Sangatta – Menyadari pentingnya data akurat dalam menurunkan angka stunting, Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kutai Timur memperkuat peran kader verifikasi dan validasi (verval) melalui Temu Kerja Kader Keluarga Berisiko Stunting (KRS) 2025, yang digelar Senin (24/11/2025) di Kantor DPPKB Kutim.
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas kader yang menjadi garda terdepan dalam pendataan keluarga berisiko stunting di lapangan. Dalam sambutan tertulis Kepala Dinas PPKB Kutim yang dibacakan oleh Kabid Pengendalian Penduduk, Hj. Herliana, ditegaskan bahwa keberhasilan program Bangga Kencana sangat bergantung pada sinergi lintas sektor dan ketepatan data kependudukan.
“Penanganan persoalan kependudukan melibatkan banyak sektor. Karena itu sinergi program mutlak dilakukan agar Bangga Kencana mencapai target RPJMD 2025–2029,” ujar Herliana.
Ia juga menyampaikan bahwa tahun 2026 Kutim akan melaksanakan pendataan keluarga skala penuh di seluruh desa dan kecamatan. Penguatan kapasitas kader verval kini menjadi langkah strategis guna memastikan hasil data benar-benar mencerminkan kondisi riil di lapangan.
“Data keluarga harus dikelola terpadu, dinamis, terukur, dan mampu menghasilkan informasi tepat waktu. Kita dituntut memastikan data benar-benar akurat dan valid,” tegasnya.
Menurutnya, pengendalian penduduk juga memerlukan revitalisasi program keluarga berencana, pembangunan keluarga, dan sistem pelaporan populasi berbasis regulasi nasional melalui Sistem Informasi Keluarga (SIGA). Herliana menambahkan, kebutuhan data yang semakin kompleks membuat pendataan by name by address menjadi wajib.
Sementara itu, Agustina, panitia kegiatan, menjelaskan bahwa acara ini diikuti oleh 55 peserta dari unsur PKB/PLKB, kader verval, pejabat struktural, serta staf teknis DPPKB. Materi yang diberikan mencakup strategi percepatan penurunan stunting melalui pemutakhiran data KRS dan sesi berbagi pengalaman lapangan.
“Semoga kegiatan ini tidak hanya berjalan baik, tetapi juga memperkaya pemahaman dan meningkatkan kapasitas kader verval di kabupaten,” ujar Agustina.
Dengan penguatan kualitas data, DPPKB Kutim optimistis percepatan penurunan stunting akan semakin tepat sasaran dan berdampak nyata terhadap kesejahteraan keluarga dan pembangunan daerah.
