Jakarta – Tim Pengabdian kepada Masyarakat Program Studi S-1 PGSD Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Jakarta (FIP UNJ) melaksanakan program pendampingan penulisan karya ilmiah bagi guru SDN Pondok Bambu 06, Jakarta Timur.
Program bertajuk “Pendampingan Penulisan Karya Ilmiah: Katalis untuk Inovasi Pembelajaran di Sekolah Dasar Jakarta” ini diarahkan untuk membantu guru mengembangkan pengalaman dan praktik baik di kelas menjadi karya ilmiah yang sistematis dan layak dipublikasikan.
Kegiatan dilaksanakan pada Mei hingga Juli 2026 melalui tahapan persiapan, sosialisasi, analisis kebutuhan, pelatihan penulisan ilmiah, workshop penyusunan draf, pemanfaatan teknologi digital, pendampingan intensif, evaluasi, hingga penguatan keberlanjutan program.
Rangkaian kegiatan tersebut dirancang agar peserta tidak berhenti pada pemahaman teori, tetapi mampu menghasilkan karya nyata yang dapat terus disempurnakan.
Ketua tim pengabdian, Prof. Dr. Mohamad Syarif Sumantri, M.Pd., bersama tim menempatkan penulisan ilmiah sebagai bagian dari pengembangan profesional guru. Guru dinilai memiliki banyak pengalaman, inovasi, dan solusi terhadap berbagai persoalan pembelajaran di kelas.

Dokumentasi: Tim PKM FIP UNJ.
Melalui pendampingan yang terstruktur, pengalaman tersebut diarahkan menjadi pengetahuan yang terdokumentasi, dapat direfleksikan, sekaligus dibagikan kepada komunitas pendidikan yang lebih luas.
Pendampingan Berbasis Praktik
Dalam pelatihan, para guru memperoleh penguatan mengenai identifikasi masalah pembelajaran, Penelitian Tindakan Kelas (PTK), struktur artikel ilmiah, bahasa akademik, teknik sitasi, penyusunan daftar pustaka, pencarian referensi, etika publikasi, serta prosedur publikasi ilmiah.
Materi diberikan melalui penjelasan interaktif, demonstrasi, diskusi, dan praktik langsung sehingga peserta dapat segera menerapkannya pada topik-topik yang dekat dengan pengalaman mengajar mereka.
Keterlibatan peserta terlihat selama proses pelatihan dan pendampingan. Para guru menggunakan laptop dan perangkat seluler untuk mengikuti materi, mengakses kegiatan pembelajaran, menyusun draf, serta mengikuti evaluasi.
Dalam evaluasi program, sebanyak 14 guru mengikuti prates dan 12 guru mengikuti pascates. Profil awal menunjukkan peserta memiliki kesiapan yang relatif baik. Dari 14 responden, tujuh orang pernah mengikuti pelatihan sejenis, lima orang pernah menulis artikel, dan tiga orang pernah memublikasikan karya ilmiah.
Kondisi tersebut membuat keberhasilan kegiatan tidak hanya diukur berdasarkan perubahan skor tes. Tim juga memperhatikan perkembangan proses dan produk, seperti keterlibatan peserta, kualitas draf, kemampuan melakukan revisi berdasarkan umpan balik, pemanfaatan sumber ilmiah, serta kesiapan karya untuk dipublikasikan.
Teknologi Digital Memperluas Ruang Pendampingan
Program ini memanfaatkan Google Classroom sebagai ruang kolaborasi penulisan. Melalui platform tersebut, guru dapat mengunggah draf, berdiskusi dengan tim pendamping, menerima umpan balik, serta melakukan revisi secara berkelanjutan.
Pendampingan tidak hanya berlangsung pada saat pertemuan tatap muka, tetapi juga dapat diteruskan secara daring sesuai kebutuhan dan perkembangan masing-masing naskah.
Tim juga menyiapkan modul digital penulisan karya ilmiah dan template artikel sebagai perangkat belajar yang dapat digunakan selama maupun setelah program.
Modul tersebut memuat panduan mengenai struktur artikel ilmiah, teknik penulisan akademik, pencarian dan penggunaan referensi, sitasi, serta prosedur publikasi. Kehadiran perangkat tersebut memberikan guru rujukan operasional sehingga proses menulis tidak hanya bergantung pada penjelasan ketika pelatihan berlangsung.
Lima Kelompok Guru Menghasilkan Draf Artikel
Salah satu capaian penting program adalah terbentuknya karya nyata dari para peserta. Sebanyak lima kelompok guru telah menghasilkan draf artikel ilmiah yang dikembangkan berdasarkan pengalaman dan permasalahan pembelajaran di kelas.
Draf tersebut melalui proses penyusunan, reviu, pendampingan, serta penyempurnaan menuju kesiapan untuk dikirimkan ke jurnal nasional ber-ISSN.
Tema tulisan yang dikembangkan pun beragam, antara lain strategi pembelajaran matematika berbasis deep learning, pembelajaran IPA yang efektif di kelas IV SD, peningkatan keterampilan berbicara pada kelas tinggi, e-learning dalam pendidikan karakter SD, serta manajemen kelas.
Keragaman tema tersebut menunjukkan bahwa praktik sehari-hari guru memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi pengetahuan akademik yang bermanfaat bagi guru lainnya.
Bagi tim pengabdian, capaian tersebut penting karena tujuan program bukan semata-mata meningkatkan pengetahuan mengenai penulisan ilmiah. Program diarahkan agar guru mampu mentransformasikan praktik baik menjadi produk akademik, membangun argumentasi berbasis data, menggunakan referensi yang relevan, dan terbiasa memperbaiki tulisan melalui proses umpan balik.
Dorong Terbentuknya Komunitas Guru Penulis
Program tidak berhenti setelah pelatihan selesai. Tim FIP UNJ bersama pihak sekolah mendorong penguatan forum komunikasi dan komunitas guru penulis.
Forum tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan untuk berdiskusi, melakukan reviu sejawat, berbagi sumber ilmiah, memperoleh informasi mengenai peluang publikasi, serta melanjutkan proses revisi sampai karya siap diterbitkan.

Pendampingan yang berjalan mulai menumbuhkan kebiasaan para guru untuk mendiskusikan masalah pembelajaran, berbagi draf, menerima masukan, mendokumentasikan praktik baik, serta memanfaatkan teknologi dalam proses penulisan.
Proses tersebut menjadi fondasi bagi berkembangnya budaya akademik yang lebih kolaboratif dan berkelanjutan di lingkungan sekolah.
Program ini diketuai Prof. Dr. Mohamad Syarif Sumantri, M.Pd., dengan anggota Dr. Laely Farokhah, S.Pd., M.Pd.; Maisa Hurul Aeni, M.Psi.; Dessy Norma Juita, S.Pd., M.Pd.; Venna Puspita Sari, S.Pd., M.A.; dan Wily Wandari, M.Pd.
Kegiatan juga melibatkan mahasiswa Dea Nur Hafifah dan Eli Elliyani, serta didukung oleh Ernawati Sulistiyaningsih, M.Pd. selaku mitra dari SDN Pondok Bambu 06.
Melalui kegiatan ini, guru diharapkan tidak hanya menjadi pelaksana pembelajaran, tetapi juga mampu menjadi produsen pengetahuan yang mendokumentasikan, merefleksikan, dan membagikan inovasi pembelajarannya.
Budaya menulis dan publikasi ilmiah di sekolah diharapkan dapat memperkuat profesionalisme guru sekaligus memperluas dampak praktik baik yang tumbuh dari ruang-ruang kelas sekolah dasar.
