Semangat pengabdian hadir dalam sosok Nusaibah binti Ka’ab. Namanya dikenang sebagai salah satu perempuan yang menunjukkan keberanian luar biasa dalam sejarah Islam.
Pembahasan mengenai peran perempuan dalam ruang publik sering menjadi perdebatan. Sebagian kalangan beranggapan bahwa perempuan pada masa Nabi hanya berada di belakang layar.
Fakta sejarah justru memperlihatkan hal yang berbeda. Ridha Anwar melalui buku Shahabiyah 7: Ummu Umarah menceritakan bagaimana Nusaibah hadir dalam Perang Uhud untuk membantu para prajurit yang terluka.
“Ketika keadaan semakin genting, Nusaibah berdiri melindungi Rasulullah ﷺ.”
Keberanian tersebut membuat namanya dikenang sebagai salah satu perempuan mulia dalam sejarah Islam. Perannya menunjukkan bahwa perempuan dapat berkontribusi sesuai kebutuhan masyarakat.
Nilai yang diwariskan Nusaibah bukan sekadar keberanian fisik. Ia juga mengajarkan pentingnya kepedulian dan kesiapan mengambil tanggung jawab.
Pada masa kini, keberanian dapat diwujudkan dalam berbagai bentuk. Menjadi tenaga kesehatan, pendidik, relawan sosial, maupun pemimpin komunitas merupakan bagian dari pengabdian kepada masyarakat.
Perempuan memiliki banyak ruang untuk menghadirkan manfaat. Sejarah Nusaibah menjadi bukti bahwa keberanian dan kepedulian dapat berjalan seiring.
