Bandung – Ruang informasi masyarakat Jawa Barat kini berpindah ke layar kecil yang selalu berada di genggaman. Dari anak usia sekolah hingga orang tua, jutaan warga mengakses berita, hiburan, dan media sosial melalui handphone yang terhubung ke internet.
Perubahan perilaku tersebut menjadi salah satu sorotan dalam pembukaan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) PWI Jawa Barat Angkatan 74, 75, dan 76 di GOR Wartawan Bandung, Rabu (24/6/26). Pemerintah Provinsi Jawa Barat menilai kondisi itu menghadirkan tantangan baru bagi dunia jurnalistik sekaligus memperbesar kebutuhan akan informasi yang kredibel.
Mewakili Gubernur Jawa Barat, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Jawa Barat Adi Komar mengungkapkan bahwa tingkat penggunaan perangkat komunikasi di Jawa Barat sudah sangat tinggi. Bahkan, penggunaan handphone telah menjangkau kelompok usia yang sangat muda.
“Di Jawa Barat 81,60 persen masyarakat memiliki handphone. Asumsinya, warga usia lima tahun ke atas sudah menggunakan handphone. Artinya sekitar 36 juta warga Jawa Barat menggunakan handphone,” kata Adi Komar saat membacakan sambutan Gubernur Jawa Barat pada pembukaan UKW PWI Jabar di Bandung (24/6/26).
Angka tersebut menggambarkan besarnya penetrasi teknologi digital di provinsi dengan jumlah penduduk terbesar di Indonesia itu. Informasi kini tidak lagi menunggu masyarakat datang ke media, melainkan hadir langsung melalui perangkat yang mereka gunakan setiap hari.
Bagi dunia pers, situasi tersebut menghadirkan perubahan besar. Persaingan tidak hanya terjadi antar-media, tetapi juga dengan beragam konten yang beredar di media sosial. Masyarakat dapat menerima informasi dalam hitungan detik, meski tidak semuanya berasal dari sumber yang dapat dipercaya.
Karena itu, Adi menegaskan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang jurnalistik. Menurutnya, kompetensi wartawan harus terus diperkuat agar mampu menjawab kebutuhan publik terhadap informasi yang akurat.
“Jadikan UKW ini dengan sungguh-sungguh untuk meningkatkan kompetensi, tanggung jawab, dan integritas,” ujar Adi Komar dalam sambutan yang dibacakan di hadapan peserta UKW dan tamu undangan di Bandung (24/6/26).
Ia juga menyampaikan bahwa Jawa Barat saat ini menempati peringkat ketiga nasional dalam Indeks Keterbukaan Informasi Publik dengan nilai 98,17 dan masuk kategori provinsi informatif. Capaian tersebut, menurutnya, harus terus ditingkatkan melalui kolaborasi antara pemerintah, media, dan masyarakat.
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Sekretaris Jenderal PWI Pusat Suprapto Sastro Atmojo mengingatkan bahwa internet telah menjadi pintu utama masyarakat dalam memperoleh informasi.
“Delapan dari sepuluh penduduk dunia menggunakan internet. Mereka mengakses media sosial dan mencari informasi. Itu adalah pekerjaan kita,” kata Suprapto saat memberikan arahan kepada peserta UKW di Bandung (24/6/26).
Menurutnya, keberlangsungan profesi wartawan sangat ditentukan oleh kemampuan media beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Karya jurnalistik harus mampu hadir dan ditemukan masyarakat di berbagai platform digital yang kini menjadi sumber informasi utama.
Pelaksanaan UKW PWI Jawa Barat Angkatan 74, 75, dan 76 menjadi bagian dari upaya menjawab tantangan tersebut. Ketika jutaan warga, termasuk anak-anak usia sekolah, telah aktif menggunakan handphone setiap hari, kebutuhan terhadap informasi yang berkualitas justru semakin besar.
Fenomena itu menunjukkan bahwa transformasi digital bukan lagi persoalan masa depan, melainkan realitas yang sedang berlangsung. Di tengah derasnya arus informasi, kompetensi wartawan menjadi fondasi penting agar masyarakat tetap memperoleh berita yang benar, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan.
