Pasuruan – Riuh sorak ribuan warga memecah suasana dini hari di Markas Batalyon Zeni Tempur (Yon Zipur) 10 Pasuruan. Bukan sekadar menyaksikan laga final yang berlangsung dramatis, masyarakat juga menikmati momentum kebersamaan yang mempertemukan pemerintah daerah, TNI, dan warga dalam satu lokasi melalui kegiatan nonton bareng (nobar), Senin (20/7/2026).
Sejak Minggu malam, masyarakat mulai memadati area markas Yon Zipur 10. Panitia menyiapkan layar lebar serta berbagai rangkaian hiburan untuk mengisi waktu sebelum pertandingan dimulai. Antusiasme warga terlihat sejak pukul 22.00 WIB ketika lokasi acara dipenuhi pengunjung dari berbagai wilayah di Kota Pasuruan.
Sebelum laga puncak berlangsung, panitia menayangkan sejumlah video mengenai program unggulan TNI Angkatan Darat dan profil kegiatan satuan Yon Zipur 10. Tayangan tersebut menjadi sarana edukasi sekaligus memperkenalkan berbagai tugas dan pengabdian prajurit kepada masyarakat.
Suasana semakin semarak ketika hiburan rakyat dimulai sekitar pukul 23.20 WIB. Penampilan musik dan berbagai hiburan membuat warga tetap antusias menunggu pertandingan final yang dijadwalkan berlangsung pada dini hari.
Sekitar pukul 01.00 WIB, Wali Kota Pasuruan Adi Wibowo tiba di lokasi bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Kehadirannya disambut hangat oleh Komandan Yon Zipur 10, prajurit TNI, dan ribuan masyarakat yang telah memadati area nobar.
Dalam sambutannya, Adi Wibowo mengapresiasi inisiatif Yon Zipur 10 yang menggelar kegiatan tersebut. Menurutnya, acara nonton bareng tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga memperkuat hubungan antara pemerintah, aparat, dan warga.
“Acara ini bukan sekadar nonton bersama, tetapi menjadi momentum penting untuk mempererat silaturahmi dan kebersamaan antara pemerintah, TNI, serta masyarakat Kota Pasuruan,” ujar Adi Wibowo.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus digelar karena dinilai mampu membangun komunikasi yang lebih dekat antara masyarakat dengan berbagai unsur pemerintahan dan TNI. Kebersamaan seperti itu juga menjadi modal penting dalam menjaga persatuan dan kondusivitas daerah.
Menjelang pertandingan dimulai, panitia membagikan doorprize kepada para peserta. Berbagai hadiah yang disediakan sukses mengundang antusiasme warga. Sorak-sorai terdengar setiap kali nomor undian diumumkan, menciptakan suasana yang semakin meriah.
Laga final akhirnya dimulai tepat pukul 02.00 WIB. Sejak menit awal pertandingan berlangsung dalam tempo tinggi dengan kedua tim saling melancarkan serangan. Penonton yang memadati lokasi beberapa kali bersorak mengikuti jalannya pertandingan yang berlangsung sengit.
Drama memuncak pada masa injury time babak kedua ketika pemain E. Fernandez menerima kartu merah pada menit ke-93. Keputusan wasit tersebut mengubah jalannya pertandingan dan memicu beragam reaksi dari ribuan penonton yang menyaksikan laga melalui layar raksasa.
Memasuki babak tambahan waktu, tim yang unggul jumlah pemain tampil lebih dominan. Upaya mereka akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-106 setelah F. Torres mencetak gol yang menjadi penentu kemenangan. Gol tersebut bertahan hingga peluit panjang dibunyikan dan memastikan timnya keluar sebagai juara.
Meski pertandingan berlangsung menegangkan hingga dini hari, seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman dan tertib. Aparat TNI bersama unsur keamanan lainnya melakukan pengamanan selama acara berlangsung sehingga masyarakat dapat menikmati pertandingan dengan nyaman.
Komandan Yon Zipur 10, Letkol Amito Surya, menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat yang menjaga ketertiban selama kegiatan berlangsung. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kota Pasuruan dan Forkopimda yang telah memberikan dukungan terhadap penyelenggaraan acara tersebut.
“Kami berterima kasih kepada masyarakat, jajaran Forkopimda, dan khususnya Bapak Wali Kota Adi Wibowo yang berkenan hadir. Kegiatan ini menjadi bukti nyata kuatnya sinergi serta kemanunggalan antara TNI dan masyarakat dalam menjaga kebersamaan,” kata Letkol Amito Surya.
Ia berharap semangat kebersamaan yang tercipta melalui kegiatan nobar dapat terus dipelihara. Menurutnya, kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi salah satu modal utama dalam menciptakan lingkungan yang aman, harmonis, dan penuh rasa persaudaraan.
