Jember – Pintu menuju dunia kerja profesional mulai terbuka bagi 30 lulusan perguruan tinggi yang diterima sebagai peserta program magang Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) Republik Indonesia di Rumah Sakit Daerah (RSD) Kalisat. Mereka akan menjalani praktik klinik dan magang selama enam bulan, sekaligus mendapat peluang untuk mengikuti seleksi pegawai Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) setelah program berakhir.
Program magang Kemnaker 2026 itu menjadi bagian dari upaya memberikan pengalaman kerja nyata kepada angkatan kerja muda. Sebanyak 30 peserta pada gelombang pertama telah ditempatkan di sejumlah unit sesuai latar belakang pendidikan, kompetensi, analisis kebutuhan, serta beban kerja di RSD Kalisat. Seluruh pembiayaan program selama masa magang ditanggung oleh Kemnaker.
“Pada batch pertama ini sebanyak 30 peserta resmi memulai masa praktik klinik dan magang selama enam bulan ke depan dengan pembiayaan penuh dari Kemnaker,” ujar Kepala SDM sekaligus Kabag Umpeg RSD Kalisat, Ari Daryono, Senin (10/8/2026).
Ari menjelaskan, pihak rumah sakit sebenarnya mengusulkan kuota lebih besar dalam program tersebut. Sebanyak 57 formasi peserta magang diajukan RSD Kalisat kepada Kemnaker dan seluruh usulan itu telah mendapat persetujuan. Namun, pelaksanaan penerimaan peserta dibagi ke dalam dua gelombang.
“RSD Kalisat sebelumnya mengajukan 57 usulan kuota magang dan seluruhnya telah disetujui. Sisa kuota sebanyak 27 peserta rencananya akan dialokasikan pada gelombang kedua,” jelasnya.
Pada gelombang pertama, peserta tersebar dalam 10 formasi keahlian. Rinciannya yakni satu Teknisi Sipil atau IPS, satu Penata Anestesi, lima Perawat Ahli Pertama, 15 Perawat Terampil, dua Perekam Medis, satu Sanitarian, dua Tenaga Administrasi Bidang Yanmed, satu Tenaga Administrasi Bidang Penunjang, satu Tenaga IT, serta satu peserta pada bidang Teknik Lingkungan.
Para peserta berasal dari sejumlah perguruan tinggi di berbagai daerah. Di antaranya Poltekkes Malang, Poltekkes Semarang, Universitas Jember (Unej), Universitas dr. Soebandi, Poltekkes Malang Kampus Jember, STIKes Al Qodiri, Universitas Muhammadiyah Klaten, dan Universitas Bondowoso. Keragaman latar belakang pendidikan tersebut diharapkan dapat mendukung kebutuhan pelayanan dan administrasi rumah sakit selama masa program.
Menurut Ari, keberhasilan RSD Kalisat mendapatkan kuota magang tidak dicapai melalui proses sederhana. Dibandingkan pelaksanaan program sebelumnya, persyaratan administrasi dan tahapan verifikasi pada 2026 disebut lebih ketat. Rumah sakit harus memastikan kelengkapan berbagai data, termasuk keterhubungan informasi kepesertaan dengan BPJS.
“Memang penuh perjuangan. Berbeda dengan magang sebelumnya, semua data harus lengkap dan terkoneksi dengan BPJS. Data kepesertaan pegawai juga diminta. Sampai di tahap terakhir baru diinformasikan bahwa kuota yang kami usulkan bisa dipenuhi,” ungkapnya.
Ari menyebut RSD Kalisat menjadi satu-satunya dari tiga rumah sakit daerah milik Pemerintah Kabupaten Jember yang berhasil melewati proses verifikasi program magang Kemnaker gelombang 2026. Ketatnya regulasi serta kelengkapan dokumen dinilai menjadi faktor penting dalam penentuan lembaga yang dapat menerima peserta.
Selain memperoleh pengalaman profesional, peserta memiliki kesempatan lain setelah menuntaskan masa magang. Menurut Ari, mereka yang memenuhi persyaratan nantinya dapat mengikuti proses seleksi penerimaan pegawai BLUD RSD Kalisat. Meski demikian, kesempatan tersebut tetap melalui mekanisme seleksi sesuai ketentuan yang berlaku.
“Harapan kita memberikan kontribusi yang lebih terhadap angkatan kerja muda agar mereka betul-betul siap menghadapi dunia kerja profesional,” katanya.
RSD Kalisat juga berharap jumlah peserta yang dapat diterima melalui program serupa terus meningkat pada tahun-tahun berikutnya. Program magang tersebut dinilai sejalan dengan kebijakan Pemerintah Kabupaten Jember dalam memperluas kesempatan kerja dan membantu masyarakat, terutama generasi muda yang baru menyelesaikan pendidikan, agar memiliki pengalaman sebelum masuk ke pasar kerja.
“Kami berharap pesertanya lebih banyak karena ini sejalan dengan kebijakan Bupati bagaimana mengentaskan kemiskinan. Warga Jember yang sudah lulus bisa ditampung dan diberikan kesempatan kerja melalui program magang ini,” ujarnya.
Ari menambahkan, pola pelaksanaan program pada tahun ini secara umum tidak jauh berbeda dibandingkan sebelumnya. Perbedaan utama berada pada aspek regulasi, verifikasi dokumen, hingga ketentuan mengenai lokasi dan bidang penempatan peserta yang semakin diperketat.
“Program magang tahun ini tidak jauh berbeda dengan tahun sebelumnya, tetapi dari sisi regulasi dan ketentuan, area magang diperketat. Mungkin itu yang membuat dari dua rumah sakit lainnya berkasnya belum bisa terpenuhi,” pungkas Ari.
Dengan diterimanya 30 peserta pada gelombang pertama dan masih tersedianya kuota 27 orang untuk tahap berikutnya, RSD Kalisat berharap program magang Kemnaker dapat menjadi jembatan antara pendidikan dan kebutuhan dunia kerja. Program ini sekaligus membuka ruang bagi tenaga muda untuk mengasah kompetensi, mengenal lingkungan kerja rumah sakit, dan mempersiapkan diri menghadapi proses rekrutmen profesional.
