajaran di sekolah.
Selain itu, sinergi antara pihak dapur dan sekolah dianggap sebagai kunci keberhasilan program. Komunikasi yang baik dinilai mampu meminimalkan kendala di lapangan, termasuk dalam hal distribusi dan penerimaan makanan oleh siswa.
Melalui kegiatan evaluasi ini, SPPG Sukosari Lor berharap kolaborasi yang telah terjalin dapat semakin kuat. Upaya ini tidak hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan makan siswa, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang dalam mencetak generasi yang sehat, cerdas, dan kompetitif di masa depan.
