Semarang – Seperti menata panggung besar sebelum tirai dibuka, Provinsi Jawa Tengah menyatakan kesiapan penuh menjadi tuan rumah Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026.
Kesiapan ini bukan sekadar janji, melainkan hasil dari perencanaan awal yang dinilai matang dan terukur, sebagaimana disampaikan dalam rapat koordinasi persiapan MTQ Nasional yang digelar Kementerian Agama beberapa waktu lalu.
Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama, Abu Rokhmad, menegaskan bahwa Jawa Tengah termasuk daerah yang paling siap dibandingkan provinsi lain. Penilaian tersebut didasarkan pada kesiapan konsep, kekuatan koordinasi lintas sektor, serta dukungan penuh pemerintah daerah.
Pernyataan itu disampaikan Abu Rokhmad dalam rapat koordinasi di Auditorium Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah, Semarang, Rabu (21/01/2026).
“Dari seluruh persiapan yang kami pantau, Jawa Tengah termasuk yang paling siap. Perencanaannya matang, koordinasinya berjalan baik, dan dukungan pemerintah daerahnya sangat kuat,” ujar Abu Rokhmad dalam pernyataannya.
Ia menjelaskan bahwa MTQ Nasional tidak semata dipahami sebagai ajang lomba membaca dan menghafal Al-Qur’an. Lebih dari itu, MTQ merupakan ruang strategis untuk memperkuat syiar Islam yang menyejukkan dan relevan dengan kehidupan masyarakat.
Oleh karena itu, seluruh rangkaian kegiatan harus dirancang secara komprehensif agar memberi makna yang luas dan berkelanjutan.
“MTQ Nasional harus menjadi ruang edukasi keagamaan yang bermutu, menghadirkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sosial, serta memberi manfaat nyata bagi masyarakat luas,” tegasnya.
Abu Rokhmad juga menekankan pentingnya sinergi lintas sektor, mulai dari kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, hingga unsur masyarakat.
Menurutnya, koordinasi yang solid akan memastikan MTQ Nasional XXXI Tahun 2026 berlangsung tertib, khidmat, dan berkelas.
DSelain fokus pada perlombaan, ia mendorong penguatan kegiatan pendukung seperti pameran dan expo yang melibatkan perguruan tinggi, satuan kerja, serta pelaku usaha lokal.
“MTQ Nasional bukan hanya kegiatan keagamaan, tetapi juga memiliki potensi dampak ekonomi. Sektor perhotelan, kuliner, transportasi, hingga pariwisata akan ikut bergerak,” kata Abu Rokhmad.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah, Saiful Mujab, menyatakan seluruh jajaran di daerah berkomitmen penuh mendukung kesuksesan MTQ Nasional. Ia menyebut ajang ini sebagai kehormatan sekaligus amanah besar bagi Jawa Tengah.
“MTQ Nasional adalah kehormatan sekaligus tanggung jawab besar. Kami berkomitmen menyiapkannya dengan sebaik-baiknya agar berjalan lancar dan bermartabat,” ujarnya.
Saiful Mujab menambahkan bahwa pembagian tugas antarinstansi di tingkat provinsi telah disepakati melalui rapat koordinasi.
Kanwil Kemenag Jawa Tengah mendapat mandat strategis, tidak hanya mendukung sukses penyelenggaraan, tetapi juga mendorong prestasi kafilah Jawa Tengah agar mampu tampil optimal di tingkat nasional.
“Kami sepakat MTQ Nasional harus sukses penyelenggaraan dan sukses prestasi. Pembinaan peserta akan dilakukan secara berkelanjutan,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga nilai ketertiban, kebersamaan, dan kekhidmatan selama pelaksanaan MTQ. Menurutnya, MTQ harus menjadi ruang yang menyejukkan serta mencerminkan semangat moderasi beragama.
Sebagai informasi, Provinsi Jawa Tengah resmi ditetapkan sebagai tuan rumah MTQ Nasional XXXI Tahun 2026 berdasarkan Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 715 Tahun 2025 tertanggal 14 Juli 2025.
Dengan dukungan infrastruktur, pengalaman panjang dalam penyelenggaraan kegiatan keagamaan, serta sinergi kuat antara pemerintah daerah dan Kementerian Agama, Jawa Tengah optimistis mampu menghadirkan MTQ Nasional yang lancar, khidmat, dan berprestasi.
