Almaty, Kazakhstan – Universitas Brawijaya (UB) terus memperluas jejaring internasional melalui inisiasi kerja sama strategis dengan Center for Natural Resources and Sustainability (CRS) serta UNESCO Chair on Water Resources Management in Central Asia di Kazakh-German University (DKU), Almaty, Kazakhstan. Pertemuan yang berlangsung pada Rabu, 22 Juli 2026, ini menjadi langkah awal untuk membangun kolaborasi di bidang pendidikan, penelitian, dan pengembangan kapasitas terkait pengelolaan sumber daya air, energi terbarukan, serta pembangunan berkelanjutan.
Delegasi Universitas Brawijaya dipimpin oleh Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Internasionalisasi, Andi Kurniawan, bersama Agung Sugeng Widodo, Raden Arief Setyawan, Turniningtyas Ayu Rachmawati, Abd. Rahem Faqih, Moh. Farid Rahman, Ar. Subhan Ramdlani, Oscar Radyan Danar, Abdul Aziz Jaziri, dan Nurul Huda. Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya UB memperkuat kemitraan dengan perguruan tinggi, lembaga riset, UNESCO Chair, dan jejaring akademik internasional di Kazakhstan.
Sementara itu, pihak DKU diwakili oleh Alexei Kobzev selaku Head of Renewable Energy and Strategic Management Graduate Program, Ekaterina Gorshkova dan Mariya Genina sebagai Projects Manager, serta Karina Ibragimova sebagai Projects Specialist. Dalam pertemuan tersebut, kedua institusi mendiskusikan berbagai peluang kolaborasi yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan.
Salah satu program unggulan yang diperkenalkan DKU adalah Summer School on the Aral Sea, yang berfokus pada isu lingkungan, pengelolaan sumber daya air, perubahan iklim, dan pembangunan berkelanjutan di kawasan Asia Tengah. Selain itu, DKU juga memaparkan program pembelajaran lapangan di bidang energi terbarukan melalui kunjungan ke pembangkit listrik tenaga angin dan tenaga surya. Program tersebut dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai kegiatan bersama yang melibatkan mahasiswa, dosen, dan peneliti dari kedua institusi.
Pembahasan juga mencakup program Sustainable University Lifestyles in Central Asia and the Caucasus, yang bertujuan mendorong penerapan gaya hidup kampus berkelanjutan, efisiensi penggunaan sumber daya alam, serta pengurangan dampak lingkungan di lingkungan perguruan tinggi. Dalam bidang pengembangan kapasitas, DKU menawarkan pelatihan penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) yang dilengkapi dengan sertifikasi kompetensi untuk mendukung praktik bisnis berkelanjutan.
Selain itu, kedua pihak membahas peluang kolaborasi melalui program Strengthening Higher Education in the Water Sector for Climate Resilience and Security in Central Asia yang didukung skema Erasmus+. Program tersebut berfokus pada penguatan pendidikan tinggi di bidang diplomasi air, tata kelola sumber daya air, ketahanan iklim, keamanan air, serta pengelolaan sumber daya air secara berkelanjutan.

Kerja sama juga diarahkan pada pengembangan jurnal ilmiah bersama dan pemanfaatan platform pembelajaran daring untuk penyelenggaraan kuliah bersama, kursus singkat, pelatihan profesional, hingga pertukaran materi pembelajaran. Dalam bidang pendidikan, peluang kolaborasi meliputi penyelenggaraan guest lecture, joint lecture, pertukaran dosen, pembelajaran daring, hingga summer school yang diharapkan mampu memperluas pengalaman akademik dan internasional mahasiswa dari kedua institusi.
Di sektor penelitian, Universitas Brawijaya dan DKU mengidentifikasi sejumlah bidang yang dapat dikembangkan bersama, seperti penelitian kolaboratif, publikasi ilmiah bersama, pengelolaan sumber daya air, energi terbarukan, pembangkit listrik tenaga air, pengelolaan kawasan pesisir, ketahanan air, perubahan iklim, serta keberlanjutan lingkungan yang melibatkan Pusat Studi Pesisir dan Kelautan (PSPK) UB.
Pertemuan tersebut juga membahas peran UNESCO Chair dalam mendukung pengembangan program magister dan doktor di bidang sumber daya air, termasuk pengembangan kurikulum, keterlibatan dosen internasional, pembimbingan bersama mahasiswa, hingga penyusunan laporan akademik kepada UNESCO.
Sebagai tindak lanjut, Universitas Brawijaya dan Kazakh-German University sepakat mendorong penyusunan Memorandum of Understanding (MoU), pemetaan program prioritas, penunjukan focal point dari masing-masing institusi, serta penyusunan agenda kolaboratif yang dapat segera direalisasikan. Program awal yang diprioritaskan meliputi joint lecture, penelitian dan publikasi bersama, konferensi internasional, proyek energi dan sumber daya air, serta penyelenggaraan summer school.
Melalui inisiasi kerja sama ini, Universitas Brawijaya berharap dapat memperkuat jejaring internasional sekaligus menghasilkan kolaborasi nyata dalam bidang pendidikan, penelitian, publikasi, dan pengabdian kepada masyarakat yang berkontribusi terhadap pengelolaan sumber daya air, energi terbarukan, ketahanan iklim, serta pembangunan berkelanjutan di tingkat global.
