Pasbar – Di tengah khidmatnya peringatan Hari Lahir Pancasila, sebuah momen sederhana namun sarat makna mencuri perhatian para peserta upacara. Ketika sebagian besar tamu undangan mulai meninggalkan lapangan usai rangkaian kegiatan berakhir, Komandan Kodim 0305/Pasaman, Letkol Inf Darmawan Hendra Wijaya, justru bergerak cepat menuju tiang bendera. Tindakannya yang spontan membantu tim Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) mengatasi kendala teknis pada bendera Merah Putih menjadi gambaran nyata kepemimpinan yang hadir langsung di lapangan.
Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila tingkat Kabupaten Pasaman Barat berlangsung di Lapangan Kantor Bupati Pasaman Barat pada Senin (1/6/2026). Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Pasaman Barat H. Yulianto, S.H., M.M., dan dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), aparatur sipil negara, pelajar, serta berbagai elemen masyarakat. Saat prosesi berlangsung, bendera Merah Putih diketahui tidak dapat berkibar secara sempurna karena kain bendera terpelintir dan melilit pada tali tiang. Meski demikian, tim Paskibraka tetap menjalankan tugas dengan penuh disiplin sehingga seluruh rangkaian upacara dapat berlangsung hingga selesai tanpa mengurangi kekhidmatan acara.
Setelah pembubaran upacara diumumkan, perhatian Letkol Inf Darmawan Hendra Wijaya tertuju kepada para anggota Paskibraka yang masih berupaya menangani kendala tersebut. Tanpa menunggu instruksi ataupun protokol khusus, ia langsung mendekati area tiang bendera untuk memberikan bantuan.
“Ini adalah bentuk tanggung jawab moral dan spontanitas kita bersama. Ketika melihat adik-adik Paskibraka menghadapi kendala teknis pasca-upacara, sudah kewajiban kita untuk langsung hadir memberikan dukungan dan solusi di lapangan,” ujar Dandim 0305/Pasaman.
Pernyataan tersebut mencerminkan sikap kepedulian yang ditunjukkan secara langsung. Kehadirannya di lokasi bukan hanya membantu pekerjaan teknis, tetapi juga memberikan ketenangan kepada anggota Paskibraka yang telah bertugas sejak awal upacara. Bersama tim yang berada di lapangan, ia ikut membantu mengurai tali yang melilit dan memastikan mekanisme pengait bendera kembali dapat digunakan sebagaimana mestinya.
Insiden teknis pada tali bendera memang dapat terjadi dalam pelaksanaan upacara, terutama ketika faktor angin dan posisi kain bendera menyebabkan putaran pada tali pengerek. Namun, yang menjadi perhatian banyak pihak bukan semata persoalan teknis tersebut, melainkan respons cepat yang ditunjukkan oleh pimpinan satuan TNI di wilayah Pasaman. Sikap tersebut dinilai mencerminkan nilai gotong royong, kepedulian, serta kesiapsiagaan yang menjadi bagian dari karakter kepemimpinan.
Sejumlah peserta upacara yang menyaksikan langsung peristiwa tersebut memberikan apresiasi atas tindakan Dandim. Mereka menilai langkah cepat itu menunjukkan bahwa seorang pemimpin tidak hanya hadir saat memberikan arahan, tetapi juga ketika diperlukan tindakan nyata untuk menyelesaikan persoalan di lapangan. Kehadiran langsung di titik permasalahan dianggap mampu memberikan motivasi sekaligus teladan bagi generasi muda, khususnya anggota Paskibraka yang terlibat dalam kegiatan tersebut.
Momentum Hari Lahir Pancasila yang mengusung nilai persatuan, kebersamaan, dan semangat gotong royong seakan tercermin melalui kejadian itu. Aksi sederhana yang dilakukan setelah upacara berakhir menjadi pengingat bahwa kepedulian dan kerja sama tetap menjadi fondasi penting dalam kehidupan bermasyarakat maupun dalam menjalankan tugas negara.
Peristiwa tersebut pun meninggalkan kesan positif bagi banyak pihak yang hadir. Di balik kendala teknis yang terjadi, muncul sebuah contoh nyata tentang pentingnya respons cepat, kepedulian, dan semangat membantu tanpa memandang jabatan maupun tugas formal yang diemban.
