Bontang – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dinilai tidak semestinya berhenti pada kemeriahan acara yang datang dan pergi setiap tahun. Anggota DPRD Kota Bontang sekaligus Ketua DPD PKS Bontang, Saeful Rizal, memandang Maulid sebagai “titik awal” untuk memperkuat kecintaan kepada Rasulullah melalui tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Saeful Rizal mengatakan, momentum Maulid Nabi perlu dimanfaatkan umat Islam untuk kembali mempelajari sekaligus menjalankan nilai-nilai yang diajarkan Nabi Muhammad SAW. Menurutnya, kecintaan kepada Rasulullah tidak hanya diwujudkan melalui peringatan seremonial, tetapi harus tercermin dalam peningkatan kualitas ibadah, moralitas, kepedulian sosial, hingga cara seseorang memperlakukan masyarakat di sekitarnya.
“Saya memaknai Maulid Nabi itu sebagai sebuah momentum, sebuah entry point untuk lebih baik lagi dalam menerapkan nilai-nilai Maulid, pelajaran dari Maulid yaitu meningkatkan cinta kita kepada Nabi Muhammad dengan mengikuti nasihat-nasihatnya di bidang ibadah, di bidang moralitas, di bidang kepedulian sosial,” kata Saeful Rizal.
Ia menilai peringatan Maulid yang dilakukan dari tahun ke tahun akan memiliki makna lebih mendalam apabila diikuti perubahan sikap. Kepedulian kepada warga yang sedang mengalami kesulitan, misalnya, menjadi salah satu bentuk sederhana dalam menerapkan ajaran Rasulullah di tengah kehidupan bermasyarakat.
“Maulid adalah satu momentum yang tidak hanya dirayakan sebagai sebuah rutinitas saja. Dari tahun ke tahun kita melaksanakan perayaan itu, tetapi juga rutinitas itu kita maknai sebagai titik awal untuk meningkatkan kepedulian kita kepada sekeliling kita. Orang-orang yang susah sebisa-bisanya kita bantu mereka, orang-orang yang butuh pertolongan, sebisa-bisanya kita menolong mereka,” ujarnya.
Ketua DPD PKS Bontang itu berharap semangat memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW mampu mendorong masyarakat meningkatkan kecintaan kepada Rasulullah dengan menjalankan ajarannya dalam berbagai bidang kehidupan. Pesan tersebut, kata dia, juga penting ditanamkan kepada generasi muda agar waktu, tenaga, kemampuan, dan harta yang dimiliki lebih banyak diarahkan kepada kegiatan yang memberikan manfaat.
“Saya mengucapkan selamat merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW. Kita tingkatkan cinta kita kepada Kanjeng Nabi dengan mengikuti ajaran beliau di berbagai bidang kehidupan. Kepada anak-anak muda, mari kita laksanakan nasihat-nasihat Nabi Muhammad dengan cara memanfaatkan apa yang kita punya, dari waktu, dari tenaga, dari harta untuk kebaikan. Diminimalisirlah kesia-siaan menggunakan usia, tenaga, harta dan sebagainya,” tuturnya.
Menurut Saeful, pesan keteladanan tersebut tidak hanya berkaitan dengan kehidupan pribadi seorang muslim. Nilai yang diajarkan Rasulullah juga dapat diterapkan dalam kehidupan sosial dengan ikut menjaga keamanan, kenyamanan, serta keharmonisan Kota Bontang. Kepatuhan terhadap ketentuan agama, aturan negara, dan norma sosial menjadi bagian yang dinilainya penting dalam membangun kehidupan masyarakat yang tertib.
“Kepada masyarakat umum, kaum muslimin khususnya, mari kita meneladani Nabi Muhammad dalam arti yang seluas-luasnya dengan menjaga ketenteraman, keamanan Kota Bontang dengan hal-hal yang praktis, tidak sembarangan dalam bermasyarakat, mengikuti regulasi agama, regulasi negara, regulasi sosial. Semoga dengan demikian kita jadi memiliki kepantasan untuk mendapatkan sebutan umat Kanjeng Nabi Muhammad SAW dan memiliki kepantasan untuk mendapatkan syafaat beliau,” katanya.
Saeful berharap pesan Maulid Nabi dapat benar-benar hidup dalam perilaku masyarakat, bukan hanya terdengar ketika peringatan berlangsung. Baginya, membantu warga yang membutuhkan, mengurangi aktivitas yang sia-sia, menaati aturan, dan menjaga ketenteraman lingkungan merupakan bentuk keteladanan yang dapat diterapkan secara langsung.
Dengan semangat tersebut, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW diharapkan menjadi momentum evaluasi bagi setiap muslim untuk memperbaiki diri sekaligus memperbesar manfaat bagi lingkungan. Keteladanan Rasulullah, menurut Saeful, dapat diwujudkan mulai dari kehidupan pribadi, kepedulian kepada sesama, hingga kontribusi dalam menjaga Kota Bontang tetap aman dan harmonis.
