Kutim – Panggung pembinaan bulutangkis kembali menyala di Kutai Timur (Kutim). Pengurus Kabupaten Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Kutim menggelar Kejuaraan Bulutangkis Kabupaten (Kejurkab) Kutim 2026 di Sangkulirang sebagai arena kompetisi sekaligus berburu bibit atlet potensial dari berbagai kelompok usia.
Kejuaraan yang dipusatkan di HB Arena Billiard & Badminton atau GOR Habibi, Desa Benua Baru, Kecamatan Sangkulirang tersebut berlangsung selama tiga hari, mulai Rabu (16/9/2026) hingga Jumat (18/9/2026). Pemilihan Sangkulirang sebagai lokasi pertandingan menjadi bagian dari upaya PBSI Kutim memperluas pembinaan dan penjaringan atlet hingga ke wilayah kecamatan.
Kejurkab tahun ini mempertandingkan sejumlah kelompok usia dan nomor pertandingan. Pada sektor tunggal putra dan putri, persaingan dimulai dari kategori usia dini hingga taruna. Sementara nomor ganda putra dan putri diikuti atlet kategori pemula sampai dewasa. Keberagaman kategori tersebut memberi kesempatan lebih luas kepada pebulu tangkis Kutim untuk memperoleh pengalaman bertanding dalam kompetisi resmi.
Seluruh laga menggunakan sistem gugur dengan format tiga gim atau best of three games serta sistem 21 rally point. Aturan pertandingan mengacu pada regulasi resmi PBSI dan Badminton World Federation (BWF). Penerapan standar tersebut diharapkan membiasakan atlet dengan atmosfer serta ketentuan pertandingan yang akan mereka temui ketika berlaga pada kejuaraan di level lebih tinggi.
“Melalui kejuaraan ini, kami ingin memberikan kesempatan kepada atlet dari berbagai kelompok usia dan wilayah untuk menguji kemampuan. Mereka juga bisa mendapatkan pengalaman bertanding yang lebih banyak sebagai bekal menghadapi kompetisi berikutnya,” jelas Ketua PBSI Kutim, Daniel Politius Sebayang, Rabu (16/9/2026).
Daniel mengatakan, pelaksanaan turnamen selama tiga hari tidak sekadar diarahkan untuk menentukan pemenang. Kejurkab juga menjadi bagian dari proses pembinaan berjenjang, terutama dalam melihat kemampuan atlet yang berpotensi dikembangkan untuk menghadapi berbagai agenda kompetisi berikutnya.
Penyelenggaraan Kejurkab di Sangkulirang sekaligus membawa pembinaan bulutangkis lebih dekat dengan atlet di kecamatan. Langkah tersebut membuka kesempatan bagi talenta daerah untuk mendapatkan ruang kompetisi tanpa seluruh kegiatan harus terkonsentrasi di pusat pemerintahan kabupaten.
Upaya PBSI Kutim itu mendapat dukungan Pemerintah Kabupaten Kutim melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora). Kejuaraan dinilai memiliki peran penting dalam menumbuhkan kebiasaan berolahraga di tengah masyarakat sekaligus menyediakan jalur penjaringan atlet potensial dari kecamatan.
“Terima kasih kepada PBSI yang terus menggelorakan semangat olahraga bulutangkis ke setiap kecamatan. Ini menjadi bagian penting dalam membangun budaya olahraga sekaligus mencari bibit-bibit atlet potensial dari daerah,” terang Kepala Dispora Kutim, Basuki Isnawan.
Basuki juga menyampaikan pesan Bupati Kutim agar para atlet menjadikan kompetisi tersebut sebagai ruang untuk melakukan kegiatan positif. Keikutsertaan dalam kejuaraan tidak hanya bermanfaat bagi kebugaran, tetapi juga dapat menjadi pijakan awal bagi atlet yang ingin mengejar prestasi pada tingkat regional hingga nasional.
Pembinaan melalui kompetisi menjadi penting karena kemampuan atlet tidak cukup hanya diasah melalui latihan. Pertandingan resmi memberi pengalaman menghadapi tekanan, mengatur strategi, menjaga konsistensi permainan, hingga mengukur kemampuan ketika berhadapan dengan atlet dari klub maupun wilayah lain.
Dukungan terhadap penyelenggaraan Kejurkab juga datang dari Ketua DPRD Kutim, Jimmi. Ia menilai kolaborasi antara organisasi olahraga, pemerintah dan pihak swasta menjadi unsur penting dalam menjaga keberlangsungan pembinaan atlet di daerah. Keterlibatan perusahaan dalam mendukung kegiatan olahraga juga diapresiasi karena dapat memperkuat ruang pengembangan bagi atlet.
“Terima kasih kepada PBSI dan seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan ini, termasuk perusahaan yang turut memberikan dukungan. Kami mengapresiasi kegiatan seperti ini karena memberikan ruang bagi atlet untuk berkembang,” pungkasnya.
Melalui Kejurkab Kutim 2026, PBSI Kutim berharap kompetisi tidak berhenti pada perebutan gelar juara. Turnamen di Sangkulirang diharapkan menjadi pintu masuk untuk menemukan atlet-atlet potensial sekaligus memperkuat pembinaan bulutangkis dari tingkat kecamatan. Dengan kompetisi yang berkelanjutan dan dukungan berbagai pihak, atlet daerah memiliki ruang lebih besar untuk mengasah kemampuan serta mempersiapkan diri menuju jenjang pertandingan yang lebih tinggi.
