Mojokerto – Gelar akademik bukanlah garis akhir, melainkan pintu menuju pengabdian yang lebih luas. Pesan tersebut mengemuka saat Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menghadiri Wisuda Program Strata I, Strata II, dan Strata III Universitas KH. Abdul Chalim (UAC) ke-VII di Student Center Pondok Pesantren Amanatul Ummah, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, Minggu (4/10/2026).
Kehadiran Khofifah dalam wisuda tersebut sekaligus menjadi bentuk apresiasi terhadap proses pendidikan yang berkembang di lingkungan Universitas KH. Abdul Chalim dan Pondok Pesantren Amanatul Ummah. Dalam kesempatan itu, Khofifah turut menyampaikan orasi ilmiah di hadapan wisudawan dan wisudawati yang telah menyelesaikan jenjang pendidikan masing-masing.
Momentum kelulusan dimanfaatkan Khofifah untuk mengingatkan para lulusan bahwa pengetahuan yang diperoleh selama menjalani pendidikan di perguruan tinggi harus memberikan dampak setelah mereka kembali ke tengah masyarakat. Bekal akademik diharapkan tidak berhenti pada gelar, tetapi menjadi kekuatan untuk menghadapi berbagai tantangan pada masa mendatang.
“Mudah-mudahan ilmunya bisa menjadi bagian penguatan kedepan. Mudah-mudahan terus meraih sukses ilmunya manfaat dan barokah,” ujar Khofifah.
Khofifah berharap perjalanan para alumni setelah menyelesaikan pendidikan terus berkembang. Keberhasilan akademik yang telah dicapai diharapkan menjadi pijakan bagi para lulusan untuk mengembangkan kemampuan sekaligus berkontribusi sesuai bidang keilmuan yang mereka tekuni.
Selain memberikan pesan kepada wisudawan, Khofifah menyinggung pentingnya dukungan pemerintah daerah terhadap penguatan keilmuan. Menurutnya, keberadaan pemimpin daerah juga mempunyai peran dalam mendorong kemajuan pendidikan yang pada akhirnya dapat memberikan kontribusi terhadap pembangunan wilayah.
Dalam konteks Kabupaten Mojokerto, Khofifah memberikan apresiasi terhadap peran Bupati Mojokerto Muhammad Al Barra atau Gus Barra dalam mendorong pengembangan keilmuan.
“Bupati Gus Barra ini menjadi penguat keilmuan yang luar biasa dan itu menjadi penting bagi pengembangan dan kemajuan di Kabupaten Mojokerto,” katanya.
Pengembangan sumber daya manusia melalui pendidikan dinilai menjadi bagian penting dalam menopang kemajuan daerah. Karena itu, lulusan perguruan tinggi diharapkan mampu menghubungkan kompetensi akademik dengan kebutuhan masyarakat sehingga ilmu yang diperoleh dapat memberikan manfaat lebih luas.
Khofifah juga mendorong para wisudawan agar tidak berhenti belajar setelah menerima gelar. Pengetahuan dan pengalaman selama menempuh pendidikan harus diterapkan secara maksimal dalam kehidupan, baik melalui dunia kerja, pengabdian sosial maupun bidang lain yang dijalani setiap alumni.
“Mudah-mudahan ilmunya dapat diimplementasikan secara maksimal,” harapnya.
Wisuda ke-VII UAC berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh kebanggaan. Wisudawan dari jenjang Strata I, Strata II hingga Strata III mengikuti rangkaian prosesi bersama keluarga yang turut menyaksikan momentum kelulusan setelah mereka menyelesaikan proses pendidikan.
Dalam kesempatan yang sama, KH Asep Saifuddin Chalim menyampaikan pesan mengenai arah pembangunan dan kesejahteraan masyarakat. Ia berharap kemajuan suatu daerah tidak hanya terlihat dari pembangunan, tetapi juga tercermin dari kemampuan masyarakat memenuhi kebutuhan dasar dengan mudah.
“Jawa Timur harus lebih jinawi, masyarakatnya mudah mendapatkan sandang dan pangan,” pesan Kiai Asep dalam kesempatan tersebut.
Pesan tersebut menekankan pentingnya pembangunan yang bermuara pada kesejahteraan masyarakat. Ketersediaan kebutuhan pokok, terutama sandang dan pangan dengan harga terjangkau, menjadi salah satu indikator yang diharapkan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat Jawa Timur.
Bupati Mojokerto Muhammad Al Barra turut memberikan pesan kepada para alumni UAC. Gus Barra mengingatkan bahwa gelar akademik seharusnya tidak hanya menjadi simbol keberhasilan individu setelah menempuh pendidikan, melainkan menjadi bekal untuk mengabdikan kemampuan kepada lingkungan sosial.
“Jadilah alumni yang di tengah-tengah masyarakat dibutuhkan ilmunya dan diharapkan kehadirannya,” pungkasnya.
Pesan tersebut menempatkan kebermanfaatan sebagai salah satu ukuran penting keberhasilan seorang lulusan. Alumni UAC diharapkan dapat hadir sebagai bagian dari solusi terhadap berbagai persoalan sekaligus memberikan kontribusi sesuai kompetensi yang telah diperoleh selama menjalani pendidikan.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan peresmian Gedung Asrama Putri Universitas KH. Abdul Chalim oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Kehadiran fasilitas tersebut menjadi bagian dari pengembangan sarana pendidikan bagi mahasiswa di lingkungan UAC.
Wisuda ke-VII UAC pada akhirnya tidak hanya menjadi seremoni pemberian gelar akademik. Momentum tersebut membawa pesan agar pendidikan, pengembangan keilmuan dan pembangunan daerah berjalan beriringan. Para alumni diharapkan mampu menerjemahkan ilmu menjadi karya dan pengabdian sehingga kehadirannya benar-benar memberikan manfaat di tengah masyarakat.
