Padang – Seperti bara yang belum padam meski hujan deras mengguyur, situasi kebencanaan di Sumatera Barat masih menyisakan pekerjaan besar yang belum tuntas. DPW Partai NasDem Sumatera Barat mendesak Pemerintah Provinsi memperpanjang Status Tanggap Darurat Bencana hingga Kamis, 18 Desember 2025—lebih lama 10 hari dari masa berakhir yang dijadwalkan pada 8 Desember 2025.
Desakan itu disampaikan Sekretaris DPW NasDem Sumatera Barat sekaligus Wakil Ketua DPRD Provinsi, Nanda Satria. Ia menegaskan bahwa kondisi di lapangan belum memungkinkan untuk mengakhiri status darurat karena sejumlah indikator penanganan masih kritis. Berdasarkan data BNPB per Sabtu (6/12/2025), jumlah korban jiwa telah mencapai 226 orang, sementara ribuan keluarga masih bertahan di lokasi pengungsian.
Menurut Nanda, keselamatan warga harus menjadi prioritas utama. Ia menilai proses evakuasi, distribusi logistik, penanganan korban luka, hingga pemulihan infrastruktur masih berlangsung intensif di berbagai kabupaten terdampak. “Tanpa perpanjangan, proses penyelamatan dan bantuan bisa terhambat. Kami meminta status darurat diperpanjang hingga 18 Desember agar penanganan tetap terarah dan menyeluruh,” jelasnya.
Nanda juga menekankan bahwa perpanjangan status bukan hanya persoalan administratif, melainkan kebutuhan strategis untuk menjaga komando terpadu. Dengan status darurat, koordinasi lintas lembaga—BPBD, TNI, Polri, OPD, relawan, serta jaringan masyarakat—dapat berjalan lebih efektif dalam satu garis komando yang jelas.
Di sisi lain, NasDem Sumbar mengapresiasi solidaritas antardaerah yang ditunjukkan struktur partai.
“Hari ini NasDem Riau hadir di Agam menyalurkan bantuan langsung kepada warga terdampak,” ujar Nanda.
Ia merinci jenis bantuan yang disalurkan, mulai dari layanan air bersih dan sanitasi untuk mencegah risiko kesehatan, dukungan hunian sementara bagi warga yang kehilangan rumah, distribusi logistik untuk ribuan kepala keluarga, hingga pendampingan di titik-titik paling terdampak.
DPW NasDem Sumbar juga mengimbau seluruh kader dan Fraksi NasDem di DPRD kabupaten/kota untuk terus turun ke lapangan, memastikan bantuan benar-benar menjangkau kelompok paling rentan. Nanda menegaskan bahwa semangat kolektif harus dijaga selama masa darurat.
“Ini ujian kemanusiaan. Mari berdiri bersama, bekerja tanpa henti, dan menjaga solidaritas untuk Sumatera Barat,” pungkasnya.
