Jember – Pendidikan diibaratkan sebagai pintu masa depan yang harus terbuka untuk semua anak tanpa membedakan latar belakang. Semangat itulah yang kembali ditegaskan Bupati Jember Muhammad Fawait saat menyapa masyarakat dalam kegiatan Pro Gus’e Update dan Gus’e Menyapa di Lapangan SMP Negeri 1 Jember, Jumat (17/7/2026).
Dalam kegiatan yang dihadiri masyarakat, tenaga pendidik, serta jajaran Dinas Pendidikan Kabupaten Jember tersebut, Muhammad Fawait menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk menciptakan sistem pendidikan yang bersih, transparan, dan berkeadilan. Salah satu penekanannya adalah tidak boleh ada praktik titip-menitip dalam proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di seluruh sekolah negeri, baik jenjang Sekolah Dasar (SD) maupun Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Selain menyoroti proses penerimaan siswa baru, Bupati juga meminta seluruh sekolah melaksanakan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) secara optimal. Menurutnya, MPLS harus menjadi sarana bagi peserta didik baru untuk beradaptasi dengan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan mendukung pembentukan karakter.
“Saya ingin memastikan bahwa tidak boleh, baik tahun ini maupun tahun-tahun yang akan datang, ada praktik titip-menitip dalam penerimaan siswa baru. Selain itu, tidak boleh ada tarikan biaya di luar ketentuan yang telah disepakati bersama antara Dinas Pendidikan, MKKS, dan para kepala sekolah,” tegas Muhammad Fawait.
Ia juga mengingatkan seluruh satuan pendidikan negeri agar tidak membebankan biaya di luar ketentuan kepada peserta didik. Menurutnya, sekolah negeri harus menjadi tempat yang ramah bagi seluruh kalangan, terutama anak-anak dari keluarga kurang mampu yang membutuhkan akses pendidikan tanpa hambatan ekonomi.
“Saya titip jangan sampai masyarakat atau anak-anak dari keluarga yang tidak mampu justru memiliki beban ketika bersekolah di sekolah negeri di Kabupaten Jember,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Bupati yang akrab disapa Gus Fawait menyampaikan apresiasi kepada Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Wakil Presiden atas kehadiran program Sekolah Rakyat di Kabupaten Jember. Program tersebut dinilai menjadi salah satu bentuk perhatian pemerintah terhadap pemerataan akses pendidikan bagi masyarakat miskin ekstrem.
Menurutnya, Sekolah Rakyat yang mulai beroperasi pada tahun ini hadir dengan fasilitas modern dan diperuntukkan bagi peserta didik yang berasal dari keluarga kategori desil 1 dan desil 2. Kehadiran sekolah tersebut diharapkan mampu membuka kesempatan yang lebih luas bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera untuk memperoleh pendidikan berkualitas.
“Ini menjadi bukti nyata bahwa sekolah termegah dan terbesar di Jember justru diperuntukkan bagi putra-putri masyarakat yang kurang mampu. Ini adalah bentuk konkret sinergi pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam upaya pengentasan kemiskinan, khususnya kemiskinan ekstrem di Kabupaten Jember,” ungkapnya.
Program Sekolah Rakyat juga dipandang sebagai bagian dari strategi pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan. Dengan memberikan akses pendidikan yang lebih baik kepada kelompok masyarakat rentan, pemerintah berharap tercipta peluang yang lebih besar bagi peningkatan kesejahteraan di masa depan.
Melalui kegiatan Pro Gus’e Update dan Gus’e Menyapa, Pemerintah Kabupaten Jember terus memperkuat komunikasi dengan masyarakat sekaligus memastikan berbagai program pembangunan berjalan secara terbuka, akuntabel, dan berpihak kepada kepentingan masyarakat. Komitmen tersebut diharapkan mampu memperkuat kepercayaan publik terhadap pelayanan pendidikan serta menciptakan sistem yang lebih adil bagi seluruh peserta didik di Kabupaten Jember.
