Sumenep – Upaya memperkuat kualitas pelaksanaan hisab dan rukyat di Jawa Timur terus dilakukan Lembaga Falakiyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (LF PWNU) Jawa Timur. Melalui Halaqah Falakiyah dan Turba yang akan digelar di Kantor PCNU Sumenep pada Jumat, 17 Juli 2026, organisasi tersebut ingin membangun kesamaan persepsi sekaligus mempererat jejaring antarlembaga falak di berbagai daerah.
Kegiatan yang dimulai pukul 13.00 WIB itu mengusung tema “Merajut Tali Silaturrohim dan Mengawal Eksistensi Rukyatul Hilal Ilmiah.” Rangkaian acara diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars Syubbanul Wathan, pembukaan, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, sambutan Ketua PCNU Sumenep dan Ketua LF PWNU Jawa Timur, dilanjutkan doa sebelum memasuki sesi halaqah. Kegiatan ini juga dinyatakan terbuka untuk umum.
Materi utama bertajuk “Problematika Hisab Rukyat di Jawa Timur” akan disampaikan Ketua Lembaga Falakiyah PWNU Jawa Timur, Syamsul Ma’arif, SH., MH. Pembahasan difokuskan pada dinamika pelaksanaan hisab dan rukyat di Jawa Timur, meliputi aspek teknis observasi hilal, metodologi perhitungan, koordinasi antarlembaga, hingga upaya menjaga akurasi dan kredibilitas rukyatul hilal sebagai bagian dari pelayanan keagamaan.
Ketua Lembaga Falakiyah PWNU Jawa Timur, Syamsul Ma’arif, mengatakan halaqah ini diharapkan menjadi forum konsolidasi keilmuan sekaligus memperkuat sinergi seluruh pegiat falak di Jawa Timur. Menurutnya, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi harus direspons dengan peningkatan kapasitas sumber daya manusia agar pelaksanaan hisab dan rukyat semakin akurat, ilmiah, dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Melalui halaqah ini kami ingin mempererat silaturahim antarlembaga falak, menyamakan persepsi dalam pelaksanaan hisab dan rukyat, serta memperkuat eksistensi rukyatul hilal ilmiah sebagai bagian dari khazanah keilmuan Nahdlatul Ulama,” ujar Syamsul Ma’arif.
Selain pembahasan mengenai problematika hisab rukyat, peserta juga akan mengikuti sesi pemrograman hisab berbasis Android. Materi tersebut diharapkan mampu mendorong pemanfaatan teknologi digital dalam mendukung proses perhitungan hisab yang lebih efektif tanpa meninggalkan kaidah ilmiah yang selama ini menjadi rujukan para ahli falak.
Peserta kegiatan terdiri atas pengurus Lembaga Falakiyah PCNU Sumenep, Lajnah Falakiyah pondok pesantren se-Kabupaten Sumenep, serta perwakilan Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) dan Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (APRI) Kementerian Agama Kabupaten Sumenep. Kehadiran berbagai unsur tersebut diharapkan memperkuat kolaborasi dalam pengembangan ilmu falak sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan keagamaan kepada masyarakat.
Setelah halaqah berakhir, peserta dijadwalkan mengikuti kegiatan Turba (Turun ke Bawah) dengan mengunjungi lokasi rukyatul hilal LFNU Sumenep. Kunjungan lapangan ini menjadi bagian dari pembelajaran praktis untuk melihat kesiapan sarana observasi hilal sekaligus memperkuat pemahaman mengenai pelaksanaan rukyat berbasis pendekatan ilmiah.
Melalui kegiatan tersebut, LF PWNU Jawa Timur berharap lahir kesamaan pandangan, meningkatnya kompetensi pegiat falak, serta semakin kuatnya jaringan kelembagaan yang mendukung pelaksanaan hisab dan rukyat di Jawa Timur. Sinergi yang terbangun juga diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam pelayanan keagamaan yang lebih profesional, akurat, dan terpercaya.
