Samarinda – Tak ingin angka stunting bertahan di level mengkhawatirkan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur meluncurkan langkah besar: mengaktifkan kembali ribuan Posyandu sebagai ujung tombak layanan kesehatan di tingkat desa dan kelurahan.
Sebanyak 4.860 Posyandu menjadi sasaran revitalisasi hingga tahun 2026. Upaya ini dinilai krusial untuk menekan kasus gagal tumbuh pada anak yang kerap bermula dari kurangnya edukasi gizi dan layanan kesehatan ibu-anak di masa awal kehidupan.
Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, menegaskan bahwa Posyandu harus kembali menjalankan peran utamanya. Tidak sekadar tempat timbang badan balita, melainkan pusat edukasi, pemantauan, dan pencegahan stunting sejak masa kehamilan.
“Fungsi Posyandu harus dimaksimalkan kembali agar manfaatnya besar untuk kesehatan masyarakat,” ujar Seno, beberapa waktu lalu.
Ia menyoroti pentingnya menjangkau hingga daerah 3T seperti Mahakam Ulu dan Penajam Paser Utara. Menurutnya, tanpa layanan dasar yang merata, upaya penanganan stunting tidak akan optimal. Pemprov pun menyiapkan intervensi khusus dan penurunan tim ahli ke daerah-daerah dengan prevalensi tinggi.
Sinergi lintas sektor menjadi kunci. Seno menyebutkan bahwa kolaborasi antara pemerintah provinsi, kabupaten/kota, serta sektor swasta melalui CSR akan memperkuat fungsi operasional Posyandu di lapangan.
Kepala Dinas Kesehatan Kaltim, Jaya Mualimin, menyebut dari total 4.860 Posyandu, saat ini hanya 2.868 unit yang aktif. Sisanya belum berjalan optimal karena berbagai kendala, mulai dari sumber daya manusia hingga fasilitas.
“Kami siap mengaktifkan kembali seluruh Posyandu ini untuk mendukung penuh upaya pencegahan stunting,” tegas Jaya.
Revitalisasi ini juga menjadi bagian dari program nasional Gerakan Aktifkan Posyandu 2024. Melalui langkah ini, Posyandu diharapkan tak lagi hanya berfungsi sebagai fasilitas kesehatan teknis, tapi juga sebagai pusat literasi gizi dan pendampingan orang tua.
“Harapannya posyandu menjadi tempat edukasi para orang tua dan konsultasi gizi anak agar tidak terjadi stunting,” pungkasnya. (ADV).
