Kutim – Kepedulian kembali menemukan jalannya melalui tangan-tangan generasi muda. Dewan Ambalan Gugus Depan Usman Harun–Malahayati, Pangkalan SMK Negeri 2 Sangatta Utara, menggelar aksi penggalangan dana selama dua hari untuk membantu masyarakat terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT) serta korban kebakaran di Muara Bengkal, Kabupaten Kutai Timur.
Kegiatan sosial tersebut melibatkan anggota Dewan Ambalan yang turun langsung menghimpun bantuan dari masyarakat. Dengan semangat sukarela, para pelajar mengajak warga ikut berbagi kepada mereka yang sedang menghadapi musibah. Donasi yang terkumpul diharapkan dapat membantu memenuhi sebagian kebutuhan para korban sekaligus menjadi bentuk dukungan moral dari masyarakat Sangatta kepada warga di daerah terdampak.
Aksi selama dua hari itu tidak hanya berfokus pada besarnya nominal yang berhasil dihimpun. Bagi Dewan Ambalan Usman Harun–Malahayati, kegiatan tersebut menjadi bagian dari pembelajaran sosial yang menanamkan nilai empati, kebersamaan, gotong royong, dan tanggung jawab kemanusiaan kepada para anggota.
“Dua hari mungkin terlihat singkat, tetapi kepedulian tidak pernah diukur dari lamanya waktu. Kami berharap apa yang kami lakukan dapat menjadi bentuk kecil dari kepedulian besar untuk saudara-saudara kita yang sedang membutuhkan,” demikian semangat yang dibawa dalam kegiatan tersebut.
Pembina Pramuka SMK Negeri 2 Sangatta Utara, Dimas Irawan, menilai kegiatan penggalangan dana menjadi bagian penting dari proses pendidikan karakter bagi anggota Pramuka. Menurutnya, generasi muda perlu dibiasakan untuk peka terhadap kesulitan yang dialami masyarakat serta berani mengambil peran melalui tindakan nyata.
“Kegiatan ini bukan hanya tentang mengumpulkan donasi, tetapi bagaimana anak-anak belajar memiliki rasa empati, peduli terhadap sesama, dan memahami bahwa kehadiran mereka bisa memberikan manfaat bagi orang lain. Kami ingin nilai-nilai kepramukaan benar-benar diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” kata Dimas Irawan.
Ia berharap pengalaman turun langsung ke masyarakat dapat membentuk anggota Dewan Ambalan menjadi generasi yang tidak hanya memiliki kedisiplinan dan kemampuan organisasi, tetapi juga jiwa sosial yang kuat. Menurutnya, kepedulian harus terus ditumbuhkan agar menjadi kebiasaan, bukan sekadar muncul ketika terjadi bencana.
“Kami selalu mendorong mereka untuk tidak melihat besar atau kecilnya bantuan. Yang paling penting adalah kemauan untuk bergerak dan berbagi. Dari langkah sederhana seperti ini, kami berharap tumbuh generasi muda yang memiliki kepedulian dan tanggung jawab sosial,” ujarnya.
Pesan itu menjadi napas utama selama penggalangan dana berlangsung. Para anggota menyadari bahwa keterbatasan waktu bukan alasan untuk tidak berbuat sesuatu. Dengan bergerak bersama, mereka mencoba menunjukkan bahwa tindakan sederhana dapat memiliki arti besar ketika dilakukan dengan niat membantu sesama.
Masyarakat yang ditemui selama kegiatan juga diajak untuk menjadi bagian dari gerakan kemanusiaan tersebut. Setiap bantuan yang diberikan, berapa pun nilainya, dihimpun sebagai wujud solidaritas terhadap masyarakat di NTT maupun korban kebakaran di Muara Bengkal.
Selain membantu para korban, kegiatan itu memberikan pengalaman langsung kepada anggota Pramuka mengenai pentingnya hadir di tengah persoalan masyarakat. Pendidikan karakter yang selama ini diperoleh melalui kegiatan kepramukaan diterapkan melalui tindakan nyata, mulai dari membangun komunikasi dengan warga, bekerja dalam tim, hingga belajar menghargai setiap bentuk kontribusi.
