Malang – Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya (FPIK UB) kembali menunjukkan kontribusinya dalam memperkuat produktivitas riset dan publikasi ilmiah universitas. Berdasarkan UB Publication – August 2026 yang dirilis UPT Global Partnership & Reputation Universitas Brawijaya dengan sumber data SciVal 2026, FPIK menempati posisi tiga besar fakultas dengan tingkat keterlibatan dosen tertinggi dalam penulisan paper sepanjang Januari hingga Agustus 2026.
Data dengan cut-off 1 September 2026 tersebut mencatat angka keterlibatan dosen FPIK dalam penulisan paper mencapai 428, berada setelah Fakultas Kedokteran (FK) dengan 520 dan Fakultas Teknik (FT) dengan 489.
Capaian tersebut melanjutkan tren positif FPIK pada pertengahan tahun. Pada laporan Januari–Juni 2026, FPIK sebelumnya berada di posisi kedua dengan angka keterlibatan dosen dalam penulisan paper sebesar 296. Hingga Agustus, angka tersebut meningkat menjadi 428, atau bertambah 132 keterlibatan dalam kurun dua bulan.
Angka tersebut tidak menunjukkan jumlah individu dosen secara langsung. Dalam metode pencatatan yang digunakan, satu paper dapat melibatkan lebih dari satu dosen dan seorang dosen yang menghasilkan beberapa paper dapat dihitung berdasarkan jumlah paper yang dimilikinya. Dengan demikian, indikator tersebut memberikan gambaran mengenai intensitas keterlibatan sivitas akademika fakultas dalam aktivitas publikasi ilmiah.
Dosen FPIK Masuk Jajaran Top Contributors UB
Kontribusi FPIK juga terlihat pada daftar Top Contributors (papers) Universitas Brawijaya. Sejumlah akademisi FPIK tercatat di antara kontributor publikasi teratas universitas hingga Agustus 2026.
Eka Radiati dan Andi Sabarudin masing-masing tercatat dengan 21 paper, sedangkan Heri Kurniawan Permatasari dan Asep Awaludin Prihanto masing-masing tercatat dengan 19 paper. Kehadiran akademisi FPIK dalam jajaran tersebut memperlihatkan kontribusi nyata fakultas terhadap produktivitas publikasi UB.
Secara universitas, hingga Agustus 2026 UB telah menghasilkan 2.050 paper, atau mencapai 51 persen dari target 4.000 paper pada 2026. Jumlah tersebut menempatkan UB pada posisi keempat dalam perbandingan output publikasi dengan sejumlah perguruan tinggi sejawat yang ditampilkan dalam laporan.
Dari sisi kualitas publikasi, sebanyak 34 persen publikasi UB berada pada jurnal kuartil Q1 dan 28 persen pada Q2. Sementara itu, 23 persen berada pada Q3 dan 15 persen pada Q4. Data tersebut menunjukkan bahwa peningkatan produktivitas publikasi tetap perlu berjalan beriringan dengan penguatan kualitas dan dampak ilmiah.

Publikasi sebagai Bagian dari Penguatan Reputasi Akademik
Bagi FPIK UB, produktivitas publikasi tidak semata berkaitan dengan jumlah artikel yang dihasilkan. Publikasi menjadi salah satu instrumen penting untuk menyebarluaskan hasil penelitian perikanan dan kelautan sekaligus memperbesar kontribusi akademisi terhadap penyelesaian berbagai persoalan di masyarakat.
Riset di bidang perikanan dan ilmu kelautan memiliki posisi strategis di tengah berbagai tantangan, mulai dari ketahanan pangan, keberlanjutan sumber daya perikanan, perubahan iklim, pencemaran laut, konservasi ekosistem pesisir hingga pengembangan akuakultur berkelanjutan. Karena itu, semakin luas hasil penelitian didiseminasikan melalui publikasi ilmiah berkualitas, semakin besar pula peluang ilmu pengetahuan yang dihasilkan perguruan tinggi untuk memberikan dampak.
Capaian hingga Agustus 2026 menjadi momentum bagi FPIK UB untuk terus memperkuat budaya riset, kolaborasi lintas disiplin dan institusi, serta publikasi pada jurnal bereputasi. Konsistensi tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan capaian FPIK dalam indikator publikasi universitas, tetapi juga semakin memperkuat posisi FPIK UB sebagai salah satu pusat pendidikan dan pengembangan ilmu perikanan dan kelautan di Indonesia.
Publikasi sebagai Bagian dari Penguatan Reputasi dan Kontribusi terhadap SDGs
Bagi FPIK UB, produktivitas publikasi tidak semata berkaitan dengan jumlah artikel yang dihasilkan. Publikasi menjadi salah satu instrumen penting untuk menyebarluaskan hasil penelitian perikanan dan kelautan, memperkuat pertukaran pengetahuan, serta memperbesar kontribusi akademisi terhadap penyelesaian berbagai persoalan di masyarakat.
Penguatan budaya riset dan publikasi tersebut sekaligus menjadi bagian dari kontribusi FPIK UB terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4: Quality Education, melalui penguatan pendidikan tinggi berbasis riset dan diseminasi ilmu pengetahuan; SDG 9: Industry, Innovation and Infrastructure, melalui produksi pengetahuan yang dapat menjadi fondasi inovasi dan pengembangan teknologi; serta SDG 17: Partnerships for the Goals, melalui penguatan kolaborasi akademik dan penelitian lintas disiplin maupun institusi.
Kontribusi tersebut semakin relevan karena riset di bidang perikanan dan ilmu kelautan bersinggungan langsung dengan berbagai tantangan pembangunan berkelanjutan, mulai dari ketahanan pangan, keberlanjutan sumber daya perikanan, perubahan iklim, pencemaran laut, konservasi ekosistem pesisir, hingga pengembangan akuakultur berkelanjutan.
Capaian hingga Agustus 2026 menjadi momentum bagi FPIK UB untuk terus memperkuat budaya riset, meningkatkan kolaborasi, serta mendorong publikasi pada jurnal bereputasi. Konsistensi tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan produktivitas dan dampak ilmiah FPIK, tetapi juga memperluas kontribusi ilmu perikanan dan kelautan terhadap pembangunan berkelanjutan di Indonesia.
