Jember – DPRD Kabupaten Jember menggelar Rapat Paripurna I dengan agenda Penyampaian Penjelasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang APBD Kabupaten Jember Tahun Anggaran 2027, Senin (28/9/2026).
Rapat yang berlangsung di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Jember tersebut dihadiri 32 anggota dewan dari total 49 anggota DPRD Jember.
Bupati Jember Muhammad Fawait usai mengikuti rapat paripurna menyampaikan bahwa penyusunan APBD 2027 akan tetap mengacu pada arah pembangunan yang telah ditetapkan dalam Peraturan Daerah tentang RPJMD Kabupaten Jember.
Menurutnya, program-program yang dirancang dalam APBD 2027 tidak boleh berjalan di luar koridor RPJMD yang telah disepakati bersama antara pemerintah daerah dan DPRD.
“Program-program yang dirancang untuk APBD tahun 2027 tidak akan lepas dari Perda RPJMD yang sudah disepakati oleh pemerintah kabupaten antara eksekutif maupun legislatif,” ujar Gus Fawait.
Di sisi lain, Gus Fawait menegaskan bahwa pembangunan Jember tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan APBD. Karena itu, ia mendorong anggota DPRD bersama pemerintah daerah untuk terus melakukan komunikasi dan lobi ke pemerintah pusat guna mendatangkan program serta anggaran dari APBN.
Ia menilai dukungan pemerintah pusat menjadi salah satu bagian penting dalam mempercepat pembangunan di Jember.
“Saya juga mengajak anggota DPRD untuk terus melakukan lobi-lobi kepada pemerintah pusat. Kita ketahui bersama, Jember kalau cuma hanya pakai APBD enggak cukup,” katanya.
Gus Fawait menyebut, sinergi antara APBD dan APBN menjadi strategi penting agar keterbatasan fiskal daerah tidak menghambat berbagai program pembangunan.
Ia juga mengatakan bahwa pada tahun ini terdapat anggaran dari pemerintah pusat yang masuk ke Kabupaten Jember. Menurutnya, jika dihitung secara keseluruhan, dukungan tersebut dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap pembiayaan pembangunan daerah.
“Alhamdulillah, tahun ini juga APBN kita yang masuk ke Kabupaten Jember jumlahnya perlu kita syukuri,” ungkapnya.
Selain membahas APBD 2027, Gus Fawait turut menyinggung kondisi kesehatan masyarakat Jember. Ia mengimbau masyarakat tetap menjaga kesehatan meski jumlah pasien yang masuk ke rumah sakit pemerintah maupun puskesmas dalam beberapa hari terakhir disebut mulai mengalami penurunan.
Khusus bagi anak-anak usia sekolah, ia mengimbau agar menggunakan masker ketika mengalami gejala flu. Bahkan, jika kondisi kesehatan tidak memungkinkan, anak disarankan untuk sementara tidak masuk sekolah.
“Tidak perlu panik karena kondisinya sudah menurun. Tetapi tetap menjaga kesehatan,” pesannya.
Gus Fawait menambahkan, pemerintah akan terus mencermati perkembangan kondisi kesehatan masyarakat sembari memastikan program pembangunan tetap berjalan sesuai dengan perencanaan.
Rapat Paripurna I DPRD Jember ini menjadi salah satu tahapan pembahasan APBD 2027 sebelum memasuki tahapan pembahasan lebih lanjut antara legislatif dan eksekutif.
