Kukar – “Stop pelanggaran, stop kecelakaan.” Seruan ini kembali menggema di jalanan Kalimantan Timur saat Operasi Zebra Mahakam 2025 resmi digelar sejak Senin (17/11/2025) dan akan berlangsung hingga 30 November 2025. Operasi tahunan ini menyasar pelanggaran lalu lintas prioritas demi menciptakan kondisi jalan yang lebih aman dan tertib.
Pelaksanaan Operasi Zebra Mahakam 2025 melibatkan jajaran Polda Kalimantan Timur serta dukungan dari Dinas Perhubungan dan Jasa Raharja. Operasi ini difokuskan pada delapan jenis pelanggaran utama seperti pengendara tanpa helm SNI, penggunaan ponsel saat berkendara, berkendara di bawah umur, melawan arus, berkendara dalam pengaruh alkohol, serta aksi balap liar.
“Kami imbau seluruh pengguna jalan untuk senantiasa mematuhi peraturan lalu lintas. Mulailah dari diri sendiri, karena keselamatan adalah tanggung jawab bersama,” ujar Bripol Ulfa dari Satuan Lalu Lintas Polres Kutai Kartanegara, dalam imbauannya kepada masyarakat.
Menurutnya, operasi ini bukan hanya soal penindakan, tetapi juga penguatan edukasi dan budaya disiplin di jalan raya. Pengendara diminta melengkapi surat-surat kendaraan, menggunakan helm standar, serta tidak menggunakan handphone saat mengemudi.
Dalam pelaksanaannya, petugas juga melakukan penertiban terhadap kendaraan angkutan barang. Seperti di Jalan H. Moh. Ardans Samarinda, 80 dari 96 kendaraan truk yang diperiksa ditemukan melanggar aturan. Persentase pelanggaran mencapai 90 persen, yang mayoritas disebabkan oleh kelengkapan kendaraan dan beban berlebih.
“Tujuan utama Operasi Zebra ini adalah menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas, serta mempersiapkan situasi aman menjelang Operasi Lilin pada akhir tahun,” jelas Kapolda Kaltim melalui keterangan tertulis.
Dalam dua hari pertama pelaksanaan, tercatat lebih dari 110 kendaraan ditindak di wilayah Bontang, Kutai Timur, dan Samarinda. Kepolisian menyatakan bahwa pelanggaran yang sering terjadi masih berkutat pada penggunaan helm, melawan arus, dan pengendara di bawah umur.
Dengan meningkatnya pengawasan dan edukasi di lapangan, aparat berharap kesadaran masyarakat untuk berkendara dengan tertib dan aman juga meningkat. Bila budaya disiplin bisa diterapkan secara konsisten, maka risiko kecelakaan dapat ditekan secara signifikan.
Operasi Zebra Mahakam 2025 menjadi momentum penting untuk membentuk perilaku berkendara yang lebih bertanggung jawab di tengah masyarakat.
