Malang — Kelompok 16 Pengabdian Kepada Masyarakat Bahari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya (FPIK UB), di bawah bimbingan Almira Syawli, M.Kom., Dosen Program Studi Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan FPIK UB, bersama masyarakat Desa Sumberpasir, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, melakukan revitalisasi kawasan Sumber Lebak di Dusun Ngrangin. Kegiatan yang berlangsung pada 15 Juli hingga 12 Agustus 2026 tersebut berangkat dari perhatian terhadap kondisi kawasan sumber air dan aliran sungai yang masih ditemukan sampah serta sisa buangan yang berpotensi terbawa ke lingkungan perairan.
Bagi masyarakat sekitar, Sumber Lebak bukan sekadar kawasan yang perlu dibersihkan. Kawasan ini merupakan salah satu potensi desa yang berkaitan dengan lingkungan dan sumber air. Ketika sampah menumpuk di sekitar aliran sungai, persoalannya tidak berhenti pada tampilan kawasan. Sampah plastik yang terbawa aliran air juga dapat terurai menjadi partikel yang lebih kecil dan berpotensi mencemari lingkungan perairan.
Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan mahasiswa dan warga memusatkan kegiatan revitalisasi pada pembersihan kawasan Sumber Lebak, terutama di sekitar aliran sungai. Sampah yang berserakan dibersihkan, sementara kawasan yang sebelumnya kurang terawat ditata kembali agar lebih nyaman digunakan dan lebih mudah dirawat oleh masyarakat.
Dari sudut pandang mahasiswa FPIK UB, menjaga kawasan sumber air sejak dari lingkungan sekitarnya merupakan bagian penting dari menjaga kesehatan ekosistem perairan. Sampah plastik yang masuk ke aliran air berpotensi terbawa lebih jauh dan menjadi persoalan bagi lingkungan perairan. Karena itu, revitalisasi Sumber Lebak tidak hanya diarahkan untuk membuat kawasan tampak lebih bersih, tetapi juga untuk mendorong kebiasaan mengurangi sampah sebelum mencapai badan air.
Pengurus kawasan Sumber Lebak, Zainuri, merasakan perubahan setelah kegiatan dilakukan. “Program kerja dari teman-teman UB sangat membantu kami karena selama pengabdian teman-teman, kawasan yang tadinya hampir tidak terawat sekarang lebih hidup,” ujarnya.

Upaya mengurangi sampah kemudian dilanjutkan dengan penyediaan sarana pengelolaan sampah. Kelompok 16 memasang tempat sampah di kawasan Sumber Lebak dan membangun bank sampah di lingkungan permukiman sekitar. Bank sampah tersebut digunakan untuk membantu warga memilah dan mengumpulkan sampah, terutama sampah plastik seperti botol bekas, yang masih dapat memiliki nilai ekonomi.
Program ini menjadi bagian dari upaya menjaga agar sampah tidak kembali menumpuk di sekitar sumber air. Pengelolaan sampah dari tingkat rumah tangga dan kawasan sekitar diharapkan dapat mengurangi sampah yang berpotensi masuk ke aliran sungai. Dengan demikian, manfaat revitalisasi tidak hanya terlihat pada kondisi kawasan, tetapi juga pada upaya menjaga lingkungan perairan di sekitarnya.
Kepala Dusun Ngrangin, Ponco, mengapresiasi keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan tersebut. “Bagi kami, warga Dusun Ngrangin, program-program yang dibawakan oleh adik-adik mahasiswa Universitas Brawijaya sangat membantu, khususnya di bidang lingkungan,” ujarnya.
Selain revitalisasi kawasan dan pengelolaan sampah, mahasiswa juga memasang peta potensi desa di Dusun Ngrangin. Peta tersebut memuat gambaran potensi wilayah Desa Sumberpasir dan diharapkan dapat membantu masyarakat maupun pihak luar mengenali potensi yang ada di kawasan tersebut.
Pemerintah desa turut mendukung kegiatan mahasiswa selama berada di Desa Sumberpasir. Dukungan ini penting karena keberlanjutan revitalisasi tidak hanya bergantung pada kegiatan selama masa pengabdian, tetapi juga pada perawatan kawasan setelah mahasiswa kembali. Tempat sampah, bank sampah, dan kawasan yang telah ditata membutuhkan keterlibatan warga agar tetap berfungsi.
Bagi Kelompok 16 PKM Baharia FPIK UB, revitalisasi Sumber Lebak menjadi langkah sederhana untuk menghubungkan kepedulian terhadap lingkungan dengan keberlanjutan ekosistem perairan. Kawasan yang lebih bersih, pengelolaan sampah yang berjalan, serta keterlibatan masyarakat diharapkan dapat menjaga Sumber Lebak tetap memberikan manfaat bagi warga Desa Sumberpasir.
