Bontang – “Jangan hanya bagus di gambar.” Pesan itu mengemuka saat Ketua DPRD Kota Bontang, Andi Faizal Sofyan Hasdam, meninjau langsung pembangunan kawasan Halaman Olahraga dan Pemuda (HOP) 1 di Kelurahan Satimpo. Dalam inspeksi mendadak tersebut, ia mengingatkan kontraktor agar kualitas hasil akhir proyek benar-benar mencerminkan desain dan perencanaan yang telah disepakati.
Peninjauan dilakukan terhadap proyek yang dikerjakan PT Gariyan Alfath Saguna dengan dukungan anggaran pemerintah daerah senilai sekitar Rp17,5 miliar. Saat dikunjungi, progres pekerjaan fisik dilaporkan telah berada di kisaran 22 persen. Andi Faizal menekankan, nilai anggaran yang besar harus berbanding lurus dengan mutu infrastruktur dan fasilitas publik yang nantinya dinikmati masyarakat Bontang.
“Di gambarnya bagus. Awas pas jadi nanti jelek, pasti kami akan minta pertanggungjawaban. Nanti Oktober kami balik lagi, kalau tidak bagus, kami minta bongkar,” ujar Andi Faizal saat berada di lokasi proyek, Senin (10/8/2026)
Pernyataan tersebut menjadi peringatan tegas bagi pelaksana proyek untuk tidak mengabaikan detail pekerjaan selama proses pembangunan. DPRD, menurut penegasan itu, akan kembali melakukan pengawasan pada Oktober 2026 guna memastikan kualitas pekerjaan tetap berada pada jalur yang sesuai dengan rancangan awal. Jika hasil pekerjaan dinilai tidak memenuhi standar, pembongkaran terhadap bagian yang bermasalah dapat diminta sebagai bentuk pertanggungjawaban.
Selain mengamati perkembangan konstruksi, Andi Faizal juga memberikan perhatian terhadap keterhubungan berbagai fasilitas yang akan dibangun di kawasan HOP 1. Menurutnya, tahapan pembangunan perlu diatur secara matang agar pekerjaan pada satu fasilitas tidak justru menimbulkan kerusakan terhadap bagian lain yang telah selesai dibangun.
Karena itu, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bontang diminta mengoordinasikan urutan pengerjaan seluruh sarana pendukung. Sinkronisasi dinilai penting, terutama ketika pembangunan kawasan melibatkan sejumlah jenis pekerjaan dengan fungsi berbeda. Perencanaan teknis yang terintegrasi diharapkan mampu mencegah pekerjaan berulang sekaligus menghindari pemborosan anggaran akibat kerusakan pada infrastruktur yang telah lebih dulu diselesaikan.
Dinas PUPR Bontang menyampaikan bahwa paket pekerjaan pada tahun ini tidak hanya berfokus pada pembangunan kawasan olahraga. Ruang lingkupnya turut mencakup jasa pemeliharaan gedung Rumah Kreasi Milenial (RKM), serta penyesuaian lapangan olahraga agar memenuhi standar yang telah ditentukan.
Keberadaan berbagai fasilitas tersebut diharapkan menjadikan kawasan HOP 1 sebagai ruang publik yang lebih representatif bagi kegiatan olahraga dan aktivitas kepemudaan. Dengan anggaran mencapai miliaran rupiah, kualitas material, ketepatan konstruksi, hingga kesesuaian hasil pekerjaan dengan desain menjadi aspek penting yang harus terus diawasi hingga proyek selesai.
Target penyelesaian seluruh pekerjaan ditetapkan pada Desember 2026. Dengan waktu pengerjaan yang masih berjalan, kontraktor memiliki tanggung jawab untuk menjaga kecepatan pembangunan tanpa mengorbankan kualitas. Pengawasan dari DPRD dan koordinasi teknis bersama Dinas PUPR menjadi bagian penting untuk memastikan setiap tahapan dapat terlaksana sesuai spesifikasi.
Peninjauan HOP 1 sekaligus menegaskan bahwa pembangunan fasilitas publik tidak cukup hanya dinilai dari keberhasilan mengejar target waktu. Kualitas hasil akhir, kesesuaian dengan desain, serta manfaat jangka panjang bagi masyarakat menjadi ukuran utama. DPRD Bontang memastikan pengawasan akan berlanjut agar proyek senilai Rp17,5 miliar tersebut dapat selesai pada Desember 2026 dengan hasil yang layak dan sesuai perencanaan. (ADV).
