Grobogan – Riuh kreativitas bak denyut nadi ekonomi baru terasa di Alun-alun Purwodadi saat Semarak Kabupaten/Kota (KaTa) Kreatif Jawa Tengah 2026 resmi digelar. Kegiatan ini menjadi panggung besar bagi pelaku ekonomi kreatif untuk menunjukkan karya sekaligus memperkuat jejaring lintas daerah.
Acara yang berlangsung selama tiga hari, mulai Jumat hingga Minggu (17–19/4/2026), menghadirkan perwakilan dari 35 kabupaten/kota se-Jawa Tengah. Selain sebagai ajang promosi produk unggulan daerah, kegiatan ini juga menjadi forum strategis untuk memperkuat kolaborasi dan pertukaran ide antar pelaku ekonomi kreatif. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui Plt Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda, Hanung Triyono, menegaskan pentingnya forum ini dalam mendorong daya saing sektor kreatif.
“Forum ini bukan sekadar pameran, tetapi juga medium kolaborasi yang mempertemukan ide, kreativitas, dan peluang pasar,” ujar Hanung dalam sambutannya.
Ia menjelaskan, kehadiran pelaku ekonomi kreatif dari berbagai wilayah mencerminkan semangat masyarakat Jawa Tengah dalam mengembangkan potensi berbasis kearifan lokal yang mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman. Menurutnya, sektor ekonomi kreatif kini menjadi salah satu pilar penting dalam menggerakkan perekonomian daerah.
Konsep yang diusung dalam kegiatan ini juga sarat makna, yakni semangat ngopeni dan nglakoni. Ngopeni dimaknai sebagai upaya merawat dan mengembangkan potensi kreatif yang dimiliki daerah, sedangkan nglakoni menjadi bentuk implementasi nyata dalam mengelola sektor tersebut secara berkelanjutan.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menilai bahwa penguatan sektor ekonomi kreatif tidak hanya berdampak pada peningkatan usaha mikro dan kecil, tetapi juga berkontribusi signifikan terhadap penciptaan lapangan kerja. Dengan berkembangnya sektor ini, diharapkan mampu menekan angka pengangguran sekaligus mengurangi tingkat kemiskinan di berbagai daerah.
Saat ini, tercatat 14 kabupaten/kota di Jawa Tengah telah ditetapkan sebagai KaTa Kreatif oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia. Selain itu, sebanyak 27 Komite Ekonomi Kreatif telah terbentuk sebagai wadah penguatan ekosistem industri kreatif di tingkat lokal.
Keberadaan komite tersebut dinilai menjadi faktor penting dalam mendorong sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan komunitas kreatif. Dengan dukungan yang terstruktur, pengembangan ekonomi kreatif di Jawa Tengah diharapkan semakin terarah dan berkelanjutan.
Melalui Semarak KaTa Kreatif Jawa Tengah 2026, pemerintah berharap tercipta ruang yang tidak hanya menjadi ajang pameran, tetapi juga wadah inspirasi, inovasi, dan kolaborasi. Kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat posisi Jawa Tengah sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi kreatif di Indonesia, sekaligus mendorong kemajuan sektor pariwisata berbasis potensi lokal.
