Jember – Hari Lahir Pancasila 2026 menjadi momentum penting bagi Kabupaten Jember. Di tengah semangat persatuan dan pembangunan yang diusung nilai-nilai Pancasila, daerah ini menandai babak baru dalam penguatan konektivitas dengan kembali beroperasinya rute penerbangan Jember–Surabaya pulang pergi (PP) melalui Bandara Notohadinegoro.
Peresmian rute tersebut dilakukan langsung oleh Bupati Jember, Muhammad Fawait, pada Senin (1/6/2026). Kegiatan yang melibatkan pemerintah daerah dan berbagai elemen organisasi kemasyarakatan itu menjadi bagian dari upaya memperkuat akses transportasi udara setelah sebelumnya Jember berhasil membuka jalur penerbangan menuju Jakarta dan Bali. Rute Jember–Surabaya dijadwalkan beroperasi empat kali dalam seminggu, yakni setiap Senin, Rabu, Jumat, dan Minggu. Penerbangan dari Surabaya berangkat pukul 09.05 WIB dan tiba di Jember pukul 10.05 WIB, sedangkan penerbangan dari Jember dijadwalkan lepas landas pukul 10.30 WIB dan mendarat di Surabaya pukul 11.20 WIB.
“Hari ini adalah hari bersejarah bagi Kabupaten Jember. Setelah terhubung dengan Jakarta dan Bali sebagai pusat pertumbuhan ekonomi, kini Jember kembali terhubung dengan Surabaya. Ini merupakan hasil perjuangan bersama dan bentuk nyata pengamalan nilai-nilai Pancasila untuk memajukan daerah,” ujar Gus Fawait dalam sambutannya.
Menurutnya, kehadiran kembali jalur penerbangan tersebut memiliki arti strategis bagi pembangunan daerah. Selama beberapa tahun terakhir, keterbatasan akses transportasi menuju pusat-pusat ekonomi dinilai menjadi salah satu tantangan yang memengaruhi percepatan pembangunan di Jember. Kondisi itu juga berdampak terhadap terbatasnya mobilitas masyarakat, dunia usaha, serta peluang investasi yang masuk ke wilayah tersebut.
Dibukanya kembali penerbangan menuju Surabaya diharapkan mampu memperpendek waktu perjalanan sekaligus meningkatkan efisiensi aktivitas bisnis dan pelayanan masyarakat. Selain itu, konektivitas yang semakin baik diyakini dapat memperkuat posisi Jember sebagai salah satu kawasan penyangga pertumbuhan ekonomi di wilayah Tapal Kuda dan Jawa Timur bagian timur.
Gus Fawait menegaskan bahwa keberhasilan menghadirkan kembali rute penerbangan tersebut tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak. Pemerintah pusat, anggota DPR RI, pihak maskapai penerbangan, hingga masyarakat disebut memiliki peran penting dalam mewujudkan kembali layanan transportasi udara yang sempat terhenti.
“Kalau sinergi ini terus kita pertahankan, saya yakin Jember akan kembali menjadi pusat pertumbuhan ekonomi di ujung timur Pulau Jawa,” tegasnya.
Keberadaan akses udara yang semakin lengkap juga diharapkan memberikan dampak positif terhadap sektor pariwisata, perdagangan, pendidikan, dan investasi. Pelaku usaha akan memiliki akses yang lebih cepat menuju pusat ekonomi Jawa Timur, sementara masyarakat memperoleh alternatif transportasi yang lebih efisien untuk berbagai kebutuhan.
Momentum Hari Lahir Pancasila tahun ini pun menjadi simbol bahwa semangat gotong royong dan kolaborasi dapat menghasilkan langkah konkret bagi kemajuan daerah. Dengan beroperasinya kembali rute Jember–Surabaya PP, Pemerintah Kabupaten Jember optimistis konektivitas yang semakin kuat akan membuka peluang ekonomi baru, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta mempercepat upaya pembangunan dan pengentasan kemiskinan di wilayah tersebut.
