Malang – Fajar di Kalipare bukan sekadar menjadi penanda bergantinya malam menuju pagi, tetapi juga momentum memperkuat ikhtiar spiritual masyarakat. Bupati Malang Drs. H. M. Sanusi, M.M. mengajak warga meningkatkan keimanan dan ketakwaan melalui ibadah, memperbanyak istighfar serta selawat saat mengikuti Subuh Keliling (Suling) di Masjid Nurul Huda, Dusun Krajan, Desa Tumporejo, Kecamatan Kalipare, Minggu (4/10/2026).
Kegiatan Suling Subuh tersebut melibatkan jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang, pemerintah kecamatan dan desa, organisasi keagamaan, lembaga pendidikan hingga masyarakat. Selain menjadi ruang kegiatan keagamaan, Suling Subuh juga dimanfaatkan untuk mendekatkan berbagai pelayanan publik kepada warga Kecamatan Kalipare.
Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Malang M Sanusi bersama Ketua TP PKK Kabupaten Malang beserta jajaran, Sekretaris Daerah Kabupaten Malang, para asisten sekretariat daerah, kepala dinas, kantor dan badan, kepala bagian, Direktur Perumda Tirta Kanjuruhan, serta jajaran Pemerintah Kecamatan Kalipare.
Sejumlah unsur lainnya juga mengikuti kegiatan, di antaranya Ketua dan Pengurus Baznas Kabupaten Malang, Ketua DMI Kabupaten Malang, kepala UPT se-Kecamatan Kalipare, perwakilan lembaga pendidikan negeri maupun swasta, guru SDN, kepala desa serta Ketua TP PKK desa se-Kecamatan Kalipare.
Unsur organisasi keagamaan juga ikut terlibat. Mereka berasal dari MWC NU Kecamatan Kalipare, DMI Kecamatan Kalipare, MUI Kecamatan Kalipare, KUA Kecamatan Kalipare, Muslimat, Fatayat, Ansor, Banser, Dewanser, hingga KNPI Kecamatan Kalipare.
Ketua DMI Kabupaten Malang KH Imam Sibaweh dalam kesempatan tersebut mengajak masyarakat untuk menjaga pelaksanaan salat Subuh. Rangkaian kegiatan keagamaan juga diisi dengan istighasah untuk arwah.
Suling Subuh sekaligus menghadirkan berbagai pelayanan gratis bagi masyarakat. Layanan kesehatan tersedia melalui puskesmas dan klinik swasta FPKI. Selain itu, warga dapat memanfaatkan pasar murah dari Disperindag serta pelayanan administrasi kependudukan dan pencatatan sipil.
Pelayanan lain yang tersedia meliputi perizinan, HKTI, KUA Kecamatan Kalipare, BPJS Kesehatan, serta pelayanan dari Dinas Peternakan Kecamatan Kalipare. Kehadiran berbagai layanan tersebut membuat pelaksanaan Suling Subuh tidak hanya memiliki dimensi keagamaan, tetapi juga pelayanan sosial dan pemerintahan.
Dalam sambutannya, Sanusi menjelaskan bahwa pelaksanaan Suling menjadi salah satu bagian dari visi dan misi Kabupaten Malang dalam mewujudkan Malang Makmur dan agamis. Peningkatan kualitas ibadah masyarakat dinilai berjalan beriringan dengan upaya membangun kreativitas dan kemandirian.
Sanusi juga menekankan pentingnya memperkuat keimanan dan ketakwaan sebagai bagian dari ikhtiar membangun kesejahteraan sosial masyarakat Kabupaten Malang. Ia mengajak warga meningkatkan amaliyah keagamaan dalam kehidupan sehari-hari.
Ia secara khusus menitipkan pesan agar masyarakat memperbanyak istighfar dan selawat. Amaliyah tersebut diharapkan menjadi ikhtiar spiritual untuk memohon perlindungan sekaligus menjauhkan masyarakat dari berbagai musibah.
Selain menyampaikan pesan keagamaan, Sanusi memberikan perhatian terhadap persoalan moral dan pergaulan generasi muda. Orang tua diminta meningkatkan pengawasan terhadap lingkungan pergaulan anak-anak agar tidak terjerumus dalam aktivitas yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain.
Keselamatan berlalu lintas turut menjadi perhatian. Sanusi meminta orang tua terus mengingatkan anak-anak agar berhati-hati ketika berada di jalan. Perhatian keluarga dinilai memiliki peran penting dalam membentuk perilaku sekaligus mencegah tindakan berisiko.
Terkait keberadaan geng motor liar, Sanusi meminta unsur keamanan di wilayah, khususnya Kapolsek dan Danramil, ikut membantu melakukan penertiban. Langkah tersebut diperlukan untuk menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat sekaligus mencegah aktivitas yang dapat mengganggu ketertiban umum.
Dalam kesempatan yang sama, Sanusi mengajak masyarakat melaksanakan salat istiska. Warga juga diminta meningkatkan berbagai amaliyah keagamaan sebagai bentuk ikhtiar bersama dalam memohon pertolongan serta perlindungan dari musibah.
Pemkab Malang, menurut Sanusi, juga berupaya memastikan kebutuhan masyarakat mendapatkan respons pemerintah. Ia menyampaikan bahwa pelayanan siap diberikan selama 24 jam. Untuk mengantisipasi kebutuhan air di wilayah Kecamatan Kalipare, pemerintah telah menyiapkan sembilan armada yang dapat digunakan apabila masyarakat membutuhkan pasokan air.
Kehadiran layanan pemerintah di tengah kegiatan Suling Subuh menjadi bagian dari upaya mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. Warga dapat mengikuti kegiatan keagamaan sekaligus mengakses sejumlah kebutuhan administratif, kesehatan maupun layanan lainnya dalam satu lokasi.
Melalui Suling Subuh di Kalipare, Sanusi kembali menekankan keseimbangan antara pembangunan kehidupan spiritual dan perhatian terhadap persoalan sosial masyarakat. Penguatan ibadah, pengawasan terhadap generasi muda, menjaga keamanan hingga pelayanan pemerintah menjadi pesan yang disampaikan kepada warga.
Menutup rangkaian pesannya, Sanusi kembali mengajak masyarakat menjadikan istighfar, selawat dan peningkatan ibadah sebagai kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari. Upaya spiritual tersebut diharapkan berjalan bersama dengan kepedulian sosial dan ikhtiar pemerintah dalam mewujudkan masyarakat Kabupaten Malang yang sejahtera, aman dan religius.
