Jember – Gerbong birokrasi Pemerintah Kabupaten Jember kembali bergerak. Bupati Jember Muhammad Fawait melakukan penyegaran jabatan dengan melantik sejumlah pejabat administrator dan pengawas serta menyerahkan SK penugasan Kepala Puskesmas.
Prosesi pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan berlangsung di Pendopo Wahyawibawagraha, Rabu (16/9/2026) malam.
Gus Fawait menyebut rotasi jabatan sebagai bagian dari kebutuhan organisasi untuk mempercepat kerja pemerintahan. Ia menegaskan, pergeseran tersebut tidak berkaitan dengan buruknya kinerja pejabat sebelumnya.
“Perombakan ini hal biasa. Kinerja pejabat sebelumnya sudah bagus, namun kita membutuhkan percepatan,” kata Gus Fawait.
Dalam penyegaran kali ini, sejumlah pejabat muda ditempatkan di wilayah, termasuk sebagai camat. Sementara pejabat yang lebih senior diarahkan untuk memperkuat sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Menurut Gus Fawait, pola tersebut diharapkan membuat pelaksanaan program pemerintah daerah semakin cepat dan responsif, terutama di tingkat pelayanan masyarakat.
“Banyak pejabat muda yang kita tempatkan di wilayah seperti camat, sementara para senior kami posisikan di OPD,” ujarnya.
Kebijakan tersebut diarahkan untuk mendukung pencapaian target yang tercantum dalam RPJMD Kabupaten Jember. Dua fokus utama yang ditekankan adalah pengentasan kemiskinan dan penguatan pelayanan dasar.
Perubahan struktur juga menyentuh sektor kesehatan. Para Kepala Puskesmas yang mendapatkan penugasan baru diminta ikut mendorong perluasan program kesehatan prioritas Pemkab Jember.Salah satunya layanan homecare dan pengobatan gratis.
Gus Fawait mengungkapkan, cakupan program yang sebelumnya sekitar 25 ribu sasaran ditargetkan meningkat menjadi 50 ribu, kemudian mencapai 100 ribu sasaran pada tahun depan.
“Jangkauan program homecare dan pengobatan gratis harus diperluas secara masif,” tegasnya.
Menurutnya, peningkatan cakupan tersebut membutuhkan dukungan dari jajaran pelayanan kesehatan di tingkat bawah agar program tidak hanya berjalan secara administratif, tetapi benar-benar menjangkau masyarakat.
Sementara itu, pengisian jabatan yang masih kosong juga menjadi perhatian Pemkab Jember.Gus Fawait menyampaikan bahwa sebagian besar posisi yang sebelumnya kosong telah mulai terisi secara bertahap. Namun, sejumlah jabatan kepala dinas masih dijalankan oleh Plt.
Pemkab Jember menyiapkan seleksi terbuka atau open bidding untuk mengisi jabatan tersebut.
“Bulan November atau Desember mendatang, kami rencanakan menggelar open bidding untuk mengisi jabatan-jabatan yang masih kosong atau diisi oleh Plt,” pungkasnya.
Penyegaran birokrasi ini menjadi bagian dari langkah Pemkab Jember untuk membangun struktur pemerintahan yang dinilai lebih sesuai dengan kebutuhan percepatan program daerah, sekaligus memperkuat pelayanan langsung kepada masyarakat. (ADV).
