Kutim – Kepedulian yang dikumpulkan sedikit demi sedikit akhirnya berubah menjadi bantuan nyata. Dewan Ambalan Usman Harun–Malahayati, Pangkalan SMK Negeri 2 Sangatta Utara, menyalurkan hasil penggalangan dana masyarakat kepada warga terdampak kebakaran di Kecamatan Muara Bengkal serta korban bencana alam di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Aksi kemanusiaan tersebut dilaksanakan sebagai bentuk solidaritas terhadap masyarakat yang sedang menghadapi musibah. Dana yang dihimpun berasal dari kontribusi warga Sangatta Utara yang ikut menyisihkan sebagian rezekinya melalui kegiatan penggalangan dana yang dilakukan Dewan Ambalan Usman Harun–Malahayati. Bantuan kemudian diarahkan kepada dua wilayah terdampak bencana, yakni Muara Bengkal dan NTT.
Di Kecamatan Muara Bengkal, kebakaran mengakibatkan sedikitnya 14 rumah terdampak. Musibah tersebut menyisakan kerugian bagi warga yang kehilangan maupun mengalami kerusakan tempat tinggal. Kondisi itu mendorong sejumlah pihak untuk bergerak memberikan dukungan, termasuk para pelajar dan masyarakat di Sangatta Utara.
Sementara itu, sebagian hasil donasi juga diperuntukkan bagi masyarakat yang terdampak bencana alam di NTT. Penyaluran tersebut menjadi bentuk kepedulian lintas wilayah, karena bantuan dari warga Kutai Timur dapat menjangkau masyarakat di daerah lain yang sama-sama membutuhkan dukungan setelah mengalami bencana.
Pihak Dewan Ambalan Usman Harun–Malahayati menyampaikan rasa syukur setelah hasil penggalangan dana dapat disalurkan kepada para penerima. Mereka juga mengapresiasi masyarakat Sangatta Utara yang telah memberikan dukungan sejak kegiatan kemanusiaan tersebut dimulai.
“Alhamdulillah, berkat dukungan dan kepedulian masyarakat Sangatta Utara, hasil penggalangan dana yang kami lakukan akhirnya dapat tersalurkan kepada saudara-saudara kita yang terdampak musibah. Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat yang telah menyisihkan sebagian rezekinya untuk membantu,” ujar perwakilan Dewan Ambalan Usman Harun–Malahayati.
Menurut pihak Dewan Ambalan, penggalangan dana tersebut memiliki makna lebih luas dibandingkan sekadar mengumpulkan bantuan materi. Kegiatan itu juga menjadi sarana menumbuhkan rasa empati, solidaritas, dan kepedulian terhadap sesama, terutama di kalangan generasi muda.
Keterlibatan pelajar dalam kegiatan sosial juga dinilai penting karena dapat memberikan pengalaman langsung tentang arti kebersamaan. Para anggota pramuka tidak hanya beraktivitas dalam kegiatan organisasi, tetapi juga terlibat dalam aksi yang memiliki dampak langsung bagi masyarakat.
Bagi para pelajar, kegiatan tersebut sekaligus menjadi bentuk penerapan nilai gotong royong. Dana yang dikumpulkan dari masyarakat menunjukkan bahwa kontribusi dalam jumlah kecil sekalipun dapat memberikan manfaat ketika dihimpun secara bersama-sama dan disalurkan kepada pihak yang membutuhkan.
“Kami berharap bantuan ini dapat bermanfaat bagi para korban dan menjadi penyemangat bagi mereka untuk bangkit kembali. Terima kasih kepada seluruh warga Sangatta Utara dan semua pihak yang telah mendukung kegiatan ini,” tuturnya.
Pihak Dewan Ambalan juga berharap semangat sosial seperti ini dapat terus tumbuh di lingkungan sekolah maupun di tengah masyarakat. Kepedulian terhadap korban bencana dinilai perlu dipelihara agar rasa saling membantu tetap menjadi bagian dari kehidupan bersama.
Dukungan warga Sangatta Utara dalam kegiatan penggalangan dana tersebut sekaligus menunjukkan kuatnya semangat gotong royong masyarakat ketika mendengar adanya musibah di daerah lain. Kepedulian tidak berhenti pada rasa prihatin, tetapi diwujudkan melalui kontribusi nyata yang dapat membantu meringankan kebutuhan para korban.
Dewan Ambalan Usman Harun–Malahayati Pangkalan SMK Negeri 2 Sangatta Utara turut menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung kegiatan kemanusiaan tersebut. Setiap bantuan yang diberikan diharapkan menjadi manfaat bagi para korban sekaligus menjadi amal kebaikan bagi masyarakat yang telah berpartisipasi.
Penyaluran donasi untuk korban kebakaran Muara Bengkal dan bencana di NTT menjadi bukti bahwa solidaritas dapat tumbuh dari lingkungan sekolah dan masyarakat. Dari Sangatta Utara, bantuan mengalir melintasi jarak, membawa dukungan bagi warga yang sedang berupaya bangkit setelah menghadapi musibah.
