Bondowoso – “Membawa nama daerah” kini bukan sekadar ungkapan bagi tiga pelajar asal Bondowoso. Setelah melewati persaingan ketat dan berhasil masuk lima besar tingkat Jawa Timur, mereka memastikan langkah menuju Final Olimpiade Sains Nasional (OSN) Tingkat Nasional 2026. Prestasi tersebut mendapat apresiasi langsung dari Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid saat pelepasan ketiga siswa di Bondowoso, Senin (24/8/2026).
Tiga pelajar yang akan mewakili Bondowoso itu adalah Danish Ifat Rafif Gustatama dari UPTD SPF SDN Kotakulon 1 dan Siti Nur Aisyah Ayu Samroni dari UPTD SPF SDN Binakal. Keduanya akan berlaga dalam bidang Matematika. Sementara itu, Abiyyu Bilfaqih Junaidi dari MIS At Taqwa akan berkompetisi pada bidang Ilmu Pengetahuan Sosial atau IPS. Mereka memperoleh tiket menuju babak final nasional setelah mencatatkan hasil membanggakan dalam tahapan seleksi di tingkat Jawa Timur.
Keberhasilan tersebut menjadi catatan positif bagi dunia pendidikan Kabupaten Bondowoso. Ketiganya mampu menunjukkan kemampuan akademik sekaligus daya juang dalam menghadapi peserta terbaik dari berbagai daerah di Jawa Timur. Perjalanan menuju babak nasional tidak hanya membutuhkan penguasaan materi, tetapi juga ketekunan dalam belajar, kedisiplinan, kesiapan mental, serta konsistensi selama mengikuti setiap tahapan kompetisi.
Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid menilai keberhasilan tiga siswa tersebut memiliki arti lebih luas dibanding sekadar pencapaian individu. Menurutnya, Danish, Siti Nur Aisyah, dan Abiyyu kini tidak hanya mewakili sekolah dan keluarga masing-masing, tetapi juga membawa nama Kabupaten Bondowoso dalam kompetisi akademik tingkat nasional.
“Bertandinglah dengan percaya diri, jujur, dan berikan kemampuan terbaik. Kalian membawa nama Bondowoso,” pesan Abdul Hamid Wahid.
Pesan itu sekaligus menjadi dorongan bagi para peserta agar tidak terbebani ketika menghadapi kompetitor dari berbagai wilayah di Indonesia. Abdul Hamid Wahid meminta mereka tetap menjaga fokus selama kompetisi, mempersiapkan kondisi fisik dan mental, serta tidak meninggalkan nilai kejujuran dan sportivitas. Kepercayaan diri dinilai menjadi salah satu modal penting untuk menampilkan kemampuan terbaik dalam suasana kompetisi tingkat nasional.
Dukungan Pemerintah Kabupaten Bondowoso melalui apresiasi dan pelepasan peserta juga menjadi bentuk perhatian terhadap pencapaian siswa di bidang akademik. Prestasi semacam ini diharapkan mampu menjadi motivasi bagi pelajar lain di Bondowoso untuk terus mengembangkan potensi, terutama dalam bidang sains, matematika, dan ilmu sosial.
Di balik keberhasilan ketiga pelajar tersebut, terdapat pula peran guru pembimbing yang mendampingi proses persiapan sejak tahapan awal. Pendampingan guru membantu para siswa memperdalam materi, mengenali pola soal, hingga mempersiapkan strategi menghadapi seleksi. Dukungan keluarga dan orang tua juga menjadi bagian penting dalam menjaga semangat belajar mereka hingga mampu menembus babak final.
Capaian lima besar tingkat Jawa Timur sekaligus menunjukkan bahwa pelajar dari Bondowoso memiliki peluang untuk bersaing dalam kompetisi akademik dengan peserta dari daerah lain. Kesempatan tampil di Final OSN Nasional 2026 dapat menjadi pengalaman berharga bagi ketiganya, bukan hanya dalam mengejar prestasi, tetapi juga dalam mengasah kemampuan, memperluas pengalaman, dan membangun kepercayaan diri.
Kini, Danish Ifat Rafif Gustatama, Siti Nur Aisyah Ayu Samroni, dan Abiyyu Bilfaqih Junaidi bersiap menghadapi tantangan berikutnya di tingkat nasional. Harapan masyarakat Bondowoso menyertai perjalanan ketiganya agar mampu tampil maksimal, menjaga sportivitas, serta membawa pulang hasil terbaik bagi sekolah, keluarga, dan daerah.
Keberhasilan menembus Final OSN Nasional 2026 telah menjadi prestasi tersendiri bagi ketiga siswa tersebut. Apa pun hasil kompetisi nantinya, perjuangan mereka membuktikan bahwa ketekunan, dukungan guru dan keluarga, serta keberanian berkompetisi mampu membuka jalan bagi pelajar Bondowoso untuk tampil di panggung pendidikan nasional.