Penggalangan dana juga menjadi sarana untuk menumbuhkan kesadaran bahwa musibah dapat terjadi di mana saja dan menimpa siapa saja. Karena itu, kepedulian antardaerah dinilai penting untuk terus dijaga. Jarak geografis antara Sangatta dan NTT tidak menghalangi munculnya rasa solidaritas, sebagaimana kepedulian terhadap warga Muara Bengkal yang masih berada dalam wilayah Kabupaten Kutai Timur.
Bagi para anggota Dewan Ambalan, keterlibatan dalam kegiatan kemanusiaan menjadi pengalaman yang diharapkan dapat membentuk kepribadian mereka di masa depan. Tidak hanya aktif dalam kegiatan sekolah, generasi muda juga didorong memiliki kepekaan terhadap kondisi sosial di sekitarnya serta mampu mengambil inisiatif ketika orang lain membutuhkan bantuan.
Dewan Ambalan Usman Harun–Malahayati turut menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah berpartisipasi. Dukungan yang diberikan tidak hanya berupa materi, tetapi juga doa dan semangat bagi para anggota yang menjalankan aksi tersebut.
Partisipasi masyarakat menjadi unsur penting dalam kegiatan ini. Tanpa dukungan warga, penggalangan dana tidak akan memberikan dampak sebagaimana yang diharapkan. Kehadiran para donatur menunjukkan bahwa semangat gotong royong masih menjadi kekuatan dalam menghadapi berbagai persoalan kemanusiaan.
Aksi tersebut sekaligus menegaskan peran Pramuka sebagai wadah pembentukan karakter generasi muda. Nilai tolong-menolong, kerja sama, disiplin, dan kepedulian tidak berhenti sebatas materi latihan, melainkan diwujudkan melalui kegiatan yang menyentuh langsung kepentingan masyarakat.
Semangat “satu hati, satu aksi, sejuta manfaat” menjadi gambaran dari gerakan yang dijalankan para pelajar tersebut. Kalimat itu mencerminkan harapan agar langkah sederhana dari lingkungan sekolah dapat membawa manfaat lebih luas sekaligus mendorong lahirnya aksi-aksi serupa dari kelompok masyarakat lainnya.
Dimas Irawan juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang telah mendukung aksi para anggota Pramuka. Ia menilai keterlibatan masyarakat memberikan pelajaran berharga bahwa semangat gotong royong tetap memiliki tempat penting dalam kehidupan sosial.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang sudah memberikan dukungan. Mudah-mudahan bantuan yang terkumpul dapat tersalurkan dengan baik dan benar-benar membantu saudara-saudara kita yang terdampak musibah,” tutur Dimas.
Melalui kegiatan tersebut, para anggota juga belajar bahwa kepedulian tidak harus menunggu seseorang memiliki sumber daya besar. Kemauan untuk bergerak, mengajak orang lain, serta menyisihkan apa yang dimiliki dapat menjadi awal dari terciptanya bantuan yang berarti.
Dewan Ambalan Usman Harun–Malahayati berharap seluruh donasi yang terkumpul dapat disalurkan dengan baik kepada masyarakat yang membutuhkan. Bantuan itu diharapkan mampu sedikit meringankan beban korban bencana di NTT dan warga terdampak kebakaran di Muara Bengkal.
Pada akhirnya, penggalangan dana selama dua hari tersebut meninggalkan pesan bahwa solidaritas dapat tumbuh dari mana saja, termasuk dari lingkungan sekolah. Langkah para pelajar SMK Negeri 2 Sangatta Utara, dengan pendampingan para pembina, menjadi bukti bahwa generasi muda dapat mengambil bagian dalam aksi kemanusiaan dan menghadirkan harapan melalui kepedulian yang dilakukan bersama-sama.
