Samarinda – “Ruang politik tak boleh berjarak dengan masyarakat.” Semangat itu kembali dihidupkan Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Kalimantan Timur melalui Hari Aspirasi edisi Agustus 2026. Ketua Fraksi PKS DPRD Kaltim Firnadi Ikhsan menerima kedatangan anak-anak muda dari Odah Muda Kutai Kartanegara yang membawa gagasan tentang penguatan partisipasi pemuda dalam merespons berbagai persoalan daerah.
Firnadi menjelaskan, Hari Aspirasi merupakan agenda yang secara konsisten dijalankan Fraksi PKS selama dua tahun terakhir. Program tersebut menjadi bagian dari komitmen fraksi untuk membuka pelayanan representasi politik kepada masyarakat Kalimantan Timur. Melalui ruang itu, warga dapat menyampaikan aspirasi, berdiskusi, memberikan usulan, hingga menyampaikan kritik dan koreksi terhadap kebijakan pemerintah.
“Hari ini hari aspirasi edisi Agustus 2026. Jadi di dua tahun keberadaan fraksi kita terus menggelar hari aspirasi sebagai komitmen kita untuk menghadirkan pelayanan representasi politik kepada masyarakat Kalimantan Timur,” kata Firnadi di Samarinda, Senin (10/8/2026).
Menurut Firnadi, masyarakat perlu memanfaatkan berbagai ruang komunikasi dengan wakil rakyat agar persoalan maupun gagasan yang muncul di tengah masyarakat dapat tersampaikan langsung. Fraksi PKS, lanjut dia, membuka kesempatan tersebut dengan menyiapkan anggota fraksi untuk menerima berbagai kelompok masyarakat yang ingin berdialog.
“Kita selalu himbau untuk menggunakan ruang-ruang seperti ini untuk menyampaikan aspirasi atau berdiskusi, menyampaikan masukan, usulan, sekaligus juga mungkin bisa jadi tempat koreksi juga buat pemerintah. Kita terbuka untuk itu semua,” ujarnya.
Dalam Hari Aspirasi kali ini, Odah Muda Kutai Kartanegara menjadi salah satu kelompok yang datang menyampaikan gagasan. Organisasi kepemudaan tersebut sebelumnya juga telah menggelar kegiatan bertema pendidikan kampus yang mempertemukan pelajar SMP dan SMA dengan informasi mengenai dunia perguruan tinggi. Sejumlah pemuda asal Kukar yang tengah menempuh pendidikan di Samarinda membawa kembali gagasan tersebut untuk memberikan manfaat kepada generasi muda di daerah asal mereka.
Firnadi mengaku telah mengenal sejumlah anak muda yang tergabung dalam kelompok tersebut. Menurutnya, aktivitas mereka menunjukkan adanya semangat anak muda Kukar untuk tidak berhenti pada kegiatan akademik di kampus, tetapi juga kembali membangun ruang berbagi pengetahuan dan diskusi di Tenggarong maupun wilayah Kutai Kartanegara.
“Mereka ini anak-anak muda asal Kukar yang kuliah di Samarinda, yang kemudian memiliki gagasan-gagasan dibawa kembali pulang ke Tenggarong, ke Kukar,” kata Firnadi.
Pertemuan pada Senin (10/8/2026) tersebut merupakan tindak lanjut surat permohonan audiensi Odah Muda Kutai Kartanegara bernomor 004/ODH/VIII/2026 tertanggal Ahad (9/8/2026). Surat yang ditandatangani Ketua Odah Muda Veronica Febby Ola Deo itu menjelaskan rencana penyelenggaraan kegiatan bertajuk “Diskusi dan Aksi Pemuda: Kolaborasi Merespons Isu Lokal.”
Kegiatan tersebut dirancang untuk meningkatkan kesadaran serta partisipasi aktif generasi muda dalam membahas persoalan sosial, lingkungan, dan ekonomi yang berkembang di Kutai Kartanegara. Odah Muda juga ingin mendorong lahirnya solusi kreatif melalui kolaborasi antarpemuda dan pemangku kebijakan.
Dalam audiensi itu, Odah Muda turut membawa gagasan penyelenggaraan kegiatan serap aspirasi khusus pemuda. Mereka menilai aspirasi generasi muda Kukar perlu disampaikan secara langsung kepada para wakil rakyat, terutama anggota DPRD Kalimantan Timur yang berasal dari daerah pemilihan Kutai Kartanegara.
Firnadi menyebut kelompok tersebut memiliki pandangan bahwa 11 anggota DPRD yang berasal dari Kutai Kartanegara memiliki posisi strategis untuk mendengar persoalan dan harapan generasi muda. Karena itu, saluran politik melalui anggota DPRD dinilai dapat menjadi jembatan antara kebutuhan pemuda dan proses pengambilan kebijakan di tingkat provinsi.
“Mereka berpandangan bahwa 11 anggota DPRD asal Kutai Kartanegara itu wajib mendengarkan apa yang sebenarnya menjadi aspirasi anak-anak muda,” tutur Firnadi.
Ia menambahkan, Fraksi PKS juga terbuka apabila sebuah agenda aspirasi membutuhkan kehadiran pihak lain yang memiliki kapasitas menjelaskan persoalan tertentu. Komunikasi yang disampaikan lebih awal akan memudahkan fraksi untuk menyiapkan anggota maupun mengundang pihak terkait agar diskusi menghasilkan penjelasan yang lebih lengkap.
Pertemuan antara Fraksi PKS DPRD Kaltim dan Odah Muda Kukar menjadi gambaran pentingnya membuka ruang politik yang lebih dekat dengan generasi muda. Aspirasi mengenai persoalan sosial, lingkungan, ekonomi, hingga pendidikan diharapkan tidak berhenti sebagai diskusi, tetapi dapat menjadi masukan bagi wakil rakyat dalam menjalankan fungsi representasi dan memperjuangkan kebutuhan masyarakat Kutai Kartanegara.
