Tenggarong – Upaya memperkuat Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta merespons dinamika fiskal nasional mendorong Wakil Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Abdul Waris Muin, berkunjung ke Pemkab Kukar dalam kunjungan kerja yang diterima langsung oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Kukar, Akhmad Taufik Hidayat, di Ruang Eksekutif Kantor Bupati Kukar, Senin sore (24/11/2025) kemaren.
Dalam pertemuan yang berlangsung hangat tersebut, Wabup PPU ingin mempelajari strategi Pemkab Kukar dalam menyikapi pemotongan Dana Bagi Hasil (DBH) oleh Pemerintah Pusat, yang belakangan menjadi tantangan utama bagi keuangan daerah.
Akhmad Taufik menyampaikan bahwa Pemkab Kukar saat ini juga tengah berjuang menyesuaikan struktur APBD akibat pemotongan DBH yang bahkan persentasenya lebih besar dibandingkan PPU. Namun, ia menegaskan bahwa upaya optimalisasi PAD melalui inovasi kebijakan daerah terus dilakukan sebagai solusi jangka menengah dan panjang.
“Pemotongan DBH memang menantang, tapi kami terus berinovasi memanfaatkan potensi wilayah, mendorong investasi, dan menguatkan sektor-sektor unggulan,” jelas Taufik.
Pertemuan ini juga membahas isu strategis lain seperti perbedaan dalam pengelolaan sumber daya manusia ASN, perbandingan besaran tunjangan, hingga kesiapan daerah dalam menghadapi pengembangan wilayah Ibu Kota Nusantara (IKN), mengingat Kukar dan PPU merupakan dua daerah yang masuk dalam kawasan inti IKN.
“Harapannya, ada kontribusi dari IKN kepada Pemerintah Daerah yang menyerahkan aset. Kita berharap ada kompensasi atau bentuk dukungan timbal balik yang konkret,” tegas Taufik, menyinggung pentingnya keberpihakan dalam kebijakan pengelolaan aset antarwilayah.
Ia menyebutkan, pertemuan ini diharapkan menjadi pijakan awal untuk merumuskan sinergi pembangunan berbasis kawasan, terutama dalam merancang kerangka kerja bersama terkait integrasi Kukar-PPU di era IKN.
Kunjungan kerja ditutup dengan sesi tukar cenderamata sebagai simbol persahabatan antardaerah. Hadir mendampingi Asisten I, antara lain Kabag SDA Setda Kukar Muhammad Reza, Kabid Ekonomi Bappeda Kukar Bagus, serta Yuliansyah dari DPMPTSP Kukar.
Pertemuan ini menandai penguatan kolaborasi dua daerah strategis di Kalimantan Timur dalam merespons dinamika fiskal sekaligus menyongsong transformasi wilayah di tengah pembangunan IKN. (ADV).
