Kediri – Perlahan tetapi pasti, kepingan permainan Persik Kediri mulai tersusun menjelang bergulirnya Super League musim 2026/2027. Sepekan menjalani pemusatan latihan di Solo memberikan gambaran positif bagi pelatih Marcos Reina, yang melihat anak asuhnya semakin mampu menerjemahkan konsep permainan yang tengah dibangun.
Persik Kediri memanfaatkan agenda pemusatan latihan tersebut untuk meningkatkan kondisi fisik sekaligus memperkuat pemahaman pemain terhadap pendekatan taktik Marcos Reina. Persiapan dilakukan sebagai bagian dari rangkaian pramusim sebelum Macan Putih memasuki kompetisi resmi. Selain menjalani latihan rutin, Persik juga menghadapi PSIS Semarang dan Persita Tangerang dalam agenda latihan bersama untuk mengukur perkembangan tim dalam situasi pertandingan.
“Secara keseluruhan, pekan ini berjalan sangat baik. Aku senang dengan progres yang diperlihatkan para pemain. Mereka terus berkembang secara fisik dan taktik,” tutur Marcos Reina, Senin (10/8/2026).
Penilaian positif tersebut menjadi modal bagi Persik untuk melanjutkan tahapan persiapan berikutnya. Reina tidak hanya melihat peningkatan dari aspek kebugaran, tetapi juga perkembangan dalam menjalankan instruksi serta pola permainan yang ingin diterapkan sepanjang musim mendatang.
Latihan bersama menghadapi PSIS dan Persita menjadi kesempatan penting bagi jajaran pelatih untuk memberikan menit bermain kepada para pemain. Melalui agenda tersebut, Reina dapat melihat sejauh mana skema yang selama ini diasah dalam sesi latihan mampu diterapkan ketika tim menghadapi tekanan lawan.
Kualitas tim yang menjadi lawan Persik juga dinilai memberikan manfaat tersendiri. Apalagi, beberapa lawan telah memulai program pramusim lebih dahulu sehingga mempunyai tingkat kesiapan yang berbeda. Kondisi itu justru menjadi ujian bagi Macan Putih untuk melihat kemampuan mereka bersaing setelah menjalani program latihan selama sepekan di Solo.
“Kami senang dengan performa yang diperlihatkan para pemain. Berlatih bersama tim yang bagus dan memiliki persiapan satu pekan lebih awal dari kami, jadi mereka berada di level yang berbeda. Kami bermain lebih baik, jadi itu hal yang sangat bagus,” ungkapnya.
Selain menguji perkembangan permainan secara kolektif, rangkaian latihan tersebut turut menjadi sarana adaptasi bagi sejumlah wajah baru di dalam skuad Persik Kediri. Kehadiran pemain anyar membuat proses penyatuan pemahaman menjadi salah satu pekerjaan penting bagi tim pelatih sebelum kompetisi dimulai.
Para pemain baru tidak hanya dituntut meningkatkan kondisi fisik, tetapi juga harus memahami karakter permainan yang diinginkan Reina. Penyesuaian tersebut menjadi penting karena keselarasan antarpemain akan menentukan efektivitas skema ketika Persik menghadapi pertandingan kompetitif.
Meski puas dengan perkembangan yang telah diperlihatkan skuadnya, Reina menegaskan pekerjaan Persik masih jauh dari selesai. Tim pelatih tetap akan melakukan evaluasi dan pembenahan di berbagai aspek. Kebugaran pemain serta pemahaman yang lebih mendalam terhadap model permainan menjadi dua hal yang akan terus mendapat perhatian dalam program latihan berikutnya.
“Kami akan terus bekerja keras, mendapatkan level fitness yang lebih baik, pemahaman model permainan yang lebih baik. Kita memiliki sejumlah pemain baru, mereka juga harus turut memahami hal tersebut,” pungkasnya.
Dengan kompetisi Super League 2026/2027 yang semakin mendekat, Persik Kediri kini berupaya menjaga tren perkembangan tersebut. Hasil selama pemusatan latihan menjadi pijakan awal, sementara peningkatan kebugaran, adaptasi pemain baru, dan kematangan taktik akan terus dikejar agar Macan Putih memiliki kesiapan lebih baik ketika memasuki pertandingan resmi.
