Malang – “Belajar tak mengenal batas negara.” Ungkapan itu menjadi gambaran langkah Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Brawijaya (UB) yang kembali mengirimkan mahasiswanya ke panggung akademik internasional. Dua mahasiswa Program Studi Ilmu Kelautan resmi diberangkatkan untuk mengikuti Student Experience Education Program (TEEP) di National Taiwan Ocean University (NTOU), Taiwan, sebagai bagian dari penguatan kompetensi dan jejaring global di bidang kelautan.
Prosesi pelepasan dilaksanakan di Ruang VVIP Lantai 2 Gedung B FPIK UB pada Senin (22/6/2026). Dua mahasiswa yang memperoleh kesempatan tersebut ialah Rr. Belva Koes Royana Putri dan Jerrico Manuel. Keduanya akan menjalani program akademik selama dua bulan, mulai 29 Juni hingga 28 Agustus 2026, dengan mengikuti berbagai kegiatan pembelajaran dan penelitian di kampus mitra di Taiwan.
Acara pelepasan dihadiri Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kewirausahaan Mahasiswa FPIK UB, Dr. Fuad, Ketua International Relations Office (IRO) FPIK UB Prof. Defri Yona, dosen pembimbing Prof. Bambang Semedi, Ketua Program Studi Ilmu Kelautan Ade Yamindago, serta staf ahli bidang kemahasiswaan Zulkisam Pramudia. Kehadiran para pimpinan fakultas menjadi bentuk dukungan terhadap peningkatan mobilitas akademik mahasiswa di tingkat internasional.

“Program ini diharapkan menjadi sarana untuk meningkatkan kompetensi akademik, memperluas wawasan internasional, serta membangun jejaring dengan mahasiswa dari berbagai negara,” ujar Dr. Fuad.
Menurutnya, keberhasilan Belva dan Jerrico lolos seleksi program internasional merupakan prestasi yang patut diapresiasi sekaligus amanah untuk membawa nama baik Universitas Brawijaya di lingkungan akademik global. Ia berharap pengalaman tersebut dapat memberikan dampak positif bagi pengembangan kapasitas mahasiswa maupun institusi.
Ketua IRO FPIK UB, Prof. Defri Yona, menilai program TEEP memiliki peran penting dalam mendukung strategi internasionalisasi perguruan tinggi. Menurutnya, keberhasilan program semacam ini membutuhkan kolaborasi berbagai unit di lingkungan fakultas agar pengembangan kerja sama internasional dapat berlangsung secara berkesinambungan.
“Pelepasan ini bukan sekadar seremonial, tetapi bagian dari upaya membangun sistem internasionalisasi yang terintegrasi dan berkelanjutan,” kata Defri.
Selama berada di National Taiwan Ocean University, Belva dan Jerrico akan terlibat dalam kegiatan riset dan akademik yang berfokus pada oseanografi satelit serta penginderaan jauh kelautan di bawah bimbingan Prof. Lee Ming-An. Bidang penelitian tersebut dinilai strategis dalam mendukung perkembangan ilmu kelautan modern yang memanfaatkan teknologi pengamatan berbasis satelit.
Belva dan Jerrico mengaku bangga dapat menjadi bagian dari program tersebut. Mereka berharap pengalaman belajar di luar negeri mampu meningkatkan kemampuan riset, memperkuat komunikasi ilmiah, sekaligus memperluas perspektif internasional yang nantinya dapat dibagikan kepada mahasiswa lainnya di lingkungan FPIK UB.
“Kami berharap pengalaman ini tidak hanya bermanfaat bagi diri kami, tetapi juga dapat dibagikan kepada mahasiswa lain sebagai motivasi untuk mengikuti program internasional,” ujar keduanya.
Melalui keikutsertaan mahasiswa dalam TEEP, FPIK UB optimistis kualitas lulusan akan semakin meningkat seiring bertambahnya pengalaman akademik internasional serta terbukanya peluang kolaborasi riset dengan berbagai perguruan tinggi dunia.
Program ini juga sejalan dengan komitmen FPIK UB dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui peningkatan akses pembelajaran internasional, SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui penguatan kerja sama global antarperguruan tinggi, serta SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui pengembangan kapasitas riset mahasiswa di bidang ilmu kelautan.
