Bontang – “Jangan sampai hak siswa tertahan.” Semangat itu mengemuka saat Ketua Komisi A DPRD Kota Bontang Heri Keswanto bersilaturahmi ke SDN 002 Bontang Selatan, Senin (10/8/2026). Dalam kunjungan tersebut, ia meminta seluruh bantuan pendidikan yang telah diterima pihak sekolah segera disalurkan kepada peserta didik.
Heri menjelaskan, kedatangan Komisi A bukan untuk mencari kesalahan atau memberikan teguran kepada sekolah. Kunjungan dilakukan sebagai bagian dari silaturahmi sekaligus pelaksanaan fungsi pengawasan DPRD, terutama untuk memastikan berbagai program Pemerintah Kota Bontang benar-benar telah sampai kepada sekolah dan memberi manfaat bagi siswa.
“Prinsipnya kami datang pada pagi hari ini, pertama terkait silaturahmi. Kemudian yang kedua terkait masalah hak-hak atau program-program pemerintah yang kita mau tahu apakah sudah sampai di sekolah atau tidak,” ucapnya.
Dalam pertemuan tersebut, pihak SDN 002 Bontang Selatan memaparkan perkembangan sejumlah bantuan yang telah diterima. Bantuan seragam siswa dipastikan sudah disalurkan kepada peserta didik. Buku juga telah tersedia, sedangkan bantuan sepatu masih dalam proses pengiriman dan ditargetkan tiba sebelum berakhirnya masa kontrak pada 27 Agustus 2026.
“Baju seragam kalau di SDN 002 ini sudah ada semua, sudah didistribusikan, sudah dibagikan. Buku juga sudah ada,” jelas pihak sekolah.
Mendengar penjelasan tersebut, Heri kembali mengingatkan agar setiap bantuan yang telah tersedia tidak terlalu lama tersimpan di sekolah. Menurutnya, barang yang telah disediakan pemerintah harus secepat mungkin sampai kepada siswa karena merupakan bagian dari hak mereka dalam memperoleh dukungan pendidikan.
“Barang-barang atau alat yang sudah diberikan sama Dinas Pendidikan untuk segera dibagi,” tegasnya.
Selain memantau distribusi bantuan, Heri turut membuka ruang komunikasi yang lebih luas bagi pihak sekolah. Ia mempersilakan jajaran SDN 002 Bontang Selatan menyampaikan persoalan, hambatan program, maupun kebutuhan lain yang berkaitan dengan kegiatan pendidikan untuk kemudian dibahas bersama DPRD dan Dinas Pendidikan.
“Kalau ada keluhan atau ada masalah, bisa disampaikan,” ujarnya.
Menurut Heri, komunikasi antara sekolah, Dinas Pendidikan dan DPRD penting agar persoalan yang muncul di lapangan tidak dibiarkan berlarut-larut. Aspirasi yang disampaikan sekolah dapat menjadi bahan bagi Komisi A untuk melakukan koordinasi maupun memperjuangkannya melalui mekanisme pembahasan sesuai kewenangan DPRD.
Pihak sekolah menyambut baik terbukanya jalur komunikasi tersebut. Dalam pertemuan, sekolah juga menyampaikan bahwa berbagai persoalan yang memerlukan dukungan kebijakan dapat dikoordinasikan melalui DPRD dengan tetap mengikuti prosedur yang berlaku.
Perhatian Komisi A tidak hanya tertuju pada bantuan fasilitas pendidikan. Heri juga menyinggung pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler di sekolah. Ia menegaskan DPRD pada prinsipnya mendukung kegiatan yang dapat mengembangkan minat dan bakat siswa sepanjang pelaksanaannya tidak menjadi beban tambahan bagi orang tua.
“Untuk kegiatan-kegiatan ekstrakurikuler pada prinsipnya kami tidak melarang, selama tidak memberatkan ke orang tua,” katanya.
Menurutnya, kegiatan pengembangan siswa tetap penting sebagai bagian dari proses pendidikan. Namun, sekolah perlu mempertimbangkan kemampuan orang tua serta memastikan setiap kegiatan dilaksanakan secara proporsional agar tidak menimbulkan tekanan biaya.
Kunjungan tersebut sekaligus menjadi sarana Komisi A untuk memperoleh gambaran langsung mengenai kondisi sekolah. Dengan mendengar kebutuhan dari pihak yang menjalankan kegiatan pendidikan sehari-hari, DPRD diharapkan memiliki informasi yang lebih utuh ketika melakukan pengawasan maupun membahas kebijakan pendidikan.
Silaturahmi Komisi A ke SDN 002 Bontang Selatan pada akhirnya tidak hanya berfokus pada pengecekan bantuan, tetapi juga memperkuat komunikasi antara sekolah, pemerintah dan legislatif. Heri berharap setiap program pendidikan yang telah dialokasikan dapat segera dirasakan siswa, sementara persoalan yang muncul di sekolah bisa ditangani melalui koordinasi yang terbuka dan berkelanjutan. (ADV).
