Jember – Laut yang selama tiga hari menyimpan misteri akhirnya mengembalikan satu dari korban yang hilang di perairan Pantai Payangan, Desa Sumberejo, Kecamatan Ambulu, Kabupaten Jember. Tim SAR Gabungan berhasil menemukan Barokatul Hidayat (27) dalam kondisi meninggal dunia pada Senin (1/6/2026) pagi setelah pencarian intensif yang melibatkan berbagai unsur penyelamat dan masyarakat setempat.
Korban merupakan warga Dusun Karang Kebon, Desa Suci, Kecamatan Panti, Kabupaten Jember yang sebelumnya dilaporkan hilang akibat insiden tenggelam di perairan Pantai Payangan. Penemuan korban terjadi sekitar pukul 05.30 WIB setelah seorang nelayan yang melintas di kawasan perairan tersebut melihat benda mencurigakan mengapung dan segera melaporkannya kepada petugas. Mendapat informasi tersebut, Tim SAR Gabungan langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan identifikasi dan proses evakuasi.
Berdasarkan hasil pencatatan tim di lapangan, jasad korban ditemukan pada koordinat 08°26’25.909″S – 113°34’56.435″E. Lokasi tersebut berada sekitar 1,21 kilometer dari titik awal kejadian ke arah 161 derajat. Setelah dipastikan identitasnya sesuai dengan korban yang sedang dicari, petugas segera mengevakuasi jenazah ke daratan sebelum diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.
“Kami akan terus melakukan upaya pencarian secara maksimal hingga seluruh korban berhasil ditemukan,” ujar Kepala BPBD Jember, Edy Budi Susilo.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa operasi kemanusiaan di Pantai Payangan masih berlanjut. Hingga Senin pagi, satu korban lainnya masih dinyatakan hilang dan menjadi fokus utama pencarian Tim SAR Gabungan. Berbagai metode pencarian terus dilakukan baik melalui penyisiran laut maupun pemantauan di sekitar garis pantai untuk memperluas area pencarian.
Operasi pencarian ini melibatkan banyak unsur, mulai dari Pos SAR Jember, BPBD Kabupaten Jember, TNI, Polri, relawan SAR, hingga warga sekitar. Sejak hari pertama kejadian, seluruh personel bekerja sama mengoptimalkan sumber daya dan peralatan yang tersedia guna mempercepat proses pencarian korban. Koordinasi antarlembaga dilakukan secara intensif untuk memastikan setiap potensi lokasi korban dapat diperiksa secara menyeluruh.
Meski menghadapi tantangan berupa kondisi gelombang laut dan faktor cuaca yang berubah-ubah, semangat para petugas di lapangan tidak surut. Mereka terus melakukan pencarian dengan harapan korban yang masih hilang dapat segera ditemukan. Dukungan masyarakat sekitar juga menjadi faktor penting yang membantu kelancaran operasi, termasuk laporan awal dari nelayan yang akhirnya mengarah pada penemuan korban pertama.
Peristiwa ini menjadi pengingat akan pentingnya kewaspadaan saat beraktivitas di kawasan perairan, terutama di wilayah pantai yang memiliki karakter ombak dan arus laut yang cukup kuat. Selain itu, kejadian ini juga menunjukkan kuatnya sinergi antara instansi pemerintah, aparat keamanan, relawan, dan masyarakat dalam menjalankan misi kemanusiaan.
Dengan ditemukannya satu korban pada hari ketiga pencarian, harapan kini tertuju pada keberhasilan tim gabungan dalam menemukan korban lainnya yang masih belum diketahui keberadaannya. Operasi pencarian akan terus dilakukan hingga seluruh korban dapat ditemukan dan diserahkan kepada keluarga masing-masing. (Adv)
