Pasuruan – Upaya meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat tidak selalu dimulai dari ruang perawatan rumah sakit. Bagi RSUD dr. R. Soedarsono Kota Pasuruan, langkah pencegahan justru harus dimulai dari lingkungan pendidikan. Melalui program RSUD Goes To School, rumah sakit milik Pemerintah Kota Pasuruan itu turun langsung ke sekolah-sekolah untuk memberikan edukasi kesehatan kepada para pelajar sebagai bekal membangun gaya hidup sehat sejak usia dini.
Program yang telah menyelesaikan rangkaian kegiatannya itu menjangkau 15 sekolah, terdiri atas 11 Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan empat Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kota Pasuruan. Selama pelaksanaan program, tim medis RSUD tidak hanya memberikan penyuluhan mengenai kesehatan, tetapi juga membangun komunikasi dua arah agar materi yang disampaikan lebih mudah dipahami oleh peserta didik.
Direktur RSUD dr. R. Soedarsono Kota Pasuruan, dr. Adi Widianto, M.H., mengatakan rumah sakit memiliki tanggung jawab yang lebih luas daripada sekadar memberikan pelayanan pengobatan kepada masyarakat. Menurutnya, edukasi kesehatan merupakan investasi jangka panjang yang akan menentukan kualitas kesehatan masyarakat pada masa mendatang.
“Selama ini rumah sakit identik dengan tempat berobat ketika sakit. Kami ingin mengubah pola itu. Edukasi harus dimulai lebih awal, dan sekolah menjadi titik paling strategis,” ujar Adi Widianto.
Ia menjelaskan, usia remaja merupakan fase penting dalam pembentukan karakter dan kebiasaan hidup. Apabila sejak bangku sekolah para siswa telah memahami pentingnya menjaga kesehatan, maka risiko munculnya berbagai penyakit akibat pola hidup yang kurang baik dapat ditekan sejak dini.
Karena itu, RSUD memilih sekolah sebagai mitra utama dalam menjalankan fungsi promotif dan preventif di bidang kesehatan. Selain menjadi tempat belajar, sekolah juga merupakan lingkungan yang efektif untuk menyebarkan informasi kepada keluarga dan masyarakat melalui para siswa.
Berbeda dengan penyuluhan konvensional, tim RSUD mengemas kegiatan dalam konsep yang lebih komunikatif. Materi tidak hanya disampaikan melalui presentasi, tetapi juga dipadukan dengan diskusi interaktif, sesi tanya jawab, simulasi sederhana, hingga permainan edukatif yang melibatkan seluruh peserta.
Pendekatan tersebut dinilai mampu menciptakan suasana belajar yang lebih santai sehingga siswa tidak merasa sedang mengikuti penyuluhan formal. Sebaliknya, mereka terdorong untuk aktif bertanya mengenai berbagai persoalan kesehatan yang mereka alami maupun yang sering ditemui dalam kehidupan sehari-hari.
Selama kegiatan berlangsung, antusiasme siswa terlihat cukup tinggi. Berbagai pertanyaan diajukan kepada tim medis, mulai dari pentingnya menjaga pola makan bergizi, kesehatan reproduksi remaja, bahaya merokok dan penyalahgunaan zat adiktif, kesehatan mental, hingga cara mencegah penyakit menular di lingkungan sekolah.
Menurut Adi, respons tersebut menjadi indikator bahwa kebutuhan informasi kesehatan di kalangan remaja masih cukup besar. Banyak siswa yang selama ini belum memperoleh penjelasan langsung dari tenaga kesehatan mengenai berbagai persoalan yang mereka hadapi.
“Dari interaksi di sekolah, kami bisa melihat langsung isu-isu kesehatan yang sering dihadapi siswa. Ini penting agar program yang disusun benar-benar sesuai kebutuhan, bukan sekadar berbasis asumsi,” katanya.
Ia menambahkan, hasil diskusi dengan para siswa menjadi bahan evaluasi bagi rumah sakit dalam menyusun program edukasi berikutnya. Dengan mengetahui persoalan yang paling banyak muncul di lingkungan sekolah, materi yang diberikan dapat disesuaikan sehingga lebih relevan dengan kebutuhan peserta.
Program RSUD Goes To School juga menjadi bagian dari transformasi pelayanan kesehatan yang kini tidak lagi berfokus pada aspek kuratif atau pengobatan semata. Rumah sakit didorong untuk memperkuat upaya promotif dan preventif agar masyarakat memiliki pemahaman yang baik mengenai cara menjaga kesehatan sebelum muncul penyakit.
Melalui edukasi langsung, rumah sakit berharap mampu membangun kesadaran bahwa menjaga kesehatan merupakan tanggung jawab bersama. Pengetahuan yang diperoleh siswa di sekolah diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sekaligus disampaikan kepada anggota keluarga di rumah.
Selain memberikan edukasi, tim RSUD juga memperkenalkan berbagai layanan kesehatan yang tersedia di rumah sakit. Langkah tersebut bertujuan meningkatkan literasi masyarakat mengenai akses pelayanan kesehatan sehingga masyarakat mengetahui jenis layanan yang dapat dimanfaatkan ketika membutuhkan penanganan medis.
Manajemen RSUD dr. R. Soedarsono turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh kepala sekolah, guru, serta tenaga pendidik yang telah memberikan dukungan selama pelaksanaan program berlangsung. Kolaborasi tersebut dinilai menjadi faktor penting dalam keberhasilan kegiatan karena sekolah berperan aktif mengoordinasikan siswa dan menyediakan ruang bagi pelaksanaan edukasi.
Adi berharap kerja sama antara rumah sakit dan dunia pendidikan dapat terus berlanjut. Menurutnya, kesehatan dan pendidikan merupakan dua sektor yang saling berkaitan karena kondisi kesehatan yang baik akan mendukung proses belajar siswa secara optimal.
Ke depan, RSUD berencana terus mengembangkan program serupa dengan cakupan yang lebih luas serta materi yang disesuaikan dengan perkembangan isu kesehatan di masyarakat. Pendekatan tersebut diharapkan mampu membentuk generasi muda yang tidak hanya memahami pentingnya menjaga kesehatan, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan di lingkungan sekitarnya.
“Kami ingin membangun budaya hidup sehat sejak usia sekolah. Ketika anak-anak memiliki pemahaman yang baik tentang kesehatan, mereka akan tumbuh menjadi generasi yang lebih peduli terhadap dirinya sendiri, keluarganya, dan masyarakat di sekitarnya,” pungkas Adi.
Program RSUD Goes To School menjadi bukti bahwa pelayanan kesehatan modern tidak lagi terbatas di ruang perawatan. Melalui pendekatan edukatif yang menyentuh langsung lingkungan sekolah, RSUD dr. R. Soedarsono Kota Pasuruan berupaya menghadirkan pelayanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat sekaligus memperkuat budaya pencegahan penyakit sejak dini.
