Sangatta — Tumpukan pakaian yang datang setiap hari bukan sekadar cucian bagi Muji Endriani. Di balik setiap baju, seprai, bedcover hingga sepatu yang dipercayakan pelanggan, ada tanggung jawab yang harus dijaga. Dari pekerjaan sederhana itulah ia perlahan membangun Akbar Jaya Laundry di Sangatta Utara.
Berlokasi di Jalan Pendidikan, Gang Ronggolawe Nomor 96, Sangatta Utara, Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur, usaha laundry tersebut dirintis Muji sejak 2021.
Empat kata menjadi prinsip yang terus ia pegang: melayani dengan sepenuh hati.
“Pelanggan adalah raja. Kami ingin melayani dengan sepenuh hati dan ramah,” kata Muji Endriani, pemilik Akbar Jaya Laundry saat ditemui, Kamis (17/9/2026).
Prinsip tersebut terdengar sederhana. Namun bagi sebuah usaha jasa, keramahan dan kepercayaan justru menjadi modal yang tidak kalah berharga dari mesin cuci dan berbagai perlengkapan usaha.
Akbar Jaya Laundry melayani kebutuhan pencucian masyarakat dengan sejumlah pilihan. Mulai dari laundry kiloan dan satuan, layanan reguler maupun ekspres, servis atau perawatan pakaian, penanganan pakaian yang mengalami kelunturan, hingga pencucian sepatu.
Tidak hanya pakaian, pelanggan juga dapat mempercayakan sejumlah perlengkapan rumah tangga untuk dicuci, seperti ambal, gorden, seprai dan bed cover.
Beragam layanan tersebut mengikuti kebutuhan masyarakat yang juga semakin beragam.

Secara umum, bisnis laundry saat ini tidak lagi hanya berkutat pada cuci dan setrika pakaian. Industri jasa ini berkembang dengan berbagai model pelayanan, mulai dari cuci-lipat, cuci-setrika, setrika saja, laundry satuan, pencucian barang berukuran besar, hingga perawatan sepatu dan tas.
Ada pula usaha yang menawarkan dry cleaning untuk bahan tertentu, layanan ekspres atau selesai pada hari yang sama, antar-jemput, hingga konsep laundry swalayan.
Akbar Jaya Laundry mengambil bagian dari perkembangan tersebut dengan layanan yang disesuaikan dengan kemampuan usaha dan kebutuhan pelanggannya di Sangatta.
Bagi Muji, pilihan layanan memang penting. Namun hubungan dengan pelanggan tidak bisa dibangun hanya melalui daftar jasa yang tersedia.
Ada hal lain yang harus terus dirawat: rasa percaya.
Pakaian dan barang rumah tangga yang diserahkan pelanggan merupakan milik pribadi yang harus diperlakukan dengan hati-hati. Kesalahan kecil, mulai dari pakaian tertukar hingga hasil pencucian yang tidak sesuai harapan, dapat memengaruhi kepercayaan yang telah dibangun.
Karena itulah keramahan harus berjalan beriringan dengan kualitas pelayanan.
Perjalanan Akbar Jaya Laundry juga menggambarkan geliat usaha mikro dan kecil yang tumbuh di sekitar kehidupan masyarakat. Usaha seperti laundry mungkin terlihat sederhana, tetapi keberadaannya menjawab persoalan yang nyata: keterbatasan waktu.
Bagi pekerja dengan aktivitas padat, keluarga yang memiliki banyak pekerjaan rumah tangga, maupun masyarakat yang membutuhkan penanganan khusus terhadap pakaian dan barang tertentu, jasa laundry menawarkan kemudahan.
Di situlah Muji melihat ruang untuk terus bertumbuh.
Sejak membuka usahanya pada 2021, ia tidak ingin Akbar Kaya Laundry berhenti sebagai usaha yang hanya bertahan dari hari ke hari. Ada harapan yang sedang dipersiapkan untuk masa depan.
Muji ingin membuka cabang.
Keinginan tersebut menjadi bagian dari perjalanan seorang pelaku usaha lokal yang memulai bisnis dari lingkungan tempat tinggalnya sendiri. Membuka cabang tentu membutuhkan kesiapan lebih besar, mulai dari modal, tenaga kerja, peralatan hingga kemampuan menjaga standar pelayanan.
Sebab semakin besar sebuah usaha, semakin besar pula tanggung jawab mempertahankan kepercayaan pelanggan.
Muji tampaknya memahami bahwa pertumbuhan tidak cukup diukur dari jumlah mesin yang bertambah atau banyaknya cucian yang masuk. Usaha jasa hidup dari pengalaman pelanggan.
Seseorang yang puas bisa kembali membawa cucian berikutnya. Dari satu pelanggan, kabar tentang pelayanan yang baik juga dapat berpindah kepada keluarga, tetangga dan lingkungan pertemanan.
Karena itu, bagi Akbar Jaya Laundry, keramahan bukan sekadar pelengkap.
