Jember – Duka yang menyelimuti Pantai Payangan akhirnya mencapai titik akhir. Setelah tiga hari berpacu dengan waktu dan ganasnya ombak selatan, Tim SAR Gabungan berhasil menemukan dua kakak beradik yang hilang akibat terseret arus laut di kawasan Pantai Seruni Payangan, Desa Sumberejo, Kecamatan Ambulu, Kabupaten Jember. Keduanya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, mengakhiri operasi pencarian yang melibatkan berbagai unsur penyelamat.
Korban diketahui bernama Barokatul Hidayat (27) dan Rifki (22), warga Dusun Karang Kebon, Desa Suci, Kecamatan Panti, Kabupaten Jember. Insiden nahas tersebut terjadi pada Sabtu (30/5/2026) sekitar pukul 14.00 WIB ketika keduanya sedang berenang di area Pantai Seruni Payangan. Kuatnya arus dan tingginya gelombang diduga menyeret korban ke tengah laut hingga dinyatakan hilang dan memicu operasi pencarian intensif oleh Tim SAR Gabungan.
Kepala BPBD Jember, Edy Budi Susilo, menjelaskan bahwa proses pencarian dilakukan secara maksimal dengan membagi personel ke dalam tiga Search and Rescue Unit (SRU). Tim melakukan penyisiran melalui jalur laut dan darat menggunakan perahu Landing Craft Rubber (LCR), perahu jukung, serta patroli di sepanjang pesisir pantai.
“Seluruh unsur yang terlibat telah mengerahkan kemampuan terbaik dalam proses pencarian. Penyisiran dilakukan secara terpadu baik melalui laut maupun daratan hingga seluruh korban berhasil ditemukan,” ujar Edy Budi Susilo.
Korban pertama yang ditemukan adalah Rifki. Jenazahnya berhasil dievakuasi setelah warga melaporkan adanya tubuh mengapung di perairan Pantai Payangan pada Senin (1/6/2026) sekitar pukul 21.00 WIB. Tim SAR yang menerima informasi tersebut segera menuju lokasi dan melakukan evakuasi pada jarak sekitar 1,24 kilometer dari titik awal korban dilaporkan hilang.
Sementara itu, kakaknya, Barokatul Hidayat, ditemukan pada Selasa (2/6/2026) sekitar pukul 05.30 WIB. Penemuan bermula dari laporan nelayan yang melihat benda mencurigakan mengapung di perairan sekitar Payangan. Setelah dilakukan pemeriksaan, tim memastikan objek tersebut merupakan korban yang selama ini dicari. Proses evakuasi dilakukan pada jarak sekitar 1,21 kilometer dari lokasi kejadian.
Setelah proses identifikasi rampung, kedua jenazah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. Dengan ditemukannya seluruh korban, Operasi SAR Gabungan secara resmi ditutup pada Selasa pagi pukul 08.00 WIB. Penutupan operasi menandai berakhirnya misi kemanusiaan yang berlangsung selama tiga hari penuh sejak insiden terjadi.
Selain fokus pada pencarian dan evakuasi, tim gabungan juga menunjukkan kepedulian kepada keluarga korban dengan menyerahkan bantuan berupa dua paket sembako. Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk dukungan moral dan kemanusiaan kepada keluarga yang tengah berduka akibat kehilangan anggota keluarga mereka.
Operasi pencarian ini melibatkan berbagai unsur, di antaranya BPBD Kabupaten Jember, Kantor Pencarian dan Pertolongan Banyuwangi, Polsek Ambulu, Koramil Ambulu, Pos TNI AL Puger, Satpolairud Polres Jember, SAR Rimba Laut, Rumah Zakat Jember, Destana Suci, Siluman Rescue, Baret Rescue, MDMC Jember, serta keluarga korban yang turut membantu proses pencarian.
Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat dan wisatawan yang berkunjung ke kawasan pantai selatan Jember. Karakteristik ombak Samudra Hindia yang tinggi dan arus bawah laut yang kuat dapat berubah dalam waktu singkat sehingga berpotensi membahayakan keselamatan pengunjung. Kewaspadaan, kepatuhan terhadap rambu keselamatan, serta menghindari berenang di area berisiko menjadi langkah penting untuk mencegah terulangnya kejadian serupa di masa mendatang.
